Pentingnya Audit Syariah Eksternal

Pentingnya Audit Syariah Eksternal

DEPOK POS – Dari jurnal yang ditulis oleh Md. Kausar Alam, Abu UF Ahmad dan Aishath Muneeza dengsn judul External Shari’ah audit and review committee Vis-a-Vis Shari’ah compliance quality and accountability: A case of Islamic banks in Bangladesh telah meneliti terkait hal bagaimana relevansi audit syariah eksternal dan komite peninjau dalam meningkatkan tingkat kualitas kepatuhan syariah dan akuntabilitas Islam manajemen bank di bangladesh.

Dalam operasi syariah resiko dalam keuangan islam yang menandakan bahwa kemungkinan ketidak sesuaian dengan syariah yaitu kepatuhan syariah, bank islam juga harus memastikan bahwa aturan-aturan syariah itu tidak dikompromikan karena mematuhinya adalah ini dari perbankan islam. Dari hal ini fungsi dari audit syariah itu dibutuhkan guna memastikan bahwa semua kegiatan lembaga keuangan islam patuh terhadap prinsip-prinsip syariah dan juga mengetahui bagaimana pelanggaran prinsip-prinsip sehingga dapat diamati dan di perbaiki.

Praktik audit syariah ini selalu berdampingan dengan praktik hisbah yang di mana akuntabilitasnya itu ditanamkan dalam islam oleh karenanya konsep audit tidak sepenuhnya asing bagi syariah, audit syariah merupakan salah satu dari komponen utama tata kelola syariah, audit syariah juga dilakukan oleh auditor syariah yang mengikuti pedoman dan juga peraturannya dengan tujuan untuk mengkonfirmasi dari proses pengendalian yang efektif yang secara mutlak mengikuti syariah. Oleh karenanya auditor syariah juga harus ahli dalah hal yang berkaitan dengan transaksi keuangan berbasis syariah, ekonomi, keuangan islam dan fikih.

BACA JUGA:  Peran Audit Internal dalam Mengelola Tata Kelola Lembaga Zakat di Malaysia

Beberapa pendapat mengatakan bahwa audit syariah harus dilakukan mandiri dan dapat dilakukan baik secara internal maupun eksternal, sedangkan tinjauan syariahnya terkait penilaian yang dilakukan manajemen melalui petugas departemen syaria’ah, disinilah auditir bertanggung jawab untum membuat dan mengartikulasikan atas laporan keuangan yang dibuat, selain itu auditor eksternal harus menerima dokumen yang tepat dan memadai serta informasi untuk memastikan kepatuhan syariah. Tetapi auditor syariah tidak bertanggung jawab atas pencegahan penipuan dan kesalaha namun ia akan bertanggung jawab jika itu karena kelalaiannya dalam periode audit berlangsung.

Dalam penelitian ini dituliskan bahwa penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mencapai tujuannya, studi ini telah memilih wawancara semi terstruktur untuk memperluas lebih banyak data yang terkait dengan penelitian ini dan untuk memiliki pemahaman yang lebih luas tentang aspek praktis dari materi pelajaran, Sistem wawancara tatap muka diterapkan untuk pengumpulan data Dengan menggunakan taktik ini, peneliti dapat dengan mudah mengeksplorasi tanggapan mendalam dari responden. Teknik ini membantu partisipasi dalam memahami pertanyaan penelitian lebih jelas.

BACA JUGA:  Tata Kelola Syariah Bank Syariah di Bangladesh

Mengingat tujuan penelitian dan sebagai tanggapan atas kuesionernya, disitu dikatakan responden berpendapat bahwa mengingat fakta bahwa Bangladesh tidak memiliki entitas untuk melakukan audit eksternal, penting untuk memiliki komite seperti itu. Studi ini menemukan bahwa dalam praktik saat ini, Direksi dan manajemen mencoba mempengaruhi fungsi audit petugas DPS dan Syar’ah. Oleh karena itu, pembentukan ESA dan tim peninjau atau otoritas adalah kebutuhan waktu untuk memastikan kinerja IB yang lebih baik dalam hal penerapan Syariah yang menjadi komitmen mereka klien mereka dan pemangku kepentingan lainnya. Simak komentar berikut terkait pernyataan tersebut.

BACA JUGA:  Tingkatan Pengawasan Lembaga Keuangan Syariah

Kesimpulan dari hasil pembahasan diatas adalah Studi ini menemukan bahwa Bangladesh memerlukan ESA dari BB, firma akuntansi syariah atau firma audit Syariah untuk meningkatkan kualitas Syariah kepatuhan dan mewajibkan Direksi dan manajemen untuk mematuhi Syariah prinsip. ESA harus dilakukan secara independen dengan kerjasama CSSB dan SSB kelembagaan. Studi ini menyarankan bahwa BB harus melatih para eksekutifnya untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memantau keseluruhan eksternal fungsi audit dan memberikan pedoman yang tepat untuk komite yang melakukan proses ESA. Responden penelitian menyarankan bahwa komite ini harus melapor kepada BB dan Direksi IB untuk mengambil inisiatif yang tepat untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kepatuhan Syariah kualitas. Akhirnya, harus ada upaya gabungan dari semua pihak badan terkait fungsi audit ini. Selanjutnya, penelitian ini menguraikan keprihatinan serius tentang kekurangan fungsi audit dan kinerja DPS manajemen dan petugas Syari’ah lebih Dari yang diperlukan audit Syariah.

Penulis: Nur Arviah (STEI SEBI)

Pos terkait