Pentingnya Penanaman Nilai Pendidikan Akhlak

 

Al-qur’an diturunkan untuk menyempurnakan akhlak manusia, untuk mencapai kehidupan yang aman, bahagia dan sejahtera. Pendidikan akhlak dalam al-quran ini merupakan upaya untuk mengembangkan sikap yang secara langsung dapat memotivasi seseorang untuk berbuat kebaikan. Dalam pendidikan akhlak ini, kriteria benar dan salah untuk menilai perbuatan yang muncul merujuk pada al-quran dan sunnah sebagai sumber tertinggi ajaran islam.

Akhlak berasal dari bahasa arab yaitu “khalaqa-yahluqu” yang artinya menciptakan, sikap, tindakan. Akhlak berasal dari bahasa arab jama’ dari “khuluqun” yang berarti adat, kebiasaan. Secara istilah akhlak yaitu sifat yang dimiliki seseorang, telah melekat dan biasanya akan tercermin dari perilaku diri sendiri. Akhlak memang dikenal dari awal kelahiran islam, sebagaimana rasulullah bersabda dalam hadist nya yang di riwayatkan oleh imam Al-Bukhori yang berbunyi : إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ yang artinya : “sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang luhur”.

Pendidikan akhlak ini adalah tingkah laku yang ada sejak lahir yang diperbuat oleh seseorang dengan cara yang langsung yakni sebagai pencerminan, serta refleksi diri jiwa serta batin atau hati seseorang. Kata akhlak ini juga bias disebut dengan kata adab. Adab dan akhlak keduanya ini bersumber dari Rasulullah Saw.

Allah berfirmah dalam al-qur’an nya surah Al-Ahzab ayat 21 :

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

BACA JUGA:  Menumbuhkan Akhlak Mulia

Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa Akhlak itu adalah suatu sifat yang tertanam dengan kokoh di dalam jiwa manusia, yang menjadi sumber lahirnya perbuatan-perbuatan, tindakan-tindakan dengan gampang dan mudah tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan. Jika keadaan itu menjadi sumber lahirnya perbuatan-perbuatan yang terpuji dan indah, baik menurut akal maupun hukum, disebut akhlak yang baik (khuluq hasan). Jika keadaan itu menjadi sumber lahirnya perbuatan-perbuatan jelek dan kotor, maka ia disebut akhlak kotor (khuluq sayyi’).

Akhak ini juga terbagi 2 macam yaitu akhlak terpuji dan akhlak tercela. Akhlak terpuji ialah sikap atau perilaku yang baik dari ucapan dan tingkah laku yang sesuai dengan ketentuan syariat agama dan norma-norma, sedangkan akhak tercela itu perbuatan atau ucapan yang mungkar yang tidak sesuai dengan ajaran dan syariat agama. Di dalam kitab “akhlaqul libanin” juz 1 karangan Syekh Umar bin Ahmad Baroja beliau mengatakan dan menjelaskan bahwa يجب على الولد ان يتخلق الحسنة من صغره،

ليعيش محبوبا فى كبره ،يرضى عنه ربه، ويحبه اهله، وجميع الناس wajib atas seorang anak berakhlak dengan akhlak yang baik dari masa kecilnya, agar kehidupannya dicintai ketika dewasa, tuhannya akan ridho padanya, dan keluarganya akan senantiasa mencintainya bahkan seluruh manusia. Sebaliknya kata syekh di dalam kitabnya : ان يبتعد عن الاخلق القبيحة، كيلا يكون مكروها ، لا يرضى عنه ربه ولا يحبه اهله ولا احد من الناس Wajib juga seorang anak, menjauhi akhlak yang tercela, agar tidak menjadi orang yang di benci, tuhannya tidah ridho padanya, keluarganya tidak mencintainya dan juga seluruh manusia tidak menyuikainya.

BACA JUGA:  Tiga Hal Penyebab Kerusakan Gen Z

Seseorang yang mempunyai akhlak yang terpuji pasti memiliki sifat yang terdiri dari :

Ash-Shabru yang artinya sabar, seseorang yang mempunyai akhlak yang mulia pasti lebih sabar dalam menghadapi sesuatu yang di kerjakan tidak terburu-buru dalam melakukannya dan juga menahan diri ya dari gangguan yang menghampirinya.

Tawadhu yang artinya rendah diri, sifat ini pasti tertanam pada diri seseorang yang dirinya sudah diliputi akhlak yang mulia, mereka akan memilih pergaulan dan hubungan dengan sesama manusia tanpa mengurangi rasa hormat diri nya terhadap orang lain.

Litsaarus salam yang artinya mengutamakan kedamaian, seseorang yang berakhlak mulia ketika mempunyai perselisihan dengan orang lain dia akan berusaha untuk menutup perselisihan itu dengan cara menciptakan kesepakatan dan ketentraman.

BACA JUGA:  Muslimah Kawin Lari, Bagaimana Hukumnya?

Zuhud artinya dia tidak terlalu bergembira ketika mendapatkan sesuatu yang dia dapatkan dan tidak berputus asa terhadap sesuatu yang dia miliki telah terlepas dari dirinya.

Tujuan memliki akhlak yang mulia

Akhlak mulia itu memungkinkan seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memperbaiki hubungan dengan dirinya sendiri, dengan memiliki sifat kejujuran, kesabaran, dan kerendahan hati, seseorang itu dapat mengatasi kelemahan dan menjalin kedamaian dalam dirinya dan orang lain. Akhak juga bertujuan untuk menjadikan manusia sebagai makhluk yang tinggi dan sempurna, dan membedakannya dari makhluk-makhluk lainnya, dan menjadikan suatu hal yang harus dimiliki oleh manusia agar lebih baik dalam berhubungan sesama manusia dan kepada allah swt sebagai sang pencipta.

Dampak seseorang yang tidak mempunyai akhlak yang baik :

  • Kerusakan hubungan sosial : akhlak yang buruk dapat menyebabkan kerusakan dalam hubungan sosial.
  • Orang-orang menghindari atau menjauhkan mereka yang tidak memiliki akhlak yang baik.
  • Kehilangn kepercayaan : seseorang yang tidak memiliki akhlak yang baik mungkin sering kali tidak dapat dipercaya. Ketidak jujuran, ketidak adilan, atau perilaku yang dapat merusak kepercayaan seseorang terhadap dirinya.
  • Dampak negatif pada masyarakat : akhlak yang buruk dapat berdampak pada masyarakat, ketika banyak orang yang tidak memiliki akhlak yang baik dapat terjadinya penurunan moralitas dan etika di masyarakat.

almafruhs@gmail.com

Pos terkait