Persaingan Caleg di Jakarta Sangat Ketat. Masyarakat Diminta Tidak Pilih Tikus Dalam Karung

MJ, Jakarta – Entah berapa ribu jumlah Alat Peraga Kampanye seperti baliho (spanduk) Bendera, Pakaian Sticker, Kalender serta alat peraga kampanye lainnya yang tersebar luas di wilayah Jakarta?

Alat peraga kampanye tersebut dipasang oleh tim sukses dan para simpatisan, Ada juga yang dikerjakan oleh perusahaan jasa pemasangan alat peraga kampanye yang dikelola event organizer EO).

Alat peraga kampanye (APK) seolah-olah menjadi alat yang wajib dibuat serta dipasang oleh para Paslon maupun calon legislatif. Beragam alasan dari para Caleg dan Tim suksesnya agar alat peraga kampanye dibuat sebanyak mungkin.

BACA JUGA:  Kunjungan Jokowi ke Depok Diyakini Bentuk Dukungan Kaesang Maju Pilkada

Kemudian APK tersebut dipasang di ruang publik yang membuat kumuh dengan tujuan agar masyarakat mengenal wajah serta slogan janji manisnya.

Sehingga masyarakat tergerak untuk memilih (mencoblosnya) dengan harapan setelah terpilih para legislatif tersebut mau bekerja untuk memperjuangkan nasib mereka.

Alat peraga kampanye (APK) yang dibuat dan dipasang disejumlah titik oleh para Caleg. karena si Caleg tidak percaya diri dengan gelar akademik dan perjalanan hidupnya.

Banyak calon legislatif di seluruh Indonesia khususnya di Jakarta semuanya orang orang kaya “Bakar uang” hingga mencapai miliaran rupiah demi untuk kampanye dengan harapan menjadi pejabat publik setelah masyarakat mengenalnya.

BACA JUGA:  Sambut HUT Humas Polri, Polresta Sidoarjo Gelar Doa Bersama

Tinggal menunggu hitungan hari
Pemilu di tahun 2024 akan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan wakil rakyat yang dapat dipercayainya.

Agar masyarakat tidak salah pilih, masyarakat diminta untuk mencermati seluruh calon Caleg selama masa sosialisasi dan kampanye.

Apakah masyarakat sudah menentukan pilihan calon legislatifnya?

Kapada wartawan Pengamat Politik dan Budayawan (Yana Sumaryana) Mematikan hanya beberapa orang yang sudah memastikan memilih calon Legislatif tertentu.

Yana Sumaryana juga mengatakan. Perjuangan para calon legislatif dan Tim Sukses sangatlah berat untuk menarik simpati rakyat sebab persaingan sangatlah Ketat.

BACA JUGA:  MUI Sulsel: Aliran "Bab Kesucian" Menyimpang dari Islam

Selain itu Yana juga mengatakan.” Alat peraga kampanye itu hanya bakar uang saja karena alat peraga kampanye tidak mencerminkan sosok yang sebenarnya dari pribadi si calon Legislatif.

Bisa jadi banyak masyarakat yang tertipu oleh panampilan para Caleg dalam alat peraga kampanye.

Menanggapi Hal tersebut kami akan bekerjasama dengan Majalah Jakarta untuk mengadakan serta menggelar Dialog Publik secara terbuka dengan para Caleg yang ada di DKI Jakarta agar masyarakat tidak memilih tikus dalam karung.”ujar Yana Sumaryana

Pos terkait