Pentingnya Konseling Keluarga dalam Pandangan Islam

Pentingnya Konseling Keluarga dalam Pandangan Islam

DEPOK POS – Dalam Islam, keluarga merupakan sebuah hubungan yang dibangun melalui pernikahan yang sah menurut agama antara laki-laki dan perempuan. Keluarga juga merupakan tempat pembentukan awal karakter seseorang sebelum memasuki lingkungan masyarakat yang lebih luas. Maka dari itu kondisi yang ada dalam keluarga akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan individu. Dalam keluarga Islam, tentunya setiap pasangan harus membina keluarganya dengan penuh cinta dan kasih sayang berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Membangun keluarga yang harmonis juga membutuhkan niat yang baik dan komitmen untuk selalu berjuang bersama disaat susah maupun senang.

Konseling keluarga atau family counseling adalah salah satu upaya bantuan yang diberikan kepada setiap individu maupun anggota keluarga, melalui system keluarga (meningkatkan komunikasi keluarga) agar potensi yang dimilikinya dapat berkembang semaksimal mungkin dan masalahnya dapat diatasi atas dasar kemauan membantu dari semua anggota keluarga berdasarkan kerelaan dan kecintaan terhadap keluarga.

Menurut Golden & Sherwood, konseling keluarga merupakan sebuah metode yang berfokus pada masalah-masalah keluarga dengan bertujuan untuk membantu memecahkan masalah pribadi klien. Pada umumnya dalam konseling keluarga ini didapatkan sebuah masalah yang dialami oleh pribadi. Akan tetapi, dalam penyelesaiannya konselor menggunakan konseling keluarga karena merasa penyebab dari masalah pribadi tersebut juga dipengaruhi oleh sistem yang terdapat dalam keluarga klien. Konseling keluarga sendiri dilakukan bukan untuk mengubah karakter masing-masing individu dalam keluarga, melainkan untuk mengubah system yang ada dalam keluarga dengan melalui pendekatan pengubahan perilaku keluarga.

Sedangkan konseling pernikahan dan keluarga dalam pandangan Islam adalah sebuah proses pemberian bantuan terhadap individu dengan menyadari kembali eksistensinya sebagai makhluk Allah dalam menjalankan pernikahan dan berkeluarga sesuai dengan ketentuan syariat Islam sebagai petunjuk Nya sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Hal ini menunjukan bahwa betapa pentingnya bantuan konseling dari orang lain untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah dalam keluarga.

Dalam pandangan Islam, sangat penting bagi keluarga untuk memahami bagaimana mengurangi risiko kegagalan dan kehancuran dalam pernikahan, perceraian, serta menciptakan pondasi yang kuat untuk membangun hubungan pernikahan yang sehat. Namun bagaimana hal tersebut dapat dikaji dalam pandangan Islam? Dengan menggunakan teknik pendekatan yang tepat untuk menyelesaikannya, perlu kita pahami apa saja sih yang dilakukan konseling keluarga? berikut dua cara yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, yaitu dengan menggunakan pendekatan secara tradisional dan ilmiah.

BACA JUGA:  Penerapan Pola Hidup Minimalis dan Manfaatnya

Cara Tradisional

Cara tradisional disini adalah dengan cara:

Kearifan kedua orang tua

Artinya, dalam menyelesaikan masalah keluarga terutama masalah hubungan pada anak dan istri yaitu dengan cara-cara penuh memberikan kasih sayang, menjaga kekeluargaan, membangun hubungan baik pada keluarga terutama orang tua, dan tidak mudah sakit hati pada sikap orang tua. Dalam menerapkannya, keluarga bisa melakukannya dengan cara berdiskusi ketika ada masalah, makan bersama, dan shalat berjamaah. Namun, hal ini jarang sekali terjadi dikarenakan adanya kesibukan masing-masing keluarga sehingga terjadilah kurangnya komunikasi antar satu sama lain. Kearifan orang tua bisa terjadi apabila mereka mempunyai banyak waktu dirumah dan selalu menciptakan suasana rumah yang harmonis.

Bantuan orang bijak, contohnya seperti ulama atau ustadz. Masalahnya mereka cukup kearifan dalam bimbingan agama, akan tetapi kurang paham tentang ilmu psikologis dan cara-cara membimbing. Mereka akan selalu menasehati jika terjadi penyimpangan perilaku anak dan remaja. Namun, dengan adanya nasihat terkadang dapat menyinggung perasaan seseorang.

Cara Ilmiah

Cara ilmiah disini adalah dengan cara konseling keluarga (family counseling). Cara ini sudah dilakukan oleh banyak pakar konseling di seluruh dunia. Dalam hal ini, terdapat dua pendekatan yang dilakukan dalam konseling keluarga yaitu;

  • Pendekatan Individual (individual konseling) yaitu upaya konselor untuk menggali emosi, pengalaman, dan pemikiran klien.
  • Pendekatan Kelompok (family counseling) yaitu dengan cara berdiskusi dalam keluarga yang dibimbing oleh keluarga itu sendiri.

Hal ini juga tercantum dalam firman Allah QS. An-Nisa ayat 35:

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَٰحًا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

BACA JUGA:  Mengenal Leasing Syariah dan Penerapannya

Artinya: Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Sebagai umat Islam kita bertanggung jawab untuk memberikan nasihat agar menjalankan kehidupan yang benar dan menjauhkan segala larangan yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan pentingnya memberikan konseling keluarga dengan panduan Islami yang baik kepada mereka yang perilakunya menyimpang dari ajaran agama Islam. Ini juga merupakan kesempatan besar bagi setiap individu sebelum menikah dan sesudah menikah untuk mendapat masukan yang baik dari keluarga, tokoh masyarakat, imam, dan konselor muslim mengenai cara-cara untuk mencegah dan mengintervensi sejak dini munculnya akar permasalahan dalam keluarga.

Adapun pedoman yang harus dilakukan konselor menurut pandangan Islam mengenai konseling keluarga, yakni memanfaatkan pendekatan utama dan teknik terapi yang sesuai dengan ajaran Islam melalui nilai-nilai Agama, dan etika mereka sebagai umat Islam. Pedoman diantaranya ialah:

Kaji religiusitas pasangan

Artinya, seorang konselor perlu memahami posisi islam dalam kehidupan pasangan secara bersama-sama dan individu.

Amati tingkat akulturasi

Artinya, seorang konselor harus memahami agama, budaya, dan pandangan klien. Sangat penting bagi konselor dalam memahami etnis budaya, karena budaya dapat mempengaruhi pandangan kita mengenai pernikahan dan perceraian.

Konsultasi dengan ulama ketika muncul masalah fiqh (hukum Islam)

Artinya, apabila keluarga terjadi masalah yang berhubungan dengan pasangan baik dalam pandangan hukum sipil maupun Islam yang dibawakan dalam sesi konseling adalah ulama. Karena Fiqh Islam yang berhubungan dengan keluarga antara lain;hak asuh anak, keabsahan perceraian, khulu (hak seorang wanita bercerai dari suami dalam Islam), dan KDRT.

Perhatikan bahasa

Artinya, setiap individu wajib memperhatikan bahasa, karena terkadang bahasa bisa saja menjadi penghalang komunikasi jika suami istri tidak menggunakan bahasa yang sama-sama dimengerti. Penting untuk tidak memahami hal-hal yang tidak terlalu harfiah.

Pahami pengaruh keluarga pasangan dalam hubungan mereka

BACA JUGA:  Jangan Abaikan Kesehatan Gizi pada Remaja

Artinya, Setiap pasangan harus memahami terlebih dahulu tentang keluarga mereka dan hubungan mereka terhadap pasangannya seperti apa. Karena hal tersebut untuk mengantisipasi pasangan yang baru berjuang untuk membangun keluarga dan kesetiaan satu sama lain, dan ini dapat dengan mudah patah jika mertua ikut campur dalam urusan rumah tangga.

Pahami dinamika kekuasaan

Artinya, setiap Individu harus memahami wewenang dalam keluarga. karena, salah satu konflik dalam keluarga adalah penyalahgunaan wewenang. Perlu diperhatikan bahwa ketika konseling terhadap konselor, istri dan anak-anak mungkin merasa tidak nyaman berbicara depan suami, hal ini bisa terjadi dalam keluarga dikarenakan sang istri dan anak-anak berada dalam kekuasaan suami/ayah. Dengan begitu konselor harus peka dan tidak memaksakan diri dalam sesi konseling dan menjadikan istri atau anak-anak ikut serta dalam sesi konseling.

Fokus pada solusi

Artinya, setiap Individu perlu merasakan memiliki atas masalah yang mereka hadapi, dengan berusaha semaksimal mungkin bersama konselor untuk menemukan solusi yang terbaik dari permasalahan tersebut. Perlu kita ingat, bahwa tugas konselor disini bukanlah penyelamat bagi keluarga dengan merasa bertanggung jawab terhadap masalah klien. Namun, peran konselor disini adalah untuk memastikan bahwa klien bertanggung jawab atas masalah mereka sendiri dan bertindak sebagai fasilitator dalam menemukan solusi.

Hubungi perhimpunan budaya atau Islami

Perhimpunan, budaya lokal dan nasional, atau asosiasi pelayanan sosial Islam dapat memberikan bantuan bimbingan secara profesional dengan masalah atau penyimpangan yang khusus untuk para pasangan.

Dari semua penjelasan yang sudah dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan Islam mengenai pentingnya konseling keluarga adalah sebuah proses pemberian bantuan terhadap individu dengan menyadari kembali eksistensinya sebagai umat Islam yang seharusnya dapat menjalankan hidup sesuai dengan ketentuan syariat Islam sebagai petunjuk Nya. Sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Dalam konseling keluarga, menyelesaikan masalah memerlukan dua pendekatan, yaitu secara tradisional maupun Ilmiah serta mengikuti pedoman yang dilakukan konselor harus sesuai dengan ajaran Islam.

Darsista Irma Swari
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pos terkait