Pembakaran Al Quran di Swedia Picu Kekerasan Terhadap Muslim

Iran pada Sabtu mengecam keras tindakan pembakaran Al Quran yang dilakukan seorang ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark di Swedia karena dapat memicu kebencian dan kekerasan terhadap umat Islam.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan beberapa negara Eropa dengan kedok mendukung kebebasan berpendapat “telah membiarkan para ekstremis dan kelompok radikal menyebarkan kebencian terhadap kesucian dan nilai-nilai Islam.”

BACA JUGA:  Jumlah Korban Gempa Turki-Suriah Lampaui Korban Gempa Jepang 2011

Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras), di bawah perlindungan polisi dan atas izin pemerintah, membakar mushaf Al Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Sabtu (21/1).

Kanaani mengatakan meskipun ada penekanan kuat pada hak asasi manusia dalam Islam, orang-orang Eropa terus “melembagakan anti-Islam dan Islamofobia” dalam masyarakat mereka.

BACA JUGA:  Khabib Nurmagomedov Berikan Dukungan untuk Rakyat Palestina

Dia menambahkan penodaan Al Quran adalah “contoh nyata penyebaran kebencian dan pemicu kekerasan terhadap Muslim”, yang “tidak ada hubungannya dengan kebebasan berbicara dan berpikir.”

Kanaani menambahkan bahwa umat Islam di seluruh dunia berharap pemerintah Swedia memastikan kejadian serupa tak terulang dan meminta tindakan tersebut tak luput dari hukuman.

BACA JUGA:  Warga Gaza Kelaparan, Israel Tolak Bantuan UNRWA

Paludan, ekstremis sayap kanan, terkenal karena aktivitasnya yang anti Islam.

Pada April 2022, dia melakukan aksi kontroversial dengan mengumumkan “tur” pembakaran Al-Quran di berbagai kota di Swedia selama bulan suci Ramadan.

Sumber: Anadolu

Pos terkait