Pentingnya Komunikasi dalam Suatu Organisasi

Pentingnya Komunikasi dalam Suatu Organisasi

Komunikasi bisnis yang efektif mempengaruhi semangat kerja karyawan guna meningkatkan produktivitas kinerja di suatu perusahaan

Komunikasi merupakan aktivitas timbal balik antara satu sumber kepada sumber penerima untuk mengutarakan suatu pesan, pendapat, atau informasi yang berusaha untuk memberikan pengertian dengan cara menyampaikan pesan tersebut kepada orang lain. Komunikator harus menyampaikan pesan tersebut kepada komunikan dengan jelas agar informasi tersebut tersampaikan dengan baik.

Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, pada dasarnya manusia tidak dapat berdiri sendiri , dikatakan makhluk sosial karena manusia dapat berhubungan dengan baik dengan cara komunikasi antaranya : beradu muka melalui kata-kata, gerak mata, perubahan wajah atau gerak tubuh lainnya dalam kehidupan sehari-hari , lingkungan rumah, lingkungan sekolah bahkan dalam organisasi ataupun di mana saja manusia berada.

Dalam perusahaan memiliki keterkaitan besar antara komunikasi dan kinerja, hal ini dikarenakan terdapat Perbedaan dalam tempat kerja memberikan sisi positif dan sisi negatif untuk perkembangan sebuah perusahaan. Salah satu perbedaan di dunia kerja adalah usia. sebagai mana kita tahu komunikasi yang baik terhadap sesama pegawai dapat meningkatkan semangat kerja dan produktivitas kinerja karyawan. Hal ini disebabkan karena komunikasi yang baik ada beberapa hal yang motivasi pendorong yaitu adanya fungsi manajemen lebih baik, koordinasi dalam organisasi dapat berjalan dengan baik, komunikasi yang baik dapat meningkatkan semangat kerja pegawai karena meningkatnya hal ini dapat meningkatkan produktivitas dan energi dalam menyelesaikan tugas dengan tepat.

BACA JUGA:  Ketimpangan Infrastruktur di Indonesia

Semangat kerja yang baik dapat dilihat apabila karyawan merasa senang dan optimis mengerjakan seluruh tugas tugas nya. Sebaliknya semangat kerja yang rendah dapat dilihat apabila pegawai terlihat tidak puas, lekas marah, suka membantah, gelisah dan pesimis terhadap tugas dan pekerjaannya. Jadi, dari beberapa pendapat di atas, maka dapat dinyatakan, bahwa yang dimaksud dengan semangat kerja adalah sikap mental dari individu atau kelompok yang menunjukkan kegairahan untuk melaksanakan pekerjaannya sehingga mendorong untuk mampu bekerja sama dan dapat memperkecil kekeliruan serta dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

BACA JUGA:  Pentingnya Pemahaman Lintas Budaya dalam Komunikasi Bisnis

Gambar di atas menjelaskan kedekatan antara kepala toko dan karyawan senior komunikasi antara kepala toko dan karyawan senior dan junior , kepala toko merupakan seseorang dengan posisi yang bertugas dan memiliki tanggung jawab penuh pada seluruh toko dan juga semua staf yang bekerja dalam perusahaan atau tempat tersebut.

Kepala toko yang berusia muda dalam mengatur kelompok kerja bersama karyawan senior atau junior . Tantangan lain muncul ketika perusahaan tempat kepala toko dan yang lebih berusia muda dengan karyawan senior atau junior menghadapi perubahan organisasi. Namun kepala toko berusia muda dan karyawan senior dan junior di perusahaan PT. Sumber Alfaria Trijaya komunikasi dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya hubungan yang baik dan kedekatan antara kepala toko berusia muda dengan karyawan senior. Selama perubahan organisasi kepala toko berusia muda membantu karyawan senior dan junior untuk beradaptasi. Selain itu, kepala toko berusia muda sumber informasi bagi para karyawan senior dan junior agar dapat meredam rumor yang berkembang dalam organisasi selama masa perubahan. Walaupun komunikasi kepala toko berusia muda dengan karyawan senior dan junior dapat dibilang baik, tetapi ada faktor penghambat yang mempengaruhi komunikasi antar diri/perseorangan di antara keduanya.

BACA JUGA:  Upaya Mengajarkan Sikap No Bully pada Anak Usia Dini

Hambatan terbesar yang dialami atasan dan bawahan di toko Alfamart ini adalah hambatan kerangka berpikir, yaitu adanya perbedaan persepsi ketika proses komunikasi antara atasan dengan bawahan. Hambatan komunikasi secara keseluruhan lebih sering dialami oleh bawahan dibandingkan atasan. Berdasarkan penilaian atasan dan bawahan terhadap indikator yang membuat ukuran efektivitas komunikasi dapat disimpulkan bahwa komunikasi atasan dan bawahan di toko Alfamart ini sudah efektif dilihat dari segi pemahaman, kesenangan, mempengaruhi sikap, memperbaiki hubungan dan tindakan atasan dan bawahan selama proses komunikasi berlangsung.

Oleh : Silmy Kamila Romadhona

Pos terkait