Pengaruh Keluarga Harmonis terhadap Kesehatan Mental Anak

Pengaruh Keluarga Harmonis terhadap Kesehatan Mental Anak

 

Memiliki keluarga yang harmonis tentunya menjadi dambaan bagi setiap orang. Keluarga harmonis dapat terbentuk jika seluruh anggota keluarga dapat menunaikan hak dan kewajibannya dengan baik dan benar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016), keluarga adalah satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam masyarakat. Hal Ini berarti keluarga adalah orang yang paling terdekat dengan kita untuk bersosialisasi. Keluarga harmonis bisa disebut juga keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Seperti dalam QS. Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”.

Allah SWT. telah memerintahkan kita untuk sebisa mungkin menciptakan keluarga yang di dalamnya kita dapat merasakan ketentraman, rasa kasih dan sayang, kebahagiaan, dan penuh dengan kesejahteraan. Secara tidak langsung kita juga harus memilih pasangan yang tepat agar dapat mewujudkan keluarga harmonis yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada kita.

Hal ini sangatlah penting karena keadaan keluarga yang kita bentuk dapat berpengaruh pada kesehatan mental anak. Semakin harmonis keadaan keluarga yang dapat kita bentuk, akan semakin terjamin pula kesehatan mental anggota keluarga di dalamnya terutama anak. Menurut Hamid (2017), kesehatan mental merupakan keadaan dimana seseorang dapat terhindar dari segala macam keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis (gangguan jiwa) maupun psikosis (penyakit jiwa) (penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan sosialnya).

BACA JUGA:  Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Digital

Anak yang selalu mendapatkan kasih sayang tentunya akan memiliki keadaan mental yang berbeda dengan anak yang selalu melihat pertengkaran di keluarganya. Ini berarti keluarga yang bahagia dapat membuat mental anak sehat dan begitu pula sebaliknya, keluarga yang cenderung tidak bahagia dapat membuat mental anak tidak sehat.

Orang tua tentu memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk keluarga harmonis yang sehat bagi mental anak. Hal tersebut dikarenakan perilaku dan sikap yang diberikan oleh orang tua terhadap anak sejak dalam kandungan hingga dewasa akan menentukan tumbuh kembang dan perkembangan potensi pada diri anak anak kelak.

Apabila orang tua memperlakukan anak dengan cara yang baik, maka akan baik pula kehidupan dan kesehatan mental anak tersebut, begitupun sebaliknya apabila orang tua memperlakukan anaknya dengan cara yang buruk seperti menyelewengkan tanggung jawab, bertengkar di hadapan anak, dan memberikan pengasuhan yang kurang baik sebagaimana ajaran agama maka anak akan tumbuh dengan kesehatan mental yang buruk.

Seperti yang terjadi beberapa tahun ini, Tidak sedikit dari anak remaja hingga dewasa yang menceritakan mengenai keluh kesah mereka hidup dalam kondisi keluarga yang tidak harmonis atau berantakan melalui beberapa media platform seperti instagram, facebook, tiktok, dll. Mereka sering kali bercerita tentang beberapa ketidakadilan yang mereka dapatkan di dalam keluarga, perceraian orang tua, tuntutan-tuntutan dari orang tua yang dirasa sangatlah berat, hingga kekerasan verbal yang mereka dapatkan dari keluarga terutama orang tua mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masih cukup banyak orang tua dan keluarga yang abai terhadap kondisi kesehatan mental anak sehingga menyebabkan banyak dari anak tersebut memiliki kesehatan mental yang buruk.

BACA JUGA:  Tips Membuat Mental Anak Aman Pasca Perceraian Orang Tua

Oleh karena itu penting bagi keluarga terutama orang tua untuk mengenali lebih dalam mengenai ciri-ciri anak yang memiliki kesehatan mental yang buruk maupun baik, hal ini bertujuan agar para orang tua dapat lebih peduli dan peka terhadap kondisi mental anaknya.

Daradjat (dalam Hamid, 2017) menjelaskan beberapa ciri-ciri orang yang memiliki kesehatan mental yang baik, seperti memiliki attitude yang positif terhadap dirinya sendiri, dapat mengaktualisasikan diri, mandiri, punya persepsi yang objektif terhadap kenyataan yang ada, dan dapat mengimbangi kondisi diri dengan lingkungannya. Kemudian menurut Ariadi (2013) adapun ciri mental yang tidak sehat yaitu memiliki perasaan yang tidak aman dan nyaman, kurang punya kepercayaan diri, emosi yang tidak matang, kurang bisa memahami dirinya sendiri dan kurang merasa puas dalam dalam bersosialisasi.

Membentuk mental yang sehat dalam islam dapat dimulai dengan diajarkan beribadah sholat, ibadah ini memiliki manfaat besar untuk kesehatan mental karena dapat membuat hati menjadi lebih tenang. Kemudian mengajarkan dasar ilmu agama islam kepada anak, hal ini dapat membangun iman yang kuat dalam diri anak.

BACA JUGA:  Memahami Perasaan Anak dari Usia Dini Sampai Dewasa Awal

Adapun membangun mental yang sehat dalam psikologi dapat dimulai dengan membangun hubungan yang baik dengan anak, hal ini akan membuat anak menjadi terbuka kepada orang tua. kemudian bantulah membangun kepercayaan diri anak, upaya ini penting dilakukan agar anak dapat terdorong untuk berani mempelajari dan mencoba hal baru. Biarkan anak bermain, hal ini dapat menjadi waktu belajar bagi anak, ketika bermain anak akan mempelajari bagaimana memecahkan masalah dan bagaimana cara mengendalikan diri, selain itu anak akan terdorong untuk bersosialisasi dengan anak seusianya, bermain dengan teman sebaya akan membantu anak mengenali kelebihan maupun kekurangan dalam dirinya, serta dapat belajar untuk hidup berdampingan dengan orang lain.

Kemudian ajarkan anak untuk menikmati proses bukan hanya hasil, hal ini akan membangun jiwa kesabaran, selain itu menuntut anak untuk selalu menang dapat memicu ketakutan akan kegagalan, kekhawatiran mencoba hal baru dan membuat anak menjadi frustasi. Yang terakhir, ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak, karena rumah merupakan tempat pertama anak untuk mempelajari berbagai hal. Lingkungan dan keluarga yang harmonis dapat mendukung pembentukan mental anak yang sehat dan membantu dalam membangun kembali kepercayaan diri anak ketika mengalami kesulitan maupun permasalahan.

Oleh: Nur Fitriah, Haya Pratami Nareshwari, dan Resti Aliefia Wiguna
Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Pos terkait