Pentingnya Menciptakan Komunikasi Positif dalam Keluarga

Pentingnya Menciptakan Komunikasi Positif dalam Keluarga

 

Keharmonisan merupakan kondisi hubungan interpersonal yang melandasi keluarga bahagia. Jika keharmonisan dalam keluarga terwujud maka akan menciptakan suasana yang hangat, penuh pengertian satu sama lain, rasa cinta dan kasih sayang yang dilandasi dengan adanya komunikasi positif. Namun sebaliknya, jika keharmonisan ini tidak direalisasikan maka akan menimbulkan rasa tidak nyaman, kesedihan, perselisihan, bahkan perceraian. Oleh karena itu dasar terciptanya hubungan keharmonisan dalam keluarga adalah membangun komunikasi positif.

Komunikasi positif secara efektif dalam keluarga merupakan suatu kebutuhan pokok dalam lingkungan keluarga. Komunikasi positif menjadi sesuatu hal yang sangat esensial dalam kehidupan keluarga, karena tidak akan sempurna kehidupannya tanpa ada komunikasi satu sama lain. Penerapan komunikasi positif dalam keluarga merupakan bentuk-bentuk interaksi antara pasangan suami istri maupun orang tua dengan anak serta memiliki implikasi terhadap proses perkembangan emosi satu sama lain. Dengan adanya proses komunikasi positif tersebut, setiap anggota keluarga akan belajar mengenal dirinya serta memahami perasaan dan memahami permasalahan yang terjadi. Jika komunikasi positif dapat diimplementasikan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari maka kehangatan dalam keluarga pun dapat terpenuhi. Oleh karena itu kami memberikan tips-tips untuk menciptakan komunikasi positif dengan pasangan suami istri agar selalu harmonis, sebagai berikut:

Tips-tips untuk menciptakan komunikasi positif pasangan suami istri

Respek

Artinya, sikap mau menerima, menghargai, terbuka untuk menerima pendapat dan pandangan, serta menghormati apa yang disampaikan oleh anggota keluarga, baik informasi, pendapat, ungkapan perasaan, atau permasalahan.

BACA JUGA:  11 Tips Menjadi Entrepreneur Sejati

Misalnya, Saat pasangan mengajukan permintaan yang baik untuk berdua, tanggapi apa yang ia minta dan lakukan permintaan tersebut pada waktu yang tepat. Jangan tinggalkan ruang untuk menunda-nunda.

Bela rasa atau empati

Artinya, pengelolaan emosi yang mengarah kepada sikap yang ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh anggota keluarga, segera bertindak untuk mencari jalan keluar, dan langsung beraksi untuk menolong.

Misalnya, ketika pasangan membuat pilihan yang tidak tepat, jadilah penenang dengan mengatakan sesuatu seperti, “Kita semua membuat kesalahan dan bisa belajar darinya.”

Pendengar yang baik

Artinya, bisa menciptakan komunikasi positif untuk ketahanan keluarga, baik orang tua maupun anak harus mengelola emosi sedemikian rupa.

Misalnya, ketika pasangan sedang bercerita, maka sebaiknya bisa menyimak dengan baik dan tidak menyudutkan siapapun serta bisa memberi saran atau masukan yang baik sehingga bisa membantu dalam mencari jalan keluar.

Pesan yang jelas

Artinya, pesan yang mudah dipahami, tidak berbelit-belit tanpa denotasi yang menyimpang dan tuntas, mengandung kebenaran (objektif dan akurat,lugas ( tidak bertele-tele), menyampaikan bagian-bagian penting yang perlu diketahui mitra tutur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Misalnya, Saat hendak ingin menyampaikan keluhan, berhati-hatilah untuk tidak terlalu mengkritik pasangan sehingga tidak menimbulkan keributan dan berbicaralah dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami.

Rendah hati

Artinya, dalam berkomunikasi harus saling menghargai ,lemah lembut, tidak sombong dan penuh pengendalian diri.

BACA JUGA:  Waspadai Pergaulan Bebas bagi Generasi Bangsa

Misalnya, saat melakukan suatu kesalahan jangan sungkan/malu untuk mengakui dan segeralah untuk meminta maaf kepada pasangan.

Selain menciptakan komunikasi positif dengan pasangan, kita sebagai orang tua juga perlu untuk membangun komunikasi positif dengan anak agar terjalin kedekatan emosional, seperti yang akan dibahas di bawah ini:

Tips – tips membangun komunikasi positif antara orang tua dengan anak

Percakapan sederhana

Percakapan sederhana yaitu percakapan antara orang tua dengan anak yang berkomunikasi secara dekat dan saling terbuka dan membicarakan hal-hal yang mudah dipahami dan menarik. Misalnya dengan membicarakan sesuatu yang ada disekitar seperti membicarakan makanan, minuman ataupun tempat yang sedang menjadi trend.

Chaterik communication

Anak diberi kesempatan untuk menyalurkan perasaan atau masalah yang tertekan, dan orang tua dengan sabar mendengarkan semua keluhan tersebut. Misalnya dengan menanyakan bagaimana perasaan anak hari ini, adakah yang membuat harinya bahagia atau adakah yang membuat harinya sedih.

Informative communication

Orang tua mengarahkan percakapan ke arah yang lebih bermakna dan saling berbagi perasaan, pikiran, dan pendapat. Sebaiknya orang tua mengikuti pendapat anak dan memberikan saran dan penjelasan yang diperlukan oleh anak. Karena orang tua terkadang tidak mau mendengarkan keluh kesah anak, hal ini menyebabkan masalah komunikasi dalam keluarga. Misalnya saat anak ingin memutuskan jurusan kuliah kedokteran, maka orang tua bisa memberikan arahan dengan memberi informasi mengenai cara agar bisa lolos untuk masuk jurusan kedokteran, kemudian tentang prospek kerjanya, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Komunikasi, Konflik, Motivasi dan Pengambilan Keputusan dalam Proses Kepemimpinan

Persuasive communication

Komunikator menginginkan agar orang yang diajak berkomunikasi dengan nya melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkannya. Ketidakstabilan komunikasi antara orang tua dan anak seringkali disebabkan oleh sikap orang tua yang terlalu banyak mengarahkan anak saat berkomunikasi. Terkadang sebagian orang tua terlalu khawatir dan terpaku terhadap masa lalu yang mereka alami sehingga secara tidak sadar mereka memaksa anak-anak nya harus mengikuti saran yang diberikan, bahkan ketika anak-anak itu sendiri tidak mengerti apa yang terjadi. Misalnya, pada era sekarang ini banyak sekali orang tua memberikan berbagai jadwal les kepada anak setiap harinya, seperti di hari senin adalah jadwal les piano, hari selasa les sepatu roda, rabu les matematika, kamis les bahasa mandarin, jumat les bahasa inggris, sabtu les balet, padahal jadwal les yang padat tersebut belum tentu benar-benar berasal dari kemauan anak tetapi memungkinkan hal tersebut merupakan obsesi orang tua agar anaknya menjadi produktif.

Dari semua pemaparan diatas dapat kita lihat betapa pentingnya menciptakan dan membangun komunikasi positif dalam keluarga serta dilakukan oleh seluruh anggota yang ada didalamnya, karena komunikasi positif merupakan salah satu upaya agar dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dalam keluarga maupun dalam membangun keluarga yang baik.

Mashita Putri Waluyojati
Anisa Putri
Aliah Syifa
Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka

Pos terkait