Pemkot Jakbar akan Buka Posko Pelayanan Bagi Siswa Disabilitas

Pemkot Jakbar akan Buka Posko Pelayanan Bagi Siswa Disabilitas

Posko pelayanan dibentuk berawal dari banyaknya siswa disabilitas yang mengalami putus sekolah

MAJALAH JAKARTA – Suku Dinas (Sudin) Pendidikan II Jakarta Barat akan membuka posko pelayanan disabilitas bagi siswa tingkat SD, SMP dan SMA sederajat, pada bulan Maret 2023. Hal ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi siswa disabilitas.

“Pembentukan posko pelayanan disabilitas bertujuan agar siswa penyandang disabilitas mendapatkan treatment pengajaran yang baik dan benar,” ujar Junaedi, Kepala Sudin Pendidikan II Jakarta Barat, Senin (16/1).

BACA JUGA:  Kapolres Metro Jakarta Barat Ingatkan Warga RW 02 Kel. Duri Selatan Untuk Jaga Kamtibmas Menjelang Pemilu 2024

Ia mengungkapkan, posko pelayanan dibentuk berawal dari banyaknya siswa disabilitas yang mengalami putus sekolah yang disebabkan kurangnya perhatian khusus.

“Alhasil, siswa disabilitas tidak dapat mengikuti kegiatan belajar – mengajar di sekolah,” ungkapnya.

Ia memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional, mayoritas penyandang disabilitas tidak menyelesaikan pendidikan dasar.

BACA JUGA:  Radian Azhar Raih Kemenangan Telak dengan 90% Suara dalam Pemilihan Calon Dewan Kota, Pejagalan Penjaringan Jakarta Utara

“Sekitar 29,35 persen masyarakat disabilitas berusia 15 tahun ke atas yang tidak melanjutkan pendidikan dasar serta 20,51 persen penyandang Disabilitas pada akhirnya tidak mengenyam pendidikan,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Junaedi, pihaknya berencana membentuk posko layanan untuk siswa disabilitas di Jakarta Barat.

“Layanan yang akan diberikan di posko di antaranya konsultasi, penyediaan alat pengajaran atau alat bantu bagi siswa disabilitas hingga pendampingan bagi siswa disabilitas untuk mendukung potensi sehingga dapat lulus berkualitas,” tuturnya.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Gelar Acara Syukuran HUT Polairud Ke-73

Ia menambahkan, berdasarkan data sebanyak 1.942 peserta didik berstatus disabilitas di Jakarta Barat.

“Sebanyak 820 dari 1.942 siswa disabilitas masih bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB), sedangkan sisanya i 1.124 orang di sekolah inklusi,” tandasnya.

Pos terkait