Pentingnya Investasi Untuk Masa Depan

DEPOKPOS – Dalam kamus ekonomi yang disusun oleh Winardi (1992), dikemukakan bahwa dalam teori ekonomi, investasi berarti pembelian alat – alat produksi (termasuk didalamnya benda – benda untuk dijual), dengan modal berupa uang.

Penting bagi setiap orang untuk memulai investasi sejak dini dan membuat rencana keuangan yang baik untuk masa depan.

Oleh karena itu, mari kita bahas lebih lanjut mengenai pentingnya investasi untuk masa depan.

Apa itu Investasi?

Investasi adalah penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham – saham dan surat berharga lain nya untuk memperoleh keuntungan. Singkatnya, melalui investasi, seseorang berharap nilai dari suatu aset akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Perlu dipahami bahwa keuntungan yang didapatkan dari investasi dapat berupa bunga, dividen, royalti atau uang sewa.

Mengapa Investasi Penting?

Secara lebih khusus lagi, ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan kegiatan investasi, antara lain sebagai berikut ini.

⦁ Meningkatkan nilai aset.
Investasi dapat membantu meningkatkan nilai aset Anda, seperti saham, obligasi, atau properti.

⦁ Menghasilkan pendapatan pasif.
Beberapa jenis investasi seperti properti atau saham dapat menghasilkan pendapatan pasif dalam bentuk sewa atau dividen.

BACA JUGA:  Inovasi Cilok Kuah Instan

⦁ Melindungi dari inflasi.
Investasi dapat membantu melindungi nilai uang Anda dari inflasi dengan memberikan pengembalian yang lebih tinggi dari tingkat inflasi.

⦁ Memperluas portofolio keuangan.
Investasi dapat membantu Anda memperluas portofolio keuangan Anda dan mengurangi risiko dengan mengalokasikan dana ke berbagai jenis investasi.

⦁ Meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan keuangan.
Investasi dapat membantu Anda mencapai tujuan keuangan jangka panjang seperti pensiun, pendidikan anak, atau pembelian rumah.

Jenis Investasi Pilihan untuk Masa Depan

Menurut jangka waktunya investasi terdiri dari tiga macam, yaitu investasi jangka pendek, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang.

⦁ Investasi jangka pendek
Investasi dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun, seperti deposito atau obligasi jangka pendek.

⦁ Investasi jangka menengah
Investasi dengan jangka waktu 1-5 tahun, seperti saham atau reksadana saham.

⦁ Investasi jangka Panjang
Investasi dengan jangka waktu lebih dari 5 tahun, seperti investasi properti atau investasi pensiun.

Penting untuk memilih jangka waktu investasi yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan finansial Anda.
Sementara itu, jenis investasi berdasarkan bentuknya, ada dua yaitu investasi aktiva riil dan investasi aktiva finansial. Investasi aktiva riil merupakan aktivitas investasi yang dilakukan dengan aset investasi yang terlihat atau tidak terlihat seperti tanah, properti, dan logam mulia (emas). Adapun investasi aktiva finansial adalah aktivitas investasi dengan aset investasi dalam bentuk sekuritas seperti saham, reksa dana, obligasi dan deposito.

BACA JUGA:  BCA Syariah Tawarkan Pembiayaan Murabahah Emas di BCA Expoversary 2024

⦁ Investasi Properti (Investasi Real Estate)
Investasi properti adalah salah satu jenis investasi berbentuk fisik. Investasi ini memiliki benda fisik yang nyata. Investasi properti sangat menguntungkan karena harganya terus meningkat setiap tahun.
Sebagai contoh, Anda dapat membeli atau memiliki properti seperti rumah, apartemen, atau gedung komersial dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai properti atau pendapatan sewa.

⦁ Emas
Risiko investasi emas juga rendah. Nilainya cenderung stabil dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jika ingin berinvestasi emas, sebaiknya pilih emas batangan. Berbeda dengan emas perhiasan, nilai emas batangan ini murni dinilai dari beratnya. Anda juga harus menyiapkan tempat untuk menyimpan emas yang sudah dibeli. Untuk penyimpanan, Anda bisa menyimpannya sendiri atau menyewa deposit box di bank.

BACA JUGA:  Ancaman Ekonomi yang Bisa Terjadi pada Suatu Negara dan Penangannnya dalam Islam

⦁ Investasi Saham
Dengan memiliki saham di perusahaan publik dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham atau pembayaran dividen.

⦁ Investasi Obligasi
Membeli obligasi dari pemerintah atau perusahaan dan mendapatkan keuntungan dari bunga yang dibayarkan.

⦁ Investasi Reksadana
Menyimpan uang dalam reksadana, yang merupakan kumpulan dana dari investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan dalam berbagai jenis aset seperti saham, obligasi, atau properti.

⦁ Investasi Valuta Asing
Membeli mata uang asing dan mendapatkan keuntungan dari perbedaan nilai tukar.

Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Beberapa faktor yang membuat orang belum sadar akan investasi antara lain :

⦁ Kurangnya pengetahuan tentang investasi
⦁ Ketakutan kehilangan uang
⦁ Kurangnya disiplin dalam mengelola keuangan, dan prioritas yang salah dalam pengeluaran uang.

Selain itu, terkadang orang merasa sulit untuk memulai investasi karena merasa tidak memiliki cukup uang untuk diinvestasikan atau tidak tahu dari mana memulainya.

Indah Mayasari
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Binawan

Pos terkait