Pentingnya Memahami Pola Komunikasi Bisnis dalam Melancarkan Kegiatan Suatu Usaha

Penataan meliputi perapihan dan pembuatan taman di kolong tol hingga perbaikan sejumlah fasilitas umum seperti trotoar dan halte.

DEPOK POS – Pada sistem perdangan sangat dibutuhkannya komunikasi antara penjual dan pembeli, yang dimana salah satu fungsi dari komunikasi adalah memberikan atau menyampaikan pesan yang dapat di sampaikan kepada para pembeli. Dengan berlangsung secara efektif komunikasi yang tejadi, penjual dituntut untuk dapat memahami pola komunikasi bisnis yang baik dan benar. Maka dari itu untuk dapat melancarkan kegiatan usaha para pendiri harus dapat memahami pola komunikasi dalam bisnis.

Apa itu pola komunikasi bisnis?

Komunikasi bisnis menurut Katz adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi bisnis diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam rangka mencapai tujuan dari bisnis. Dan menurut Djaramah pola komunikasi dapat diartikan sebagai bentuk atau pola dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

BACA JUGA:  Manajemen Risiko dalam Bisnis Syariah: Sebuah Pendekatan Praktis

Dalam pola komunikasi bisnis dibedakan menjadi 2 saluran (Purwanto,2006:40-45), yaitu :

Saluran komunikasi formal

Dalam struktur organisasi garis, fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Komunikasi formal dibagi menjadi 3 yaitu :

Komunikasi dari atas ke bawah

Komunikasi dari atas ke bawah merupakan penyampaian pesan yang dapat berbentuk perintah, intruksi, maupun prosedur untuk dijalankan para bawahan dengan sebaik-baiknya. Menurut khatz dan kahn, komunikasi ke bawah memiliki 5 tujuan utama yaitu :

Memberikan pengarahan atau instruksi kerja tertentu,
Memberikan informasi kenapa pekerjaan itu harus dilaksanakan,
Memberikan informasi tentang prosedur dan praktik organisasional,
Memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawan,
Menyajikan informasi mengenai aspek ideologi dalam membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai.

BACA JUGA:  Membangun Masa Depan: Peran Penting Generasi Muda dalam Dunia Bisnis

Komunikasi dari bawah ke atas

Komunikasi dari bawah ke atas merupakan penyampaian pesan yang bersal dari bawahan/anggota kepada atasan/ketua. Keterlibatan bawahan/anggtoa dalam proses pengambilan keputusan merupakan salah satu cara dalam upaya pencapaian tujuan organisasi, yang dimana atasan/ketua harus percaya penuh terhadap bawahan.

Komunikasi horizontal

Komunikasi horizontal atau biasa disebut sebagai komunikasi lateral adalah komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan. Tujuan komunikasi horizontal antara lain untuk melakukan persuasi, mempengaruhi, dan memberikan informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar.

Komunikasi diagonal

Komunikasi diagonal adalah melibatkan komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. Contohnya yaitu komunikasi formal antara divisi kreativ dan divisi pemasaran.

BACA JUGA:  Pentingnya Edukasi Bullying pada Anak

Saluran komunikasi informal

komunikasi informal adalah proses komunikasi yang terjadi tanpa memperhatikan struktur organisasi, tidak memperdulikan jenjang hierarki yang ada. Jaringan ini dapat pula digunakan oleh para manajer untuk memonitor para karyawan dalam melakukan tugasnya. Dalam komunikasi informal orang-orang yang ada dalam suatu organisasi dapat berkomunikasi secara bebas dan luas walaupun hal yang di bicarakan bersifat umum.

Dalam kegiatan bisnis pasti membutuhkan komunikasi yang baik dan benar untuk dapat berbincang dengan para konsumen agar produk yang dijual dapat diterima dengan respond yang baik. Dengan memahami pola komunikasi bisnis para pebisnis dapat menjual produk yang mereka miliki dengan baik dan dapat menghindari terjadinya kesalahpamahan antara kedua belah pihak.

Livia Nur Rahmah
Mahasiswa Universitas Pamulang
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi S1 Akuntansi

Pos terkait