Percepat Transisi Energi Terbarukan, PLN Sinergi dengan 16 Perguruan Tinggi

Kolaborasi ini diharapkan dapat mengidentifikasi area expertise yang perlu mendapat perhatian khusus

DEPOK POS – Transisi energi merupakan agenda global. Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia turut berperan dalam agenda tersebut. Untuk mempercepat transisi energi, diperlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, mitra industri, media massa, dan masyarakat. Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D., menyebutkan bahwa Universitas Indonesia (UI) siap menjadi pelopor dan center of excellence dalam bidang pendidikan dan riset yang diaplikasikan di kehidupan kampus dan masyarakat sesuai dengan perkembangan teknologi industri, termasuk dalam agenda transisi energi.

Oleh karena itu, untuk mendukung pengembangan energi ramah lingkungan, UI bersama 15 universitas lainnya menjalin kolaborasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman terkait penyelenggaraan pendidikan, penyelenggaraan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi inovasi dan teknologi demonstrator, serta pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Kolaborasi ini diharapkan dapat mengidentifikasi area expertise yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama dalam pengembangan kapasitas dan kemampuan SDM.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik bagi UI dan PT PLN (Persero) untuk saling bersinergi dan berkontribusi dalam menyelesaikan masalah nasional dan global, serta dalam meningkatkan kinerja kelembagaan demi kemajuan, kesejahteraan masyarakat, dan kemandirian bangsa. Kerja sama UI dan mitra di bidang pemberdayaan SDM dan penelitian terus dikembangkan dan ditingkatkan. PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara yang menyediakan tenaga listrik tentu membutuhkan SDM yang kompeten untuk menghadapi tantangan global,” ujar Prof. Ari.

BACA JUGA:  Butuh Informasi Pemilu? Menteri Budi Arie: Buka pemiludamaipedia!

Rektor UI bersama rektor atau perwakilan dari 15 universitas lainnya menandatangani Nota Kesepahaman dengan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, pada Selasa (10/1), di Auditorium Lantai 3, Kantor Pusat PT PLN (Persero). Selain MoU dengan 16 Perguruan Tinggi Negeri, PT PLN (Persero) juga menandatangani kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Menurut Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng., kerja sama antara PT PLN (Persero) dengan perguruan tinggi dapat melalui Tri Dharma.

Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kampus dapat mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program magang di berbagai lini bisnis PT PLN. Mahasiswa dan staf PT PLN dapat mengadakan join research agar mengakselerasi riset yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, dalam pengabdian kepada masyarakat, biomass sebagai energi yang berbasis pada masyarakat dapat dikembangkan untuk menghasilkan energi bersih, mulai dari biomass laut hingga darat.

BACA JUGA:  Pertamina Group Salurkan Bantuan Korban Bencana Lahar Dingin dan Tanah Longsor Sumatera Barat

“Saat ini pemerintah sedang mendorong kampus untuk membangun kemandirian energi atau menuju energi hijau melalui kolaborasi dengan mitra industri lain. Kita memiliki 4.000 kampus. Jika seluruhnya memiliki PLT Surya yang bersinergi dengan PT PLN tentu dapat menghasilkan energi bersih yang ramah lingkungan,” kata Prof. Nizam.

Pembangunan kapasitas resource yang dilakukan PT PLN (Persero), salah satunya harus berbasis pada inovasi. Menurut Darmawan, Jika inovasi ini dibebankan sepenuhnya pada PT PLN, tentu menjadi hal yang berat. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dengan stakeholder, termasuk perguruan tinggi terbaik di Indonesia guna membahas isu strategis dalam merealisasikan dan mendukung transisi energi di Indonesia.

“PT PLN (Persero) membangun research hub sebagai forum bagi kita untuk membahas apa yang bisa dilakukan bersama-sama melalui riset dan inovasi terkait dengan transisi energi. Misalnya, terkait bumi yang memanas. Produksi emisi gas rumah kaca yang semakin banyak mendorong dibuatnya kebijakan pengurangan emisi. Selain itu, energi fosil penghasil emisi gas rumah kaca juga perlu diganti dengan energi baru terbarukan, contohnya adalah PLTU batubara yang dapat digantikan dengan biomass,” kata Darmawan.

BACA JUGA:  Mahfud MD Temukan Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun di Kemenkeu

Acara penandatanganan MoU turut dihadiri oleh Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Ir. Dwi Larso M.SIE, Ph.D.; Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto; Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng.; Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Yuliandri, S.H. M.H.; Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc.; Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum.; Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.; Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.; Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Efffendi; dan Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU.

Hadir pula pada acara tersebut perwakilan dari Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Medan, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Sebelas Maret.

Pos terkait