Penghargaan bagi Pembangunan Daerah Terbaik: Pj. Gubernur Apresiasi Sinergi Bupati dan Wali Kota Se-Sumatra

MJ. Sumatra Utara – Pejabat Gubernur Sementara Sumatera Utara, Dr. Hassanudin, memberikan penghargaan kepada daerah pembangunan terbaik di provinsi tersebut. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi daerah dalam memajukan pembangunan.

Dalam acara pemberian penghargaan, terdapat dua kategori penerima, yaitu kabupaten dan kota. Kabupaten Serdang Bedagai meraih posisi terbaik pertama, diikuti oleh Kabupaten Deli serdang sebagai terbaik kedua, dan Tapanuli Selatan sebagai terbaik ketiga.

BACA JUGA:  Babinsa Koramil 426-04/BA Memantau Proses Pengecoran Realisasi Dana Desa

Sementara itu, dalam kategori kota, Pematangsiantar meraih peringkat terbaik pertama, disusul oleh Kota Medan sebagai terbaik kedua, dan Padangsidimpuan sebagai terbaik ketiga.

Pj. Gubernur Hassanudin juga menyoroti sinergi yang baik antara pemerintah kabupaten dan kota dengan Pemerintah Provinsi Sumut. Ia menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan dukungan yang diberikan dalam upaya bersama membangun Sumatra Utara.

“Kami mengapresiasi upaya semua pihak, termasuk kepala daerah dan jajaran, yang bersama-sama dengan Pemprov Sumut berkontribusi dalam mewujudkan Sumatra Utara yang sejahtera melalui pembangunan,” ujar Hassanudin saat pembukaan Musrenbang di Hotel Santika, Medan, Jumat (8/3).

BACA JUGA:  Polres Demak Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional

Selain penghargaan untuk daerah, Hassanudin juga memberikan penghargaan kepada Kabupaten Tapanuli Utara dan Labuhan Batu Utara atas indeks pengelolaan keuangan daerah yang dinilai “Baik”. Penghargaan juga diberikan kepada sepuluh kabupaten dan kota terbaik atas realisasi belanja APBD 2023.

BACA JUGA:  KPK Diminta Usut Tuntas Kasus Proyek SPAM di Kab. Pesaweran Provinsi Lampung

Hassanudin menekankan pentingnya transparansi dalam serapan APBD, sebagai penggerak perekonomian daerah. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di Sumatra Utara, termasuk penurunan angka prevalensi stunting yang ditargetkan mencapai 14% pada tahun 2024.

Sinergi ini terlihat melalui penandatanganan rembuk stunting Provinsi Sumut, menutup sambutannya. Dengan itu, harapannya Sumatra Utara dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

Pos terkait