Penerapan Manajemen Risiko untuk Meminimalisir Risiko Kredit Macet

Penerapan Manajemen Risiko untuk Meminimalisir Risiko Kredit Macet

DEPOK POS – Kredit macet adalah kondisi dimana debitur baik perorangan maupun badan usaha tidak mampu membayar cicilan atau hutang yang dimilikinya kepada pemberi pinjaman dengan tepat waktu. Dengan riwayat kredit yang buruk, maka akan berdampak saat debitur akan mengajukan pembiayaan ditempat lain. Dalam industri keuangan, kredit macet disebut juga sebagai Non-Performing Loan.

Keberadaan sektor perbankan sebagai lembaga penghimpun dana masyarakat semakin meningkat, ditandai dengan semakin tingginya penyaluran dana masyarakat ke sektor perbankan. Peningkatan tersebut juga meningkatkan resiko yang dihadapi oleh bank.

Berdasarkan hal tersebut, penting bagi bank untuk melaksanakan Penerapan manjemen risiko khususnya risiko kredit. Menyadari akan hal tersebut, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan berkenaan penerapan manajamen risiko bagi bank umum melalui Surat Edaran Bank Indonesia No.7/3/DPNP tanggal 31 Januari 2015.

Penyebab kredit macet

Sebelum dilakukan approval, Lembaga Keuangan melakukan kelayakan pengajuan kredit termasuk didalamnya analisa debt service ratio yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar hutang calon debitur dibandingkan dengan penghasilannya.

Berbicara mengenai perencanaan keuangan, alangkah baiknya debitur dapat menganalisa kebutuhan dalam meminjam yang disesuaikan dengan kemampuan membayarnya. Semisal, Anda membutuhkan dana sebesar Rp 70.000.000 untuk biaya renovasi rumah, usahakan meminjam pada kisaran nominal tersebut saja, tidak jauh dari biaya yang dibutuhkan.

BACA JUGA:  Tiktok Sebagai Sarana Penunjang Perkembangan Bisnis

Dan pada dasarnya kredit macet bermula dari tidak adanya itikad baik dari sang peminjam Karena dari pihak lembaga keuangan sudah memberikan kemudahan back sang peminjam untuk bisa meminjam uang dari lembaga keuangan dengan syarat yang cukup mudah dan ketika jatuh tempo dari pihak lembaga keuangan sudah memberi tahu atau memberikan Surat jatuh tempo agar sang peminjam tau apabila waktu peminjaman sudah berakhir Namun dari peminjam tidak menggubris peringatan yang diberikan oleh lembaga keuangan dan terjadilah kredit macet pada lembaga keuangan.

Setiap bulan ketika sudah jatuh tempo pun lembaga keuangan selalu memperingati atau memberi teguran kepada peminjam agar segera membayar utang kepada lembaga keuangan dan alhasil peminjam juga belum membayarkan hutangnya kepada lembaga keuangan.

Cara Mengatasi Kredit Macet

Untuk bisa menghindari kredit macet ada beberapa cara yaitu sebagai berikut:

Penjadwalan kembali (rescheduling)
Cara ini dilakukan dengan menyesuaikan tenor pinjaman Anda agar bisa kembali mencicil pembayaran kredit. Pihak bank akan memperpanjang tenor pinjaman dari debitur yang mengalami kredit macet.

BACA JUGA:  Pasar Tradisional, Tetap Bernilai Meskipun Tergerus Modernisasi

Hal ini dilakukan agar angsuran yang harus dibayar bisa semakin ringan. Perpanjangan tenor juga disesuaikan dengan kemampuan pembayaran debitur.

Persyaratan kembali (restructuring)
Cara kedua adalah dengan restructuring atau mengubah syarat-syarat peminjaman, yang mencakup perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu, dan persyaratan lainnya. Persyaratan kembali ini bisa dilakukan dengan syarat tidak mengubah maksimal plafon kredit.

Penataan kembali (reconditioning)
Cara ketiga adalah dengan penataan kembali, yaitu upaya pihak bank mengubah kondisi kredit untuk meringankan tanggung jawab debitur yang terlibat kredit macet. Hal ini dilakukan dengan cara menambah fasilitas kredit, mengonversi tunggakan menjadi pokok kredit baru, hingga penjadwalan dan persyaratan kembali.

Beberapa langkah -langkah penerapan manajemen risiko untuk meminimalisir resiko kredit macet dengan salah satu nya sendiri dari pihak bank dengan adanya menerapkan berbagai tahap dengan menghapus pembukuan kredit, pengtrukturan ulang dan penghentian penagihan. Namun dalam penerapan ini bank tidak hanya mengikuti hanya dengan langkah langkah itu saja tetapi harus ada pengawasan terlebih dahulu dengan kebijakan dan prosedur itu sendiri dengan berbagai pengawasan yang dilanjutkan dengan dengan pemantauan agar seimbangnya menerapkan manajemen risiko untuk meminimalisir kemacetam dalam kredit.

BACA JUGA:  Integritas dan Kecerdasan, Kunci Sukses Pemimpin Berkualitas

Dalam prosedur dalam menyelesikan kredit macet lakukan dengan cara pendekatan terhadap personal dengan penyelamatan kredit, dengan cara pihak bank melakulan penjadwalan ulang dan persyaratan kembali. Menyelamatkan da mendekati personal lebih awal untuk penyelamatkan kredit karna ada kredit yang macet dalam beberapa kasus yang ada sehingga tetap terjadinya kredit macet.

Adanya kredit macet dengan personal yang menyimpang dari pelaksanaan prosesur pengkreditan adapun tidak adanya itikad baik dari personal ataupun pemilik , pengurus atau pegawai bank dengan lemahnya info dari kredit macet. Dan yang fatal dari eksternal nya dari debitor yang kurang mampu menghadapi dari bidang kegagalan usaha.

Kesimpulan pada artikel adalah kredit macet yang disebabkan oleh telatnya pembayaran si peminkam itu dapat merugikan bank , namun disisi lain peminjam dapat berkonsultasi ulang atau pengaturan jadwal baru untuk pembayaran utang masa waktu utang tersebut. Agar tidak adanya kredit macet yang ada di lembaga keuangan.

Oleh Naylah Sakilatul Jannah, STEI SEBI

Pos terkait