Pengaruh Keluarga Sakinah Terhadap Perilaku Anak dalam Keluarga

Pengaruh Keluarga Sakinah Terhadap Perilaku Anak dalam Keluarga

DEPOK POS – Dalam memilih pasangan, tentu saja anda harus berhati-hati dan mengatur apa yang anda inginkan agar dapat menciptakan keluarga diinginkan. Keluarga yang diimpikan setiap orang adalah keluarga bahagia yang penuh kedamaian, cinta dan kasih sayang yang melimpah di antara anggota keluarga, serta prospek yang baik bagi masyarakat sekitar. Kehidupan keluarga merupakan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Kehidupan manusia tidak lepas dari apa yang disebut dengan keluarga.

Keluarga adalah sekumpulan individu yang dilindungi sebagai satu kesatuan yang terdiri dari unsur ibu, bapak dan anak atau suami istri dan anak. Untuk membentuk keluarga yang kuat, perlu disiapkan pandangan calon pasangan tentang dasar-dasar hidup bersama, serta pemahaman yang cukup tentang kehidupan keluarga untuk menciptakan keluarga yang sakinah.

Dalam islam, Keluarga sakinah adalah keluarga harmonis yang menerapkan sikap lemah lembut dalam bermusyawarah. Sebab sikap ini sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Umumnya anak-anak yang hidup dalam keluarga yang menerapkan prinsip-prinsip demokrasi cenderung memiliki harga diri yang tinggi, percaya diri, mudah menerima kritikan, mandiri, dan optimis.

BACA JUGA:  Pengaruh Positif Pondok Pesantren Terhadap Ekonomi Masyarakat

Menurut kami, keluarga adalah tempat untuk kembali setelah hari yang melelahkan. Kasih sayang dan komunikasi yang baik antar anggota keluarga dapat membuat seorang anak merasa dirinya dihargai dalam keluarganya, dan secara tidak langsung anak juga akan mencontoh perilaku yang ditunjukkan oleh orang tua antara lain kasih sayang yang ditunjukkan kepada anak, sikap peduli, tutur kata yang santun. Pendidikan keluarga yang baik membentuk kepribadian anak yang baik, perkembangan kepribadian anak dapat dibimbing dan dibentuk dengan bimbingan dan bantuan terutama keluarga, karena keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Pada dasarnya orang tua harus mendidik anaknya semaksimal mungkin agar memiliki kepribadian yang baik dan mulia.

BACA JUGA:  Persepsi Komunikasi Terhadap Penggunaan Marketlace

Di dalam lingkungan suatu keluarga di mana anak-anak berinteraksi baik dengan ke dua orang tuanya bersama anggota keluarga lainnya, maka mereka dengan sendirinya akan praktis memperoleh sentuhan pendidikan formal berupa pembentukan pembiasaan-pembiasaan cara makan, tidur, bangun pagi, berpakaian, sopan santun dan sebagainya. Demikian pula dengan pendidikan informal pada dalam keluarga akan banyak membantu pada meletakkan dasar-dasar pembentukan perilaku anak. Salah satu kunci utama dalam membangun keluarga yang sakinah ialah dengan mewujudkan harmonisasi korelasi antara anggota keluarga. Kebahagiaan ini diperoleh apabila keluarga dapat memerankan manfaatnya secara baik. Fungsi dasar keluarga adalah menyampaikan rasa memiliki, rasa aman, afeksi serta menyebarkan korelasi yang baik di antara anggota keluarga.

Menurut pemahaman kelompok kami, hubungan cinta keluarga tidak terbatas hanya pada perasaan, tetapi juga mencakup kepedulian, tanggung jawab, perhatian, pengertian, rasa hormat dan keinginan untuk berkembang dalam hubungannya dengan anak-anak dan setiap anggota keluarga. Wujudkan kasih sayang dalam keluarga dengan rasa hormat, santun dan tanggung jawab (dengan rasa kewajiban) antara suami istri dan sebaliknya antara istri dan suami, orang tua dan anak, anak dan orang tua dan saudara, adik dan kakak.

BACA JUGA:  Tips Belajar Efektif Untuk Mahasiswa

Memenuhi kewajiban dan hak setiap anggota keluarga dapat menciptakan suasana kasih sayang (mawaddah warahmah) Keduanya harus bertanggung jawab. Itulah sebabnya hubungan antara orang tua dan anak terbuka satu sama lain, orang tua harus menjelaskan cinta dan kasih sayang mereka, penuh perhatian, adil dan mampu menciptakan suasana yang terbuka, sehingga anak dapat dengan bebas mengungkapkan perasaan dan masalahnya. Seorang anak wajib menghormati dan menunjukkan kasih sayangnya dengan selalu mendoakan orang tuanya.

Ervina Hana Salsa
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pos terkait