Perilaku Phubbing dan Cara Mengatasinya

Perilaku phubbing adalah perilaku mengabaikan orang lain/teman saat berkomunikasi tatap muka

DEPOKPOS – Phubbing berasal dari kata phone (telepon) dan snubbing (penghinaan). Istilah ini pertama kali muncul di Australia pada pertengahan Mei 2012. Saat itu, sebuah biro iklan Australia menggunakan istilah phubbing untuk menggambarkan fenomena yang berkembang di era digital ini, banyak orang yang mengabaikan teman karena lebih asyik dengan handphone.

Perilaku phubbing adalah perilaku mengabaikan orang lain/teman saat berkomunikasi tatap muka, lebih fokus pada handphone, lebih mengutamakan lingkungan virtualnya daripada lingkungan kehidupan nyata. Perilaku phubbing akan memperburuk hubungan dengan pihak lain, karena ketika berkomunikasi dengan orang berperilaku phubbing pihak lain akan merasa tidak dihargai.

Menurut Nazir dan Bulut, beberapa faktor dapat mempengaruhi terjadinya perilaku phubbing, antara lain: Kecanduan internet, melalui akses internet yang berlebihan dapat menghabiskan waktu untuk menjelajahi fitur yang ada dan memuaskan rasa penasaran yang dimiliki oleh seseorang. Kecanduan Media Sosial, dengan munculnya aplikasi seperti Tiktok, Instagram,Twitter,Youtube, Whatsaap, Tellegram yang dapat diakses dengan mudah sehingga membuat orang menjadi lebih aktif di media sosial dibandingkan dikehidupan nyata.

BACA JUGA:  Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Informasi di Wilayah Sumbawa

Kecanduan game, ada sebagian orang yang memanfaatkan game untuk mengalihkan pikiranya dari masalah – masalah yang sedang dihadapi, game online dapat membuat penggunanya memainkannya dalam waktu yang lebih lama sehingga pengguna tidak dapat mengatur waktu yang dapat membuat pengguna lupa dengan kehidupan nyata. Faktor pribadi, dengan adanya orang yang memiliki kepribadian introvert dapat mempengaruhi perilaku phubbing karena tidak memiliki ketertarikan untuk berbicara kepada orang lain yang dapat membuat perilaku mengabaikan orang lain.

Ciri-ciri orang yang berperilaku phubbing mereka dekat dengan handphonenya. Selalu melihat handphonenya meskipun tidak ada notifikasi. Karena terlalu fokus pada ponsel, mereka tidak memberikan banyak perhatian satu sama lain selama interaksi. Mereka mudah teralihkan oleh setiap notifikasi di ponsel selama interaksi. Menggunakan handphone untuk menghindari interaksi dengan orang lain.

BACA JUGA:  8 Manfaat Mengelola Waktu dengan Baik

Perilaku phubbing ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi orang yang mengalaminya, antara lain dampak kesehatan fisik seperti mata menjadi cepat lelah, mata berair, mata kering, dan indra penglihatan yang memburuk, seperti mata minus dan mata silinder yang dipengaruhi radiasi blue light, mudah pusing, melupakan lingkungan sekitar, tangan mudah mati rasa, dan ibu jari mudah gemetar.

Dampak dari lingkungan sosial adalah berkurangnya kemampuan berkomunikasi dengan orang atau bahkan kemampuan berkomunikasi secara face to face hilang, serta kehilangan kesempatan berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal. Efek kesehatan mental seperti perasaan cemburu saat melihat teman beraktivitas di media sosial, perasaan sedih karena merasa kesepian saat melihat teman di media sosial, merasa kehilangan rasa percaya diri dengan membandingkan diri sendiri dengan teman di media sosial yang lebih unggul.

Menurut Wiguna (2022), mengatasi perilaku phubbing dengan cara: pertama, tutup handphone. Alasan utama seseorang berperilaku phubbing adalah karena handphone berada dalam jangkauan saat berinteraksi dengan orang lain. Kedua, batasi penggunaan ponsel. Kita tidak dapat menyangkal kecanggihan handphone yang dapat menguntungkan kita dalam kehidupan sehari – hari.

BACA JUGA:  Pemimpin Cerdas dan Berintegritas: Pondasi Kepemimpinan yang Berkelanjutan

Ketiga, jangan bermain handphone saat makan. Phubbing tidak hanya terjadi ketika seseorang terlibat dalam interaksi sosial. Anda juga boleh berbicara dengan suara rendah saat melakukan aktivitas lain, seperti makan. Beberapa orang bahkan tidak bisa menyelesaikan makan tanpa menggunakan handphone mereka.

Kebanyakan orang menggunakan handphone mereka untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti memeriksa media sosial atau bermain game yang dapat dilakukan selama berjam – jam dalam satu hari, kebiasaan tersebut dapat dikurangi untuk mengatasi kebiasaan buruk, Oleh karena itu Oleh karena itu, solusi yang mungkin dilakukan adalah mengesampingkan handphone untuk sementara waktu, seperti meninggalkan ponsel di rumah. berusaha menjauhi handphone saat makan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kebiasaan phubbing.

Dhinda Indriyani Putri

Pos terkait