Pengobatan Herbal Untuk Diabetes Mellitus

Pengobatan Herbal Untuk Diabetes Mellitus

 

Diabetes melitus (DM) yang dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula darah adalah sekelompok penyakit kronis ini yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas 150 mg/dl, dengan batas normal glukosa darah 70-150 mg/dl. Di akibatkan adanya gangguan pada sistem metabolisme tubuh, dimana pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh (Ernawati, 2013). Diabetes merupakan penyakit yang mempengaruhi kualitas hidup penderitanya dan dapat menyebabkan kematian. Pengobatan jangka panjang dan mempengaruhi finansial seorang penderita diabetes karena biaya pengobatan diabetes memiliki biaya yang tidak sedikit (Ernawati, 2013).

Dijelaskan pula bahwa penyebab diabetes diakibatkan karena peningkatan jumlah Pitta (api) pada salah satu unsur tri-dosha dalam tubuh manusia (Vridhi). Tri-Dosha yang dikenal sebagai cairan humoral yang merupakan bagian dari metabolit sel jaringan tubuh, yang terdiri dari Vatta, Pitta dan Kapha. Ketiganya sering diidentikkan dengan Udara, Api dan Air. Ketika ketiganya seimbang, maka tubuh menjadi sehat. Sebaliknya, jika keberadaan tidak seimbang, tubuh menjadi sakit. Untuk menyembuhkannya, seseorang harus berusaha mengembalikan keseimbangan ketiga unsur tri-dosha.

BACA JUGA:  Kunyit sebagai obat alami meredakan sakit gigi

Bahkan di abad ke-21 ini, meskipun di dunia kedokteran semakin meningkat, tumbuhan masih menjadi salah satu bahan terpenting yang digunakan dalam pembuatan obat-obatan. Peningkatan di bidang kedokteran ditandai dengan ditemukannya berbagai obat sintetik dari bahan kimia, tetapi penggunaan obat tradisional dari tumbuhan tidak dapat dikesampingkan (Zega et al, 2016:315).

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional untuk berbagai macam penyakit sudah dikenal di berbagai kalangan, salah satunya bentuk pengobatan alternatif adalah pengobatan tradisional dari bahan alam antara lain penyakit diabetes melitus. Penggunaan bahan alam seperti obat-obatan dan makanan olahan cenderung meningkat, apalagi dengan peningkatan tenaga

Lebih dari 500 spesies tanaman telah terbukti memiliki efek hipoglikemik karena tanaman tersebut mengandung senyawa dengan sifat antidiabetes.

Contoh tanaman herbal untuk pengobatan diabetes mellitus :

Daun sambiloto, nama latinnya adalah Andrographis paniculata merupakan salah satu tanaman obat yang sangat sering digunakan oleh masyarakat Desa Minanga sebagai obat diabetes, karena masyarakat Desa Minanga percaya bahwa daun sambilot bersama dengan sambilot sangat berkhasiat. sangat efektif dalam mengurangi gula darah untuk mengurangi. Majalah juga mudah ditemukan. Bahan aktif daun sambiloto adalah andrografolida dan glikosida terpene. Andrographolide merupakan senyawa aktif antibakteri dan antidiabetes. Andrographolide merupakan senyawa utama dalam daun sambilotto yang dapat menurunkan gula darah. Cara pengobatannya juga sangat sederhana, masukkan beberapa helai daun sambilot segar, rebus 1 liter air yang sudah mengandung sambilot hingga mendidih, tunggu hingga tersisa satu gelas dan tidak terlalu panas. , kemudian gunakan secara teratur.

BACA JUGA:  Diet DASH Menurunkan Tekanan Darah, Emang Bisa?

Daun sirih merah, nama latinnya adalah Piper ornatum juga merupakan salah satu tanaman obat yang sering digunakan masyarakat desa Minanga sebagai obat diabetes karena masyarakat percaya bahwa kemampuan tanaman ini untuk menurunkan gula darah sudah diakui oleh masyarakat. sebagai obat diabetes paling ampuh. Cara pembuatannya yaitu siapkan 3 lembar daun sirih merah yang sudah setengah tua, cuci bersih lalu potong kecil-kecil. Rebus tiga gelas air dan minum tiga kali sehari sebelum makan.

Daun kemangi, nama latinnya adalah Ocimum basilicum. Cara pengobatannya sangat simple yaitu siapkan daun kemangi segar, cuci bersih, tambahkan segelas air lalu rebus, setelah mendidih saring dan minum air rebusan tersebut sehari sekali. Metode aplikasinya adalah campuran obat atau pengobatan modern, yaitu. setelah satu sampai dua jam minum obat modern dulu, baru obat tradisional.

BACA JUGA:  Benarkah Orang yang Pernah Terkena COVID-19 Mengalami Perubahan Mental dan Kognitif?

Daun kumis kucing, nama latinnya adalah Orthosiphon aristatus merupakan tanaman obat yang sangat sering digunakan sebagai obat antihipertensi oleh penduduk desa Minanga, karena sebagian masyarakat percaya bahwa tanaman ini sangat ampuh dalam menurunkan tekanan darah dan diakui paling banyak. efektif. pengencer darah Cara perawatannya siapkan 20 lembar daun kumis kucing, masukkan ke dalam 150ml air dan panaskan dengan api kecil hingga menjadi 100ml. Minum 3 kali sehari.

Daun pepaya, nama latinnya adalah Carica Papaya L. Cara pembuatannya sangay singkat yaitu siapkan tiga lembar daun pepaya yang mudah dicuci, lalu tambahkan air, saring dan minum dua kali sehari, di pagi dan sore hari.

Penulis: audreyagustinw@gmail.com

Pos terkait