Pentingnya Memahami Self Disclosure dalam Membangun Komunikasi

Self disclosure adalah bagaimana cara kita mengungkapkan informasi pribadi dari perasaan dan tindakan yang kita berikan kepada orang lain

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Sehingga, Menjalin interaksi dengan orang lain merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita tidak dapat menjalin interaksi yang baik dengan orang lain maka dapat dipastikan kita akan mengalami kesulitan dalam menjalani hari hari. Oleh karena itu, setiap manusia perlu mengetahui seberapa pentingnya memahami self disclosure dalam membangun komunikasi dengan orang lain.

Self disclosure adalah bagaimana cara kita mengungkapkan informasi pribadi dari perasaan dan tindakan yang kita berikan kepada orang lain (maryam,2018). Self Dsiclosure merupakan kemampuan yang sangat perlu untuk dimiliki oleh setiap individu agar ketika berkomunikasi, ia mampu mengungkapkan mengenai informasi tentang dirinya. Informasi yang diberikan bisa saja rahasia atau mengandung hal yang sensitif, namun dalam mengungkapkan hal tersebut tidak ada unsur paksaan dari lawan bicara, jadi memang benar benar sesuai dengan keinginan individu itu sendiri secara sukarela.

Menurut Lumsden (1996) Jika seseorang dapat memahami konsep dari Self Disclosure, maka seorang individu tersebut nantinya dapat melakukan komunikasi yang baik dan dapat meningkatkatkan rasa percaya diri nya, sehingga interaksi akan terasa lebih akrab antar satu sama lain. Tanpa memahami Self Disclosure, maka seseorang akan merasa kesulitan dalam memulai suatu percakapan ketika berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

BACA JUGA:  Manfaat dan Risiko Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang

Dalam self disclosure, informasi yang dapat diberikan terbagi menjadi 2 sifat. Pertama, bersifat Evaluatif, dalam hal ini informasi yang diberikan yaitu berupa pandangan individu mengeni suatu hal, seperti bagaimana sifat orang yang ia cintai atau ia benci. Kedua, bersifat eksplisit, dalam hal ini informasi yang diberikan yaitu berupa kerahasiaan, karena informasi tersebut kemungkinan tidak diketahui orang lain kecuali individu tersebut yang memberi tahu.

Self disclosure sangat memberikan peranan yang penting dalam hubungan antar individu khususnya dalam berkomunikasi. Namun meski begitu, masih banyak orang yang belum memahami betapa penting self disclosure dalam membangun komunikasi sehingga mereka enggan untuk membuka diri. Biasanya, kesulitan membuka diri kepada orang lain terjadi karena sebelumnya memiliki trauma dan belum sepenuhnya merasa percaya diri, sehingga mereka cenderung menutup diri meskipun lawan bicara sudah mencoba untuk membuka komunikasi agar lebih akrab

Menurut Devito (1997), ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi individu dalam melakukan self disclosure :

Besarnya Suatu Kelompok
Self disclosure umumnya lebih mudah dilakukan pada kelompok kecil dibandingkan dengan kelompok besar. Alasanyya karena kelompok kecil bersifat lebih pribadi, mereka merasa lebih leluasa dan lebih akrab antar satu sama lain, sehingga individu akan lebih mudah dalam memberikan informasi megenai dirinya.

BACA JUGA:  Teknologi dalam Perkembangan Keuangan Syariah

Perasaan Menyukai
Perasaan menyukai juga dapat mempengaruhi individu dalam memberikan informasi mengenai dirinya. Karena ketika seseorang menyukai atau tertarik dengan lawan bicaanya ia cenderung akan lebih mudah untuk membuka diri dengan memberikan informasi mengenai dirinya. Begitupun sebaliknya, ketika individu merasa tidak suka atau tidak tertarik dengan lawan bicaranya, otomatis ia akan sulit untuk membuka diri karena merasa tidak nyaman.

Efek Diadik
Efek diadik dapat disebut dengan hubungan timbal balik karena setiap individu akan saling memberikan infromasi mengenai diri mereka satu sama lain. Biasanya efek ini timbul karena adanya rasa nyaman saat berinteraksi. Efek diadik juga dapat menguatkan potensi self disclosure pada masing-masing individu.

Kompetensi
Menurut Devito, orang yang berkompeten akan lebih mudah dalam melakukan self disclosure disbandingkan orang yang tidak berkompeten, karena mereka akan lebih mudah dalam memahami situasi dan cermat dalam mengambil tindakan ketika sedang mengalami suatu masalah sesuai dengan apa yang terjadi.

Kopribadian
Menurut Devito, individu yang memiliki kepribadian ekstovert akan lebih mudah untuk membuka diri dengan orang lain dibandingkan individu yang memiliki kepribadian Introvert. Karena seorang ekstrovert cenderung lebih ceria dan mudah bersosialisasi dengan orang orang yang baru mereka temui. Namun sebaliknya, seorang introvert akan lebih mudah mengekspresikan apa yang mereka rasakan hanya pada teman-teman terdekatnya saja, sehingga mereka akan merasa kesulitan untuk membuka diri ketika bertemu dengan orang-orang baru.

BACA JUGA:  Penerapan Pembelajaran Komunikasi Bisnis Dalam Pembuatan Surat Bisnis yang Baik

Topik yang sedang dibicarakan
Umumnya individu akan lebih mudah membuka diri ketika topik obrolan yang sedang ia bahas sesuai dengan minat atau tidak membahas ke arah yang sensitive. Kebanyakan topik yang lebih disukai berhubungan dengan pekerjaan, hobi ataupun fashion dbandingan dengan seks dan keuangan.

Jenis Kelamin
Menurut Devito, laki-laki lebih sulit untuk melakukan self disclosure sekalipun itu dengan orang yang ia sukai. Sedangkan perempuan, mereka lebih mudah melakukan self disclosure karena perempuan sangat senang bercerita dan berbagi perasaan dengan lawan bicaranya.

Maka, berdasarkan penjelasan diatas, kita dapat mengetahui serta menyimpulkan bahwa self disclosure adalah salah satu bentuk komunikasi yang bertujuan untuk mengungkapkan informasi tentang diri kita prbadi baik pikiran maupun perasan tanpa adanya unsur paksaan. Kita juga dapat mengetahui bahwa kemampuan self disclosure sangat amat penting untuk dikuasai oleh setiap indivdu agar mereka dapat membangun komunkasi yang baik satu sama lain. Jika kita sulit atau bahkan enggan untuk membuka diri, maka kedepannya kita akan kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. karena pada dasarnya, komunikasi adalah kunci dari segala hal. Jadi, mari kita mulai mencoba untuk membuka diri agar hubungan kita dengan orang lain dapat terjalin dengan baik.

Hilwa Zahrina

Pos terkait