Penerapan Manajemen pada Pasar Swalayan

Penerapan Manajemen pada Pasar Swalayan

Manajemen merupakan proses pengorganisasian, perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian

DEPOK POS – PT. Ramayana Lestari Sentosa merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis rantai departement store dan toko swalayan yang ada di Indonesia. Ramayana departement store didirikan oleh Paulus Tumewu pada tahun 1974, berawal dari sebuah toko busana sederhana di Jl. H. Agus Salim (Sabang), Jakarta Pusat.

Bisa dilihat, bahwa Ramayana mengalami perkembangan bisnis yang cukup pesat. Berawal dari sebuah toko busana sederhana, kini menjadi perusahaan ritel besar yang memiliki cabang di kota-kota Indonesia.

Hal tersebut menandakan bahwa Ramayana memiliki manajemen yang efektif dan efisien dalam mengelola kegiatan perusahaan. Manajemen merupakan proses pengorganisasian, perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian sehingga tujuan yang telah ditetapkan perusahaan dapat tercapai. Jika tidak terdapat pengelolaan yang baik atau struktur organisasi yang jelas, tujuan perusahaan akan sulit dicapai dan menimbulkan ketidakjelasan pekerjaan dan tanggung jawab setiap anggota atau timnya.

Dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), Ramayana memperlakukan karyawan sebagai relasi utama dalam mencapai sasaran dan keberlanjutan bisnis. Segenap karyawan mulai dari tingkat manajemen hingga staf dipersiapkan untuk berdedikasi dan memiliki keahlian yang fokus utamanya kepada kebutuhan pelanggan. Ramayana tidak mempekerjakan karyawan secara paksa, baik berupa jam lembur tanpa imbalan atau paksaan lainnya, dan juga tidak mempekerjakan tenaga kerja anak dibawah umur.

BACA JUGA:  Hindari Cat Calling dengan 7 Cara Ini!

Ramayana memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk dapat bekerja, berkarir dan mengembangkan diri melalui sistem pengembangan SDM yang dilakukan oleh Perusahaan. Proses rekrutmen dilakukan sesuai dengan prinsip kesetaraan, non-diskriminasi, dan transparansi. Selain itu, hubungan yang terbentuk antara karyawan dengan perusahaan di lingkungan perusahaan adalah kemitraan, sehingga menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan seluruh karyawan. Ramayana juga membuat program-program pengembangan karyawan untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun non-teknis, serta pengembangan karir dan memberikan reward untuk karyawan yang berpotensi atau berprestasi.

Manajemen pemasaran juga memberikan manfaat bagi Ramayana untuk mengetahui strategi bersaing apa yang dapat diterapkan untuk bersaing dengan para pesaingnya. Dengan mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari perusahaan lain sehingga Ramayana dapat bertahan dalam menjalankan bisnisnya dan penjualan terus mengalami peningkatan.

Sejalan dengan daya beli masyarakat, khususnya masyarakat pada golongan ekonomi C dan D yang belum sepenuhnya kembali akibat terjadinya pandemi COVID-19. Ramayana berupaya melakukan beberapa kebijakan strategis, seperti Pembukaan gerai baru dan pembukaan kembali gerai yang sebelumnya ditutup, mempertahankan margin laba kotor, efisiensi biaya operasional dan empertahankan harga produk.

BACA JUGA:  8 Alasan Mengapa Harus jadi Pebisnis

Ramayana senantiasa mengutamakan kepuasan pelanggan dengan melakukan pemantauan secara ketat atas kualitas produk yang dijual di gerai. Menyadari adanya potensi risiko yang mungkin terjadi dari produk terkait dengan pemenuhan ekspektasi dan kepuasan pelanggan, oleh sebab itu Ramayana memastikan produk mereka telah melewati proses pengawasan kualitas sejak dari proses produksi, pengiriman ke gerai, hingga sampai ke tangan pelanggan dan menetapkan kebijakan standar produk yang telah memenuhi seluruh peraturan yang berlaku. Di samping itu, Ramayana memiliki sarana penyampaian saran/masukan/keluhan terkait produk dan jasa yang diberikan kepada pelanggan.

Ramayana berupaya untuk mendorong penjualan melalui platform digital. Hal ini merupakan penyesuaian atas perubahan pola perilaku masyarakat di saat pembatasan kegiatan masyarakat diberlakukan, di mana masyarakat lebih memanfaatkan platform digital yang tersedia. Untuk itu Ramayana berusaha merangkul masyarakat melalui penguatan penjualan berbasis digital channel. Ramayana menyediakan fitur Pesan Antar melalui pemesanan via aplikasi Whatsapp dan aplikasi Member Card. Selain itu, Ramayana juga memanfaatkan berbagai marketplace di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, Blibli, dan JD.ID.

Ramayana merancang sistem pengendalian internal yang dikelola oleh dewan direksi, manajemen dan setiap karyawan dalam struktur perusahaan. Tujuan pengendalian internal adalah untuk memberikan keyakinan terkait dengan pencapaian tujuan Perusahaan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Pelaksanaan pengendalian internal berada dalam pengawasan Komite Audit. Sistem ini merupakan salah satu tolak ukur pelaksanaan dari prinsip GCG yang berfokus pada 3 (tiga) aspek, yaitu aspek keuangan, aspek operasional dan aspek keandalan laporan dan informasi.

BACA JUGA:  Motivasi Bukan Sekedar Omongan Motivator

Ramayana juga memiliki audit internal yang dibentuk untuk membantu Direksi dan Manajemen dalam mencapai tujuannya melalui pemantauan, pengelolaan risiko dan proses penerapan tata kelola perusahaan melalui pendekatan dan prosedur yang sistematis dan terukur. Audit internal beroperasi secara independen dan objektif untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian risiko dalam kegiatan usaha Ramayana, sehingga memberikan informasi dan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan pengendalian risiko.

Dengan pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien, Ramayana mampu meraup laba bersih di akhir tahun 2021 sebesar Rp170,58 miliar, meningkat 222,83% atau setara dengan Rp309,45 miliar, dimana pada tahun 2020 Ramayana memperoleh rugi bersih sebesar Rp138,87 miliar. Penerapan prinsip-prinsip seperti konsistensi, transparasi, akuntabilitas, kelangsungan hidup, standar akuntansi, pengelolaan dan integritas, membuar Ramayana dapat mengelola keuangan dengan baik.

Amirah Destiani Hermawan
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis

Pos terkait