Pengaruh Komunikasi Bisnis Terhadap Keberhasilan Strategi Pemasaran

Santri asal Tegal ini tidak bisa mengaji seperti santri lain karena keterbatasannya.

DEPOK POS – Kopi adalah bagian dari salah satu produk penting dalam sektor perkebunan yang menjadi bahan perdagangan penting dunia dan melibatkan jaringan perdagangan dari negara berkembang ke negara maju yang menjadi konsumen utama (Fahmi et al. 2013). Perkembangan kopi di Indonesia dimulai sejak abad ke 16 atau tepatnya pada tahun 1696 di bawah kekuasaan penjajah Belanda. Pada waktu tersebut, India mengirimkan bibit kopi Yemen atau Arabica kepada gubernur Belanda yang berkuasa di Indonesia untuk melakukan pengembangan bibit kopi yang diberikan khususnya di wilayah Batavia.

Dampak dari kegigihan para petani kopi pada waktu itu menjadikan kopi berhasil tumbuh dan memiliki kualitas yang baik di Indonesia hingga saat ini. Menurut data International Coffee Organization (ICO), menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara dengan konsumsi kopi terbesar kelima di dunia pada periode 2020/2021, setidaknya ada 5 juta kantong berukuran 60 kilogram yang telah menjadi konsumsi dalam negeri. Jumlah tersebut merupakan konsumsi kopi tertinggi di Indonesia dalam kurun waktu sedekade terakhir.

Tingginya tingkat konsumsi kopi di Indonesia tentu menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para pelaku usaha. Hal tersebut selaras dengan respons positif yang diberikan oleh pelaku usaha yakni dengan pesatnya kemunculan toko-toko kopi kekinian saat ini. Dengan menjamurnya toko-toko kopi di Indonesia tentu akan membawa dampak terhadap perubahan gaya hidup masyarakat. Sekarang ini, banyak dari sebagian masyarakat rela menghabiskan waktu yang mereka miliki dengan hanya mengonsumsi kopi di toko-toko kopi kekinian untuk memenuhi gaya hidup mereka.

BACA JUGA:  Cara Klaim Asuransi Mobil All Risk

Namun, dengan banyaknya toko-toko kopi di Indonesia tentu akan mengakibatkan terhadap tingginya persaingan pasar. Persaingan pasar hanya akan dimenangkan oleh mereka yang telah memiliki strategi dalam mengkomunikasikan bisnisnya secara efektif dan efisien. Komunikasi bisnis merupakan interaksi yang terjadi antara pelaku-pelaku bisnis dalam mengkomunikasikan hal-hal yang berhubungan dengan bisnis, dimulai dari menarik perhatian calon pelanggan (attention), memunculkan rasa suka (interest), meningkatkan keinginan membeli (desire), hingga terjadinya proses transaksi (action).

Purwanto et al (2011) mengungkapkan bahwa komunikasi bisnis merupakan bentuk komunikasi dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik verbal maupun nonverbal dan dapat dilakukan dengan menggunakan dua jenis saluran yaitu personal dan non personal. Sekarang ini, dengan selalu meningkatnya penggunaan internet, banyak pelaku usaha yang mulai menggunakan internet sebagai saluran non personal dalam mengkomunikasikan bisnisnya termasuk bisnis Food and Beverage, salah satu salurannya adalah media sosial yang dalam penggunaannya tidak membutuhkan biaya yang besar seperti Instagram, Facebook, Twitter.

Dalam hal ini, setidaknya Toko Kopi Tuku menjadi contoh bagi mereka para pengusaha kopi, tidak hanya untuk dapat bertahan melawan persaingan pasar tetapi juga untuk dapat mengembangkan usaha kopi yang mereka miliki. Kopi Tuku didirikan pada tahun 2015 dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kopi yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia (Mone, 2019). Berawal dari sebuah toko kecil di Jalan Cipete Raya sampai pada akhirnya dapat memiliki puluhan toko yang tersebar di Indonesia.

BACA JUGA:  Membangun Kebiasaan Positif, Memulai Hari dengan Kegiatan Bermanfaat

Jika dibandingkan dengan toko-toko kopi lain yang serupa, memang secara signifikan tidak ada yang berbeda. Tetapi jika ditelusuri lebih dalam, banyak dari penikmat dari Kopi Tuku yang memberikan feedback bahwa kopi di toko ini memiliki konsistensi rasa yang enak dalam setiap gelas kopi yang disajikan pada semua toko yang dimiliki oleh Kopi Tuku. Hal ini yang menjadi dasar bagi pelanggan Kopi Tuku untuk bertahan dan memiliki loyalitas terhadap produk dari Kopi Tuku.

Dari segi komunikasi bisnis, dengan kopi yang memiliki konsistensi rasa dalam setiap toko yang dimiliki tentu akan memberikan daya tarik serta rasa penasaran bagi calon pelanggan baru yang belum pernah mencoba kopi ini, hingga pada akhirnya melakukan pembelian pertama kopi tersebut.

Secara verbal, Kopi Tuku telah melakukan komunikasi bisnisnya menggunakan media sosial Instagram yang bertujuan untuk mendapatkan pelanggan baru lebih luas dengan menawarkan promosi yang dapat menarik perhatian masyarakat. Dalam hal ini, Kopi Tuku mengemas promosinya lewat instagram secara kreatif dengan tidak hanya berisikan informasi produknya melainkan juga memberikan kisah-kisah dari pelanggan dan dukungan terhadap kegiatan sosial yang dilakukan olehnya, sehingga mampu meningkatkan ketertarikan pelanggan dan membawa pada pengalaman baru yang di dapat oleh pelanggan.

BACA JUGA:  Kenali People Pleaser yuk!

Lebih lanjut, secara nonverbal, ada beberapa hal yang telah dilakukan oleh Kopi Tuku seperti tampilan toko dengan etalase di setiap toko yang berisikan kudapan-kudapan, bentuk logo dengan ciri khas penggabungan antara cup minuman dan biji kopi, serta baristanya yang ramah dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

Menurut Kotler dan Armstrong (2018:29) Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan organisasi mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui menciptakan dan bertukar nilai dengan orang lain. Sebagai pioneer inovasi penyajian kopi, Kopi Tuku tentu memiliki strateginya sendiri dalam menjalankan bauran pemasaran produknya dimulai dari produk yang konsisten, harga yang terjangkau sampai dengan tokonya yang nyaman untuk dapat menahan pelanggan agar lebih lama dalam menikmati produk Kopi Tuku.

Melalui komunikasi bisnis dan strategi yang dilakukan oleh Kopi Tuku dapat dilihat bahwa Kopi Tuku sekarang tidak hanya mampu bertahan dan berkembang tetapi juga berhasil membuat perubahan terhadap meningkatnya industri kopi di Indonesia. Melihat keberhasilan Kopi Tuku, tentu tidak lepas dari konsistensi rasa yang dimiliki dan terus dijaga hingga kini sebab harga yang murah serta tempat yang nyaman tidak akan mampu untuk mendapatkan loyalitas dari konsumen jika rasa yang disajikan tidak sesuai dengan keinginan dari kebanyakan permintaaan konsumen.

Ikhsan Romadhan

Pos terkait