Pertamina Resmikan PLTS Kilang Balongan untuk Tancap Gas Dekarbonisasi

MJ, Indramayu – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI (Kilang) Balongan telah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1,51 Megawatt peak (MWp) pada Senin, 19 Februari. PLTS ini merupakan hasil sinergi antara KPI dengan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), menandai langkah nyata dalam upaya dekarbonisasi.(19/2)

Peresmian tersebut diselenggarakan oleh Direktur Operasi KPI Didik Bahagia, Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE Norman Ginting, GM Refinery Unit VI Balongan Sugeng Firmanto, dan VP Infrastructure Master Plan Pertamina Muhammad Yasir Arofat. PLTS dengan total kapasitas terpasang 1,51 MWp tersebut dibangun di 2 area yang terpisah.

BACA JUGA:  Polisi Sita 30.257 Butir Obat Terlarang dari 14 Tersangka di Tangerang, Terancam 12 Tahun Bui

“Dengan mengintegrasikan dekarbonisasi ke dalam unit operasi, KPI siap untuk memberikan dampak yang nyata dan positif pada lingkungan sambil berkontribusi pada pencapaian tujuan keberlanjutan global,” ungkap Didik Bahagia, Direktur Operasi KPI.

PLTS ini juga mencerminkan komitmen Kilang Balongan pada dekarbonisasi, sekaligus bagian dari penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) rating untuk KPI dan Pertamina secara keseluruhan. Diperkirakan PLTS akan menyalurkan energi sebesar 781 MWh per tahun dan menurunkan emisi karbon sebesar hampir 600 ton CO2 per tahun.

Komitmen Pertamina pada Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pada kesempatan yang sama, Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE Norman Ginting menyatakan, “Pemanfaatan PLTS di Kilang Balongan ini adalah salah satu dari bentuk kolaborasi Pertamina NRE dan Kilang Pertamina Internasional dalam upaya dekarbonisasi.” Ginting menegaskan bahwa inisiatif dekarbonisasi Pertamina adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan aspek Environmental, Social, dan Governance (ESG).

BACA JUGA:  Unit Jatanras Polres Simalungun Berhasil Amankan Pelaku Penganiayaan

Secara keseluruhan, PLTS yang telah terpasang di area operasi KPI mencapai kapasitas 9,87 MWp, menunjukkan keseriusan Pertamina dalam mengadopsi sumber energi terbarukan. Langkah ini sejalan dengan upaya mencapai target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.

“Bisnis rendah karbon sangat potensial di era transisi energi, untuk itu diperlukan keterlibatan seluruh subholding dan anak usaha. Salah satunya, dengan pemanfaatan PLTS di lokasi internal Pertamina,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso.

BACA JUGA:  Bupati Sidoarjo Optimis Mampu Cetak Atlet Unggul Sidoarjo Lewat Sport Scieence

Pertamina memiliki aspirasi yang sejalan dengan pemerintah, yaitu mencapai net zero emission selambat-lambatnya tahun 2060. Aspirasi tersebut dicapai melalui inisiatif dekarbonisasi, bisnis rendah karbon, serta carbon offset.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pos terkait