Pentingnya Pendidikan Akhlak Ditengah Bahaya Media Sosial

Pentingnya Pendidikan Akhlak Ditengah Bahaya Media Sosial

DEPOK POS – Media sosial merupakan sebuah sarana di mana para penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media secara harfiah diartikan sebagai alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk. Sedangkan sosial berarti berkenaan dengan masyarakat.

Fenoma-fenoma negatif terkait media sosial dan bahayanya

Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etikan dan norma yang ada. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan berbagai kultur suku, ras dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial.

Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik.

Dampak negatif media sosial

1. Kecanduan

Berbagai kelompok berusaha mempelajari perilaku kompulsif terkait penggunaan media sosial. Kecanduan media sosial adalah merupakan suatu gangguan rahasia dan akan menjadi jenis kecanduan internet. Daria Kuss dan Mark Griffiths dari Nottingham Trent University di Inggris telah menganalisis 43 studi sebelumnya tentang masalah ini, tepatnya pada tahun 2011. Dan kemudian menyimpulkan bahwa kecanduan media sosial “mungkin” memerlukan perawatan profesional dan itu merupakan masalah kesehatan mental.

2. Berkurangnya rasa percaya diri

Sekarang media sosial dengan filter dan pencahayaan serta sudut cerdiknya berhasil mengambil alih perhatian utama. Situs media sosial membuat lebih dari separuh pengguna merasa tidak percaya diri. Menurut survei terhadap 1.500 orang oleh Disability Charity Scope, setengah dari orang berusia 18 hingga 34 tahun mengatakan bahwa media sosial membuat mereka merasa tidak menarik. Melihat selfie orang lain menurunkan harga diri, karena pengguna akan membandingkan diri mereka dengan foto-foto orang yang terlihat paling bahagia.

BACA JUGA:  Teknologi dan Risiko Operasional

3. Tingkat Stres Lebih Tinggi dan Emosi Tidak Stabil

Saat seseorang kurang tidur dan jam tidur jadi tidak teratur, maka orang tersebut bisa saja dengan mudah mengalami stres. Berpengaruh ke aktivitas? Tentu saja iya. Produktivitas jadi terganggu, padahal ada tanggung jawab pekerjaan atau hal lain yang harus diselesaikan.

Kondisi ini bisa saja diperparah oleh tekanan kerja yang cukup tinggi, bahkan masalah pribadi lainnya yang cukup berat. Akhirnya menimbulkan tingkat emosi yang tidak stabil dan cenderung berubah-ubah.

4. Gangguan Mata

Terlalu lama dan sering mengakses sosmed bisa memberikan efek buruk pada indera penglihatan atau mata. Main sosmed di gadget sambil tiduran contohnya, maka akan membuat mata cepat lelah, dan timbul penyakit yang bisa merusak mata

5. Jadi Cuek Terhadap Lingkungan dan Orang Sekitar

Seperti ungkapan “sosmed menjauhkan yang dekat,” memang demikian kebenarannya. Kadang kita melihat, satu keluarga sedang makan di meja makan saja, anak malah sibuk main sosmed, ibu dan bapak juga sama. Akhirnya tidak saling bercengkrama, karena semua sibuk dengan ponsel dan sosmednya.

Kecanduan sosmed dapat memperburuk sikap seseorang pada lingkungan sekitarnya, bahkan pada orang-orang terdekat, seperti keluarga dan teman-teman. Seolah-olah dunia milik seorang diri, sehingga orang yang sudah nyandu sosmed sikapnya cenderung cuek dengan sekitar.

BACA JUGA:  7 Ciri Seorang Wirausahawan, Anda Termasuk?

6. Depresi dan Cemas yang Berlebihan

Lewat sosmed, seseorang akan menunjukkan sisi kehidupan mereka. Sedang sedih, senang, atau sedang melakukan apa saat itu, semua diumbar. Ekspresi seperti ini bisa menjadi hal positif dan negatif yang berubah menjadi tekanan. Berbagai kondisi yang dilihat dan ditemukan di sosmed bisa saja menimbulkan depresi, cemas, gelisah, terutama bagi orang yang sudah kecanduan.

Cara meminimalisir agar menghindari hal tersebut yang dianjurkan dalam Islam

1. Berdoa dan Dzikir

Seseorang tidak boleh meremehkan kekuatan doa dan dzikir. Dzikir dan berdoa merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan setiap saat. Di dalamnya mengandung banyak kebaikan dan keutamaan. Contoh keutamaanya adalah dapat menghapus dosa bagi yang melakukannya. Selain itu dengan mengingat Allah SWT itu dapat menghindari dari perbuatan keji dan munkar.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُون

Artinya: Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (surat Al Ankabut ayat 45.)

2. Tersenyum

Senyum adalah perbuatan yang paling mudah. Senyum juga tergolong sebagai ibadah, apabila kita bertemu dengan orang lain atau di hadapan saudara kita maka tersenyumlah, karena dengan begitu berarti kita sudah melakukan suatu amalan yang bernilai sedekah paling ringan yang diperhitungkan oleh Allah SWT sehingga menambah pahala kita. selain bernilai ibadah, senyum juga dapat membuat hubungan baik sesama makhluk sosial.

BACA JUGA:  “Brand Ambassador Esports” Kini Bisa Jadi Pekerjaan?

3. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Berbakti kepada kedua orang tua adalah bentuk amalan serta ibadah yang mulia. Kehidupan kita saat ini tidak lepas dari jasa-jasa oleh orang tua. Mereka menjadi orang pertama yang memperkenalkan kita pada kehidupan, merawat, mendidik, dan yang lebih utama meletakkan Islam dalam diri kita.

4. Membuang Sampah Pada Tempatnya

Kebersihan adalah sesuatu yang harus dijaga oleh setiap manusia. Baik itu kebersihan diri maupun lingkungan. Dalam islam juga terdapat ajaran untuk mengutamakan kebersihan. Bahkan dikatakan bahwa kebersihan sebagian dari iman.

5. Berperilaku Jujur

Allah SWT memerintahkan hambanya untuk selalu jujur kepada orang lain dan juga kepada diri sendiri. Perintah untuk berperilaku jujur tidak hanya ada di dalam Al-Quran, namun juga ada di dalam hadits Nabi Muhammad

Pendidikan akhlak yang baik untuk media sosial

Dalam menggunakan media sosial seorang muslim harus tetap menjaga akhlak. Menggunakannya untuk kebaikan agar mendapatkan banyak manfaat, bahkan pahala. Media sosial akan menjadi baik jika digunakan oleh orang yang berakhlak baik. Namun, dapat menajadi buruk, jika digunakan oleh orang yang buruk.

Dhea Amelia Muktami
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pos terkait