Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Digital

DEPOKPOS – Orang tua dalam memberikan Pendidikan kepada anaknya tidak terlepas dari perannya. Namun, dalam setiap era perubahan, termasuk juga peran orangtua ikut juga mengalami perubahan -perubahan. Apalagi, anak yang hidup di era digital pasti berbeda dengan hidup dizaman era 80-an, sehingga Pendidikan yang diberikan orangtua kepada anaknya ikut juga mengalami perbedaan.

Pada era digital yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan informasi, yang mana saat ini media televisi, ponsel telah menjadi santapan stiap hari,yang tidak lagi memandang usia (Mujiburrahman,2013). Dari bentuk perubahan teknologi yang semakin cepat, sehingga peran orangtua tidak hanya berkutat dengan pola Pendidikan di era 80-an, tetapi mengalami perkembangan juga seperti berkembangnya teknologi saat ini.

Kemajuan media informasi dan teknologi semakin pesat dirasakan oleh semua kalangan. Keadaan ini dimanjakan dengan kemajuan teknologi seperti bermain gadget secara terus-menerus. Hal ini menimbulkan kurangnya sikap social terhadap masyarakat dan orangtua.

Penggunaan social media bagi anak memiliki pengaruh yang signifikan. Dan pengaruhnya merka akan kecanduan menggunakan teknologi yang semakin canggih. Sehingga membuat mereka lupa akan kewajibannya yaitu belajar dan mengaji, mungkin juga mereka tidak akan memperdulikan lingkungan sekitarnya. Mereka juga akan memilih bermain dengan media socialnya dari pada bermain Bersama teman-teman sebaya di lingkungannya.

BACA JUGA:  Perjuangan Gen Z Menghadapi Tantangan Kesehatan Mental Masa Kini

Dengan perkembangan teknologi juga yang semakin canggih sangat memudahkan kita untuk memenuhi kebutuhan. Pada satu pihak perkembangan teknologi bermanfaat untuk memberikan informasi-informasi yang sangat bermakna akan tetapi pada pihak yang lain dengan adanya perkembangan teknologi yang justru memberikan dampak yang negative. Salah satu pengaruh negative yang timbul dari perkembangan teknologi digital sekarang ini yaitu terjadinya perubahan pada karakter anak.

Oleh sebab itu peran orangtua sangat dibutuhkan dalam menunjang penggunaan media social dikalangan anak-anak. Terkadang orangtua tidak menghirauka anaknya dalam menggunakan media social karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Akibatnya pengaruh-pengaruh negative yang ada di social media menjadi sebuah contoh dalam berperilaku di dalam masyarakat.

BACA JUGA:  Membentuk Keluarga Sakinah dalam Pernikahan Dini

Kemudahan mengakses internet menyebabkan anak memperoleh apa yang belum saatnya diperoleh. Jaringan social berdampak pada anak dan remaja dimasa sekarang, dimana semua informasi dapat ditemukan dengan cepat melalui internet. Seiring bertambahnya kemajuan internet dan teknologi akan mendorong anak untuk sulit bercengkrama kepada lingkungan sekitarnya. Meskipun Sebagian besar social media itu berdampak negative tetapi ada juga dampak positifnya yang didapat sesuai bagaimana penggunaan media social dengan baik dan benar. Salah satunya dengan membantu proses tumbuh kembang anak dan dalam gadget ada aplikasi yang mengacu pola berfikir pada anak.

Penggunaan gadget yang tepat membuat anak akan lebih mudah menemukan hal baru sesuai umur mereka. Orang tua juga dapat mengajak anak mengikuti kesibukan orangtua seperti memasak, menggambar dan sebagainya. Kegiatan tersebut itu yang dilakukan saat waktu luang, namun juga dapat mengurangi kecanduan terhadap gadget.

BACA JUGA:  Bisnis Tak Berjalan Mulus? Baca Ini!

Waktu Bersama anak merupakan waktu emas bagi orangtua,jadi apabila orangtua tidak mengambil waktu emas tersebut anak akan terjerumus kedalam hal yang negative. Pendampingan seperti ini tidak dapat dilakukan sekali dua kali, namun untuk menghilangkan efek kecanduan anak dapat dilakukan secara terus-menerus.

Tanggung jawab orangtua kepada anak juga diatur oleh UUD nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak yang berisikan orangtua berkewajiban membimbing dan bertaggung jawab untuk:

Mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak
Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya
Mencegah terjadinya perkawinan anak usia dini
Memberikan Pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak

Berubahnya karakter anak yang mengikuti zaman dapat dilihat dari perubahan anak, apabila seorang anak berubah kea rah yang positif tentunya orangtua merasa bangga dan bersyukur namun sebaliknya apabila anak berubah kearah yang negative, maka orangtua harus meningkatkan pemahaman pada anak agar tidak terjerumus lebih jauh lagi.

Lutfiah Nurohmah

Pos terkait