Polres Demak Gelar Psiko Edukasi Anti-bullying di SMP N 1 Karangawen untuk Hari Bhayangkara Ke-78

MJ. Demak, Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Demak menggelar kegiatan psikoedukasi anti-bullying bagi pelajar di SMP Negeri 1 Karangawen. Acara ini bertujuan untuk mencegah kasus bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Kanit II Satreskrim Polres Demak, Iptu Kuntoro, menjelaskan bahwa kegiatan psikoedukasi dan sosialisasi ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pelajar.

“Psikoedukasi dan sosialisasi pencegahan bullying ini untuk upaya memberikan rasa aman dan nyaman pelajar yang bersekolah guna mencegah aksi bullying atau perundungan di lingkungan sekolah,” ujar Iptu Kuntoro pada Selasa (11/6/2024).

Lebih lanjut, Kuntoro menyatakan bahwa kegiatan ini juga mendukung program ‘Jawa Tengah Zero Bullying’ yang diluncurkan oleh Kapolda Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada siswa dari segala bentuk perundungan.

BACA JUGA:  Polsek Siantar Utara Amankan Pelaku Penggelapan Sepeda Motor

“Hal ini untuk memastikan tercapainya tujuan utama bersekolah, yaitu fokus belajar mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Kuntoro menekankan bahwa tugas utama anak di sekolah adalah belajar, menaati tata tertib sekolah, dan berbakti kepada orang tua. “Tugas anak di sekolah adalah belajar, menaati tata tertib sekolah, dan berbakti kepada orang tua,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perundungan merupakan perilaku yang tidak menyenangkan dan bisa terjadi secara verbal, fisik, maupun sosial. Perundungan ini bisa terjadi di dunia nyata maupun dunia maya, dan efeknya dapat membuat korban merasa tidak nyaman, sakit hati, dan tertekan.

“Aksi ini bisa dilakukan baik di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati, dan tertekan. Pelakunya bisa perorangan ataupun kelompok,” jelasnya.

BACA JUGA:  Banyuwangi Raih Predikat SAKIP “A” Nilai Terbaik Se-Indonesia

Iptu Kuntoro, Kanit II Satreskrim Polres Demak, memberikan penjelasan mendetail mengenai berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di sekolah. “Bullying bentuknya bisa berupa fisik seperti memukul, menampar, mendorong, menggigit, menendang, mencubit, menjambak rambut, pelecehan seksual dan lainnya,” terang Kuntoro.

Selain itu, Kuntoro menjelaskan bahwa perundungan non-verbal juga sangat merugikan. “Perundungan non-verbal bentuknya berupa mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memanggil dengan julukan mengejek atau kecacatan fisik. Ia juga menyoroti kasus cyber bullying yang biasanya marak di media sosial,” tambahnya.

Untuk mencegah perundungan dan dampaknya, Kuntoro mengimbau para pelajar untuk mengembangkan budaya relasi atau pertemanan yang positif, saling mendukung, dan merangkul teman yang menjadi korban bullying.

BACA JUGA:  Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 16/TK Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu-Sabu

“Lalu dapat memaksimalkan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) bersama Bhabinkamtibmas dengan harapan jika terjadi kasus bullying dapat segera ditangani,” ujarnya.

“Bentuk pencegahan lain bisa ikut serta membuat dan menegakkan aturan sekolah terkait pencegahan bullying, peran dan pengawasan dari pihak sekolah,” jelas Kuntoro.

Selain membahas bullying, Polres Demak juga memberikan arahan dan motivasi kepada siswa SMP N 1 Karangawen terkait berbagai isu lainnya, seperti kecelakaan lalu lintas, narkoba, kenakalan remaja, informasi hoax, dan pelanggaran pidana.

“Kemudian kita berikan juga arahan dan motivasi kepada anak-anak di seluruh sekolah khususnya di SMP N 1 Karangawen ini agar tidak ikut dan terlibat dalam kelompok-kelompok yang meresahkan masyarakat seperti tawuran dan menebar rasa takut kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait