Pentingnya Sosial Budaya Beragama dalam Pendidikan Masa Kini

Pentingnya Sosial Budaya Beragama dalam Pendidikan Masa Kini

DEPOK POS – Di masa depan, Pendidikan Islam Indonesia diyakini memiliki peluang yang sangat` besar dalam mengenalkan wajah Islam yang moderat. Moderatisme dan toleransi hingga kini masih menjadi salah satu perhatian utama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Islam merupakan komponen yang teramat penting untuk membentuk dan mewarnai corak hidup dalam bermasyarakat. Karena, Pendidikan islam bukan hanya suatu hal yang mempelajari kegamaan islam saja, akan tetapi Pendidikan islam juga mengajarkan dan memberikan pemahaman mengenai cara bersosial dan beragama sesuai dengan ajaran islam. Pendidikan Islam sudah dikenal dari zaman nabi sampai sekarang, jika berbicara tentang pendidikan Islam tentu tidak terlepas dan sangat erat kaitannya dengan lembaga pendidikan Islam karena dalam sebuah lembaga tentu tidak terlepas dari lembaga yang akan membantunya.

Secara filosofis, pendidikan Islam adalah upaya untuk menginternalisasikan atau meyakini nilai-nilai iman, Islam, dan ihsan ke dalam diri seseorang, sehingga nilai-nilai tersebut dapat tertanam dengan kuat ke dalam pola pikir dan perilakunya hingga membentuk karakter dan budaya takwa. Ketika berhubungan dengan nilai-nilai sosial lain luar dirinya, pendidikan Islam menampilkan respon yang tidak sama. Nilai-nilai itu misalnya adalah modernisasi, perubahan pola kehidupan dari masyarakat agraris kepada masyarakat industrial, atau bahkan post-industrial, dominasi ekonomi kapitalis yang dalam beberapa hal membentuk pola pikir masyarakat yang kapitalistik dan konsumtif.

Sosial keagamaan merupakan perilaku atau perbuatan seseorang dalam melakukan hal sosial atau kebiasaan sehari-hari sesuai dengan ajaran dan syari’at islam. Sosial keagamaan juga sangat penting untuk kehidupan bermasyarakat juga bernegara, karna dengan sikap masyarakat yang miliki nilai sosial tinggi dan berkarakter juga dapat memajukan citra bangsa dan bernegara. Seperti yang sering disebutkan bahwa suatu negara akan maju tergantung atau sesuai dengan masyarakat yang ada didalam negara tersebut, dengan demikian sosial beragama pun juga sangat penting kehadirannya bagi kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA:  Menciptakan Komunikasi Efektif dalam Pemasaran Produk

Sebagaimana salah satu contoh kecil yang harus di wujudkan dalam bersikap di masyarakat yakni seperti saling membantu, saling menghargai, saling mengasihi, dan saling menghormati. Itu merupakan bagian kecil yang harus diperhatikan dalam kebihupan bermasyarakat, dimulai dengan orang-orang yang berada dekat dengan sekitar hingga orangg-orang yang tidak atau belum dikenal. Bukan hanya sosial beragama saja yang harus di terapkan dalam bermasyarakat akan tetapi juga budaya keagamaan juga harus diperhatikan. Sebagimana sebagai umat muslim kita memiliki beberapa kebudayaan dalam beragama seperti saat merayakan hari raya idul fitri, hari raya idul adha dan hari hari besar islam lainnya.

Kebudayaan Islam adalah peradaban yang berlandaskan pada nilai – nilai ajaran Islam. Nilai kebudayaan ini dapat dilihat dari tokoh – tokoh terdahulu yang telah menyebarkan agama islam baik dalam bidang sains maupun teknologi. Dalam kebudayaan juga terdapat nilai – nilai yang dijadikan landasan pokok guna menentukan sikap untuk dunia luarnya, bahkan untuk mendasari langkah yang hendak dilakukannya sehubungan dengan pola hidup dan tata cara bermasyarakat. Kebudayaan Islam juga merupakan sebuah seni yang menampilkan kebiasaan-kebiasaan umat islam dalam melaksanakan ibadahnya Kepada Allah SWT. Seni Islam merupakan seni yang berpedoman pada aqidah Islam yaitu pengesaan kepada Allah dan tidak keluar dari aqidah dan akhlak. Seni Islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandangan Islam tentang Islam, hidup dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan (Shihab, 1996: 398).

BACA JUGA:  “Brand Ambassador Esports” Kini Bisa Jadi Pekerjaan?

Kesenian atau seni dalam Islam berperan untuk membimbing manusia kepada akhlak yang mulia dengan pembelajaran positif yang tidak keluar dari syariat – syariat Islam. Adanya kesenian dalam Islam bertujuan untuk mengesakan Allah SWT dan mencari keridhoan-Nya. Seni dalam Islam juga digunakan untuk sarana dakwah guna menebarkan kebaikan dan mengingatkan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT.

Islam dan kebudayaan bersifat saling mempengaruhi. Islam dan Kebudayaan juga saling mewarnai satu sama lain. Ketentuan harus dijaga oleh umat Islam adalah ajaran Islam yang tetap dan abadi tidak dihilangkan atau dikorbankan dan harus diimplementasikan secara efektif di masyarakat. Nilai – nilai budaya juga dapat dipraktekkan dalam ajaran agama. Nilai Budaya yang tidak sesuai dengan Islam, dapat diubah secara berangsur – angsur atau bertahap.

Kebiasaan sistem keagamaan atau adat istiadat yang telah berlangsung secara turun-temurun di masyarakat indonesia perlahan mulai tersingkir akibat pengaruh globalisasi yang memasuki setiap lini kehidupan masyarakat. Dalam pengaruh globalisasi banyak hal-hal yang memberikan nilai positif dan negative dalam melaksanakan kebudayaan beragama. Terkadang dengan adanya globalisasi pengajaran atau penyampaian kebudayaan beragama juga akan semakin mudah dan lebih dapat dimengerti. Selain banyak menimbulkan dampak negative dalam pembelajaran atau penerapan sosial dan budaya beragama, arus globalisasi ini juga banyak memberikan dampak positif. Selain bisa lebih mudah mengakses untuk mempelajari dan memahami, tetapi juga bisa lebih mudah menjalankan adat-adat sosial budayaan kegamaan dengan memanfaatkan teknologi yang semakin canggih dalam globalisasi saat ini.

BACA JUGA:  Pendidikan Kewarganegaraan di Era Globalisasi

Perkembangan zaman yang begitu pesat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pola kehidupan masyarakat indonesia dengan khas budaya ketimurannya. Kecanggihan teknologi dan lajunya penyebaran informasi memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif terhadap sistem yang selama ini berjalan ditengah masyarakat. Dengan itu pembelajaran mengenai sosial dan budaya keagamaan harus tetap kerap dikenalkan kepada penerus bangsa, agar pengaruh negative dapat di minimalisirkan dan dampak positif dapat di maksimalkan di masa lajunya pengaruh globalisasi dalam pemahaman sosial dan kebudayaan beragama.

Pembelajaran mengenai sosial dan budaya keagamaan bukan hanya dapat diajarkan dalam Lembaga Pendidikan akan tetapi pembelajaran tersebut juga dapat dimulai dan terapkan saat berada dilingkungan bermasyarakat, terutama dalam lingkup kecil keluarga.

Naya Shafira Putriana
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Pos terkait