Perjanjian Pra Nikah Apakah Penting? Bagaimana Hukumnya?

Perjanjian Pra Nikah Apakah Penting? Bagaimana Hukumnya?

 

“Pernikahan itu kan suci dan sakral, kenapa harus ada perjanjian lagi sebelum menikah, sih? Memang nanti kalau kita nikah, bakal tidak percaya satu sama lain? Memangnya kamu mau cerai sama aku? Kalau kata orang terdahulu, perjanjian pra nikah itu pamali dan tidak etis untuk tertulis di acara yang sakral!”

Perjanjian pra nikah memang sering mengundang berbagai respons dari masyarakat, dari yang positif sampai negatif. Banyak yang memiliki persepsi bahwa perjanjian pra nikah sama saja dengan tidak mempercayai pasangan, atau seolah-olah perjanjian pra nikah memiliki unsur pesimistik atas pernikahan. Apalagi, masih banyak juga yang bertanya-tanya mengenai perjanjian pra nikah menurut hukum Islam. Nah! Di sini kita akan membahas bagaimana hukum calon pengantin muslim membuat perjanjian pra nikah.

Secara umum, perjanjian pra nikah merupakan sebuah perjanjian yang dibuat sebelum dilakukannya pernikahan untuk mengikat kedua calon pengantin yang akan menikah dan perjanjian tersebut akan berlaku setelah pernikahan dilakukan, dengan tujuan mengantisipasi terjadinya konflik selama pernikahan berlangsung. Perjanjian pra nikah pada umumnya mengatur bagaimana pembagian harta kekayaan setelah terjadinya perpisahan hubungan antara kedua belah pihak, baik karena perceraian atau kematian. Tidak hanya memuat masalah pembagian harta kekayaan, tetapi perjanjian pra nikah juga membahas kekerasan dalam rumah tangga, dan perjanjian-perjanjian lainnya yang berkaitan dengan kepentingan masa depan rumah tangga kedua belah pihak calon pengantin.

BACA JUGA:  Pentingnya Konseling Keluarga dalam Pandangan Islam

Prosedur perjanjian pra nikah juga ketat, loh! Perjanjian tersebut harus dilakukan sebelum berlangsungnya pernikahan dan dibuat dalam bentuk akta asli di hadapan notaris. Jika sebelum menikah tidak ada perjanjian yang dibuat, maka kekayaan suami dan istri pada saat berlangsungnya pernikahan akan bercampur.

Perjanjian pra nikah difungsikan sebagai persiapan pernikahan karena tidak selamanya pernikahan akan berjalan dengan baik. Maka dari itu, perjanjian pra nikah dianggap sebagai antisipasi dari kemungkinan gagalnya pernikahan tersebut. Selain memiliki banyak manfaat, perjanjian pra nikah bertujuan untuk dapat mengatur penyelesaian dari masalah yang sekiranya akan timbul dalam pernikahan, apa saja sih masalah yang bisa diselesaikan dengan perjanjian pra nikah?

1. Pemisahan harta, apabila tidak ada harta gana-gini, syaratnya harus dibuat sebelum pernikahan dan harus dicatatkan di tempat pencatatan pernikahan

BACA JUGA:  Sistem Pendukung untuk Membentuk Keluarga Harmonis

2. Pemisahan Utang, dalam perjanjian pra nikah dapat diatur tentang masalah utang yang akan tetap menjadi tanggungan dari pihak yang membawa utang. Utang tersebut adalah utang yang terjadi sebelum pernikahan, selama pernikahan, serta setelah perceraian bahkan kematian.

3. Tanggung jawab terhadap anak hasil pernikahan, perjanjian pra nikah mengatur sedemikian rupa agar kesejahteraan anak tetap terjamin.

Walaupun dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits tidak menyebutkan hukum mengenai perjanjian pra nikah, dan tidak terdapat ayat dalam Al-Qur’an atau Al-Hadits yang memerintahkan calon pasangan suami dan istri untuk membuat perjanjian pra nikah, namun juga tidak terdapat larangan terkait perjanjian pra nikah loh!

Oleh sebab itu munculah peraturan mengenai perjanjian pra nikah dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan yang berbunyi: “Pada waktu atau sebelum pernikahan dilangsungkan kedua belah pihak atas persetujuan bersama dapat mengadakan perjanjian tertulis yang disahkan oleh pegawai pencatatan pernikahan, setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga sepanjang pihak ketiga tersangkut” Selain itu terdapat perjanjian pra nikah Pasal 45 sampai Pasal 52 dalam Kompilasi Hukum Islam Inpres Nomor 1 Tahun 1991 yang menjadi dasar hukum perjanjian pra nikah menurut Hukum Islam. Dalam Pasal 45 Kompilasi Hukum Islam menyebutkan bahwa: “Kedua calon mempelai dapat mengadakan perjanjian pra nikah dalam bentuk talik-talak dan perjanjian lain yang tidak bertentangan dengan Hukum Islam”

BACA JUGA:  Musik dan Pengaruhnya Terhadap Mood Hingga Kesehatan Mental

Maka dari itu, dapat kita simpulkan bahwa hukum perjanjian pra nikah dalam islam adalah mubah, yang berarti diperbolehkan bagi seseorang untuk membuat perjanjian pra nikah dan boleh juga tidak membuat perjanjian pra nikah, yang terpenting syarat perjanjian tersebut tidak bertentangan dengan Hukum Islam.

Jadi, sekarang kita sudah paham, nih! Bahwa perjanjian pra nikah itu ternyata menguntungkan untuk calon pengantin pria dan juga wanita. Perjanjian pra nikah bisa meminimalisir KDRT dan perselingkuhan. Dan juga bisa mengurangi rasa khawatir terhadap harta, utang dan hal lain yang dikhawatirkan di dalam pernikahan.

Nah, setelah mengetahui hukum perjanjian pra nikah menurut Islam, dan juga manfaat-manfaatnya. Sudahkah kalian yakin untuk membuat perjanjian pra nikah?

Rifa Nazhifah, Fildza Salma,dan Firda Safira
Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Pos terkait