Pendekatan Diri kepada Allah Melalui Ibadah Sunnah

Beriman bahwa surga adalah hak yang disediakan hanya bagi orang-orang yang beriman dan diharamkan atas orang-orang kafir selamanya, merupakan bagian dari keimanan kepada hari akhir. Dalilnya adalah firman Allah:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang orang yang bertakwa.”(QS. Ali Imran :133)

Tentu sebagai hamba Allah yang menginginkan hak berupa surga tersebut kita perlu melaksanakan pekerjaan yang bertujuan untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan juga pahala kebaikan untuk ditimbang kelak di akhriat, itulah yang disebut sebagai ibadah. Secara umum, konsep Ibadah dibagi menjadi dua, yaitu:

Ibadah fardhu a’in seperti shalat wajib, zakat wajib, puasa ramadhan, haji, memahami perkara yang iwajibkan bagi manusia dalam hidupnya, jihad untuk mempertahankan diri, jihad yang diperintahkan oleh khalifah, melakukan baiat tha’at, memberi nafkah yang wajib dan berusaha mencarinya, menjalin silaturahmi kepada kerabat, bergabung dalam jamaah kaum muslim dan lain lain.

Seluruh fardhu kifayah Seperti mewujudkan jamaah yang menyerukan islam dan melaksanakan amar maruf nahi munkar. Segala ibadah yang disunahkan, jika seorang hamba telah melaksanakan apa yang diwajibkan Allah kepadanya, lalu diikuti dengan melaksanakan ibadah yang disunahkan dan mendekatkan diri kepada Allah dengan perkara yang disunahkan, maka Allah akan mendekat dan mencintainya. Di antara ibadah ibadah yang disunahkan adalah:

BACA JUGA:  Keutamaan Puasa Arafah

Wudhu untuk setiap kali shalat serta menggosok gigi setiap kali berwudhu.
Seringkali sehabis makan, kita tidak menyadari ada sisa sisa makanan yang menyelip di sela gigi. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk menggosok gigi setiap kali berwudhu sebelum melaksanakan ibadah shalat agar dalam keadaan yang bersih dan khusyuk.

Dalilnya adalah hadits riwayat Ahmad dengan isnad yang hasan dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

“Jika tidak khawatir memberatkan umatku, maka pasti aku akan memerintahkan mereka berwudhu untuk setiap shalat dan menggosok gigi setiap kali berwudhu.”

Shalat dua rakaat setelah wudhu

Shalat sunnah dua rakaat ini bisa dilaksanakan sehabis berwudhu, kemudian untuk pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah pada umumnya, yaitu dilaksanakan dengan 2 rakaat. Pada hadits Abu Hurairah, mutafaq alaih sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda kepada Bilal:

“Wahai Bilai, beritahukanlah kepadaku amal yang paling engkau harapkan di dalam islam, karena aku telah mendengar ketukan kedua terompahmu di surga. Bilal berkata, aku tidak mengamalkan suatu amal yang paling aku harapkan selain senantiasa shalat setiap kali selesai bersuci baik siang atau malam, selama shalat diwajibkan kepadaku.”

BACA JUGA:  Menjaga Kehormatan Muslimah

Menjawab Adzan

Dalilnya adalah hadits mutafaq alaih diriwayatkan oleh al Hudri, ia berkata Rasulullah saw bersabda:

“Jika kamu mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya.”

Qiyamullail (shalat malam)

Qiyamullail merupakan amalan sunnah shalat yang dilaksanakan pada malam hari atau disepertiga malam dengan minimal 2 rakaat. Hal ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala:

“ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.” (QS. Sajdah : 32)

“ Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.” (QS. Adz Dzariyat : 17)

Juga berdasarkan hadits mutafaq alaih dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, suatu ketika di hadapan nabi diceritakan tentang seorang yang tidur hingga waktu shubuh. Maka Rasul saw berkata:
“ Dia adalah orang yang dikencingi setan di kedua telinganya atau Rasul berkata, di telinganya.”

Disunahkan orang yang bertahajud mengakhiri shalatnya dengan witir, berdasarkan hadits mutafaq alaih dari Ibnu Umar ra, dari Nabi saw, beliau bersabda :
“ Jadikanlah witir sebagai akhir dari shalat malam kalian.”

Shadaqah sunnah

Hal ini berdasarkan hadits mutafaq alaih dari Abu Hurairah, ia berkata sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:

“ Barangsiapa bershadaqah senilai satu kurma dari usaha yang baik (halal), maka Allah akan menerima shadaqahnya itu dengan tangan kanan-Nya, kemudian mengembangkannya untuk orang yang bershadaqah sebagaimana salah seorang dari kalian mengembangkan anak kambingnya hingga menjadi seperti gunung.”

BACA JUGA:  Doa Sambut Ramadhan Sesuai Sunnah: Arab, Latin, dan Terjemahan

Sebaik-baiknya shadaqah adalah shadaqah yang tersembunyi, berdasarkan hadits
mutafaq alaih dari Abu Hurairah tentang tujuh golongan yang akan dinaungi ole naungan Allah. Rasul saw menyebutkan diantara mereka adalah :

“seseorang yang bershadaqah kemudian ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kanan.”

Shaum sunnah

Keutamaan shaum sunnah ini berlaku bagi muslim secara umum. Shaum sunnah ini bagi orang-orang yang sedang berperang di jalan Allah mempunyai keistimewaan tertentu. Terdapat hadits dari Abu Sa’id, mutafaq alaih, yang menceritakan tentang mereka. Rasulullah saw bersabda:

“ Seorang hamba yang shaum satu hari pada saat berperang di jalan Allah, maka pasti Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka selama tujuh puluh tahun.”

Diantara shaum sunnah adalah shaum enam hari di bulan syawal, shaum di hari arafah, shaum di bulan Allah yaitu muharram, khususnya pada hari asyura, shaum tiga hari setiap bulan dan shaum senin kamis.

Kewajiban kewajiban ini, baik fardhu a’in ataupun fardhu kifayah, adalah ibadah yang paling utama dalam rangka mendekatkan diri kepada allah. Seorang hamba tidak akan meraih ridha Allah kecuali dengan melaksanakan ibadah ibadah tersebut.

Dinda Meilinia 

Pos terkait