Peran Zakat dalam Perekonomian Negara

DEPOKPOS – Zakat secara bahasa adalah tambahan, Zakat dari segi bahasa istilah kegiatan mengeluarkan barang yang khusus dengan cara tertentu untuk orang khusus. Zakat dibagi menjadi 5 macam yaitu: zakat peternakan, zakat perkebunan, zakat pertanian, zakat perniagaan, dan zakat logam mulia.

Zakat hukumnya adalah wajib pada setiap harta yang telah memenuhi kriteria syarat dan sebab zakat, baik pemilik tersebut sudah mukallaf atau belum. Karena pada dasarnya walaupun zakat merupakan jenis ibadah pokok dan termasuk pilar agama, akan tetapi zakat merupakan beban tanggung jawab masalah harta seseorang. Karena di dalam harta yang dimiliki orang yang kaya masih ada hak orang fakir dan miskin yang harus ditunaikan zakatya.

Menurut jumhur ulama’, syarat wajib untuk mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut beragama islam, berakal sehat dan dewasa, merdeka, milik sempurna, berkembang secara riil atau estimasi, cukup haul dan bebas dari hutang. syarat sah zakat yaitu niat dan tamlik (memindahkan kepemilikan harta kepada yang berhak menerimanya).

BACA JUGA:  Budaya K3 di Tempat Kerja

Pada dasarnya zakat dibagi menjadi dua macam yaitu Zakat mal yaitu zakat yang berkaitan dengan kepemilikan harta tertentu dan memenuhi syarat tertentu dan Zakat Fitrah, Zakat fitrah adalah zakat yang diperintahkan nabi Muhammad kepada umat Islam pada tahun diwajibkan puasa Ramadhan sampai hari terakhir bulan ramadhan sebelum sholat idul fitri.

Terdapat 8 golongan yang termasuk orang-orang yang berhak menerima zakat. Allah telah memberikan jaminan untuk menjelaskan data orang-orang yang berhak menerima zakat. Hal ini sesuai firman Allah pada surat At-taubah ayat 60 yaitu orang fakir, orang miskin, amil zakat, muallaf, riqab, gharim (orang yang berhutang), fii sabilillah, dan ibnu sabil.

Zakat memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi karena zakat mampu untuk meningkatkan pendapatan nasional suatu Negara sehingga tercipta kemakmuran di kalangan masyarakat.

BACA JUGA:  3 Hal Ini Dapat Membatalkan Puasa, Milenial Harus Tahu!

Bagaimana peranan zakat dalam pembangunan ekonomi?

Peranan zakat secara optimal dapat menjadi suatu instrumen dalam meningkatkan ekonomi umat. Zakat, infak, dan sedekah sudah melekat dalam ajaran islam, seperti dalam Surah Az Zariyat:19 bahwa di dalam harta yang lebih terdapat hak untuk diberikan kepada masyarakat miskin agar menjadi solusi bagi mereka dalam menyelesaikan masalah kemiskinan.

Berdasarkan hal tersebut, optimalisasi pengelolaan zakat dan pemanfaatannya merupakan potensi strategis untuk menunjang pembangunan perekonomian Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan di era modern ini.

Keberhasilan zakat bergantung pada pengelolaan dan pemanfaatannya. Penyerahan zakat yang disarankan adalah melalui amil zakat agar pemanfaatannya efektif, sesuai tujuan dan tepat sasaran. Dalam Bab II Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dikemukakan bahwa organisasi pengelolaan zakat di Indonesia ada dua macam, yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selain mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, amil zakat juga dituntut untuk menciptakan pemerataan ekonomi umat. Dengan demikian, kekayaan tersebut tidak hanya berputar di suatu golongan atau kelompok saja, sebagaimana tertuang dalam Surah Al Hasyr ayat 7, yang artinya supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.

BACA JUGA:  Memahami Perbedaan Asas Culpabilitas dengan Asas Praduga Tak Bersalah Dalam Hukum Pidana di Indonesia

Pengubahan orientasi zakat seperti orientasi produktif terbukti dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan dengan tetap berpegang teguh pada aturan syariah. Pengalokasian dana dapat dilaksanakan dengan berbagai cara, diantaranya pembangunan sarana ibadah, peningkatan pendidikan umat, penyediaan layanan kesehatan, bantuan modal usaha, dan lain-lain. Dengan demikian, diharapkan upaya-upaya tersebut dapat meningkatakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sandi Fikri Padillah

Pos terkait