Pengaruh Pengawasan Mutu Terhadap Pemeriksaan Trombosit

Pengaruh Pengawasan Mutu Terhadap Pemeriksaan Trombosit

 

Kualitas adalah serangkaian karakteristik dari suatu produk (barang maupun jasa) yang dapat mendukung performansinya untuk memenuhi kebutuhan yang telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan sesuai standar untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

Kualitas ditentukan oleh pelanggan / konsumen. Pelanggan / konsumen menginginkan produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan dan harapan.

Mutu adalah kepuasan pelanggan terhadap suatu produk atau jasa.

⦁ ISO 9000 : Bentuk keseluruhan dan karakteristik dari sebuah produk atau jasa yang mempunyai kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat.

⦁ American Society for Quality Control : Gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuannya untuk memberikan kebutuhan kepuasan.

Standar Mutu :
1. Memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.
2. Mencakup produk, layanan dan termasuk manusia/petugas, proses dan lingkungan
3. Dinamis

Trombosit

Trombosit merupakan sel darah yang berfungsi dalam hemostasis. Sel ini tidak berinti. Trombosit memiliki ukuran sebesar 2 – 4 μm dan berbentuk cakram bikonveks. Umur trombosit dalam sirkulasi darah adalah 8 – 10 hari.

BACA JUGA:  Mengatasi Penuaan Kulit: 7 Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Trombosit pada orang dewasa dihasilkan di sumsum tulang melalui fragmentasi sitoplasma pada megakariosit. Setiap megakarosit menghasilkan 1000 – 5000 trombosit. Sedangkan trombosit pada bayi di hasilkan di Yolk Salt, hati, dan limpa. Yang mengatur jumlah dan kecepatan produksi trombosit adalah Trombopoietin yang terletak di liver dan ginjal.

Peran trombosit dalam hemostasis antara lain adalah melindungi dinding pembuluh darah bagian dalam, membantu mempertahankan integritas pembuluh darah, dan menghasilkan zat kimia tertentu yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Manfaat pengawasan mutu

Pengawasan mutu yang kita lakukan ini dapat memberikan banyak manfaat seperti, meningkatkan moral tenaga ATLM dan kualitas Laboratorium, melakukan pembuktian apabila ditemukan hasil yang meragukan oleh konsumen karena sering tidak sesuai dengan gejala klinis, dan dapat menghemat biaya pasien karena berkurangnya kesalahan.

BACA JUGA:  Urgensi Kesehatan Mental bagi Remaja

Pemantapan Mutu Internal dan Eksternal

Pencegahan dan pengawasan pada Mutu Internal dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara terus-menerus agar tidak terjadi atau mengurangi kejadian error/penyimpangan sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Manfaatnya antara lain, mutu presisi akurasi meningkat dan kepercayaan dokter meningkat.

Menurut Permenkes No. 411 Tahun 2010 pasal 6, Pemantapan mutu eksternal merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara periodik oleh pihak di luar laboratorium untuk memantau dan menilai penampilan suatu laboratorium. Biasanya yang menyelenggarakan acara ini adalah pemerintah, swasta atau internasional.

Pengaruh Mutu terhadap pemeriksaan Trombosit

Mutu sangat berpengaruh terhadap pemeriksaan trombosit. Untuk itu, kita perlu melakukan pengawasan mutu untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium sesuai dengan persyaratan. Pengawasan mutu meliputi semua tahapan yakni pra analitik, analitik, dan post analitik.

BACA JUGA:  Mengenal Manfaat Wortel untuk Kesehatan

Pengawasan mutu trombosit untuk pra Analitik yakni, Identitas pasien, kondisi pasien, data riwayat klinis pasien, sampel representatif, serta pengolahan dan penyimpanan sampel. Untuk Analitik yakni, maintenance/kalibrasi alat (Log alat), kondisi reagen (Form persiapan harian), Quality Control (CVa Trombosit 7 dan Tea Trombosit 20,2), dan prosedur (pedoman dan IK). Untuk Post Analitik yakni, pencatatan hasil (interfacing), interpretasi hasil (nilai rujukan), dan pelaporan hasil (Status klinis pasien, jenis kelamin, usia).

Pengawasan mutu ini sangat berpengaruh terhadap ketelitian dan ketepatan pemeriksaan trombosit. Oleh karena itu, pengawasan ini harus dilakukan di semua bagian dan tahap. Semua petugas laboratorium bertanggung jawab terhadap mutu, dan setiap penyimpangan atau kesalahan dicari akar penyebab, tindakan perbaikan, dan cara pencegahannya.

Saja Alya Nursuha
Mahasiswa Prodi TLM Universitas Binawan

Pos terkait