Pemkot Depok Diminta Dampingi Anak Autis Dijepit Terapis

DEPOKPOS – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meminta hak korban terapis rumah sakit di Depok berinisial H diduga menjepit kepala anak pengidap autisme berinisial RF (2) untuk lebih diperhatikan.

“Anak penyandang disabilitas menurut Pasal 59 ayat (2) UU 35 Tahun 2014 menjadi bagian dari anak yang memerlukan perlindungan khusus,” kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar, kepada wartawan, Kamis (16/2/2023).

BACA JUGA:  Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana UMKM di Pintu Masuk Rusun Nagrak Diduga Tidak Transparan.

Nahar menjelaskan autisme adalah bagian dari penyandang disabilitas mental. Hal itu, tambahnya, telah dijelaskan dalam UU 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Dalam UU ini juga ditegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak boleh dihalang-halangi dan/atau dilarang untuk mendapatkan haknya antara lain mendapatkan layanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau, termasuk menentukan sendiri layanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya, serta mendapatkan perlindungan dan layanan yang terstandar dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

BACA JUGA:  Selain Ucapan Hut Bhayangkara ke 77, Ketum FWJ Indonesia Juga Singgung 5 Hal Ini

Nahar menjelaskan autisme adalah bagian dari penyandang disabilitas mental. Hal itu, tambahnya, telah dijelaskan dalam UU 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Dalam UU ini juga ditegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak boleh dihalang-halangi dan/atau dilarang untuk mendapatkan haknya antara lain mendapatkan layanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau, termasuk menentukan sendiri layanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya, serta mendapatkan perlindungan dan layanan yang terstandar dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ingat! 21 Maret, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Pengunjung Tanpa Kendaraan

Pos terkait