Potensi dan Inovasi Wakaf Filantropi Perbankan dalam Upaya Pembangunan Infrstruktur Pendidikan

DEPOKPOS – Menurut imam Syafi’I dan imam Ahmad wakaf adalah pelepasan harta wakaf dari harta wakif pada akhir prosedur wakaf. Wakif tidak dapat berbuat apa-apa dengan harta wakf seperti:memperlakukan pemiliknya sebagai milik orang lain, baik dengan atau tanpa pertukaran. Dalam Wakaf Wakif, ahli waris tidak dapat mewarisi harta Wakaf.Wakif mendistribusikan manfaat hartanya kepada mauquf’alaihi (kepada siapa yang menerima wakaf) sebagai tindakan amal wajib di mana wakif tidak dapat menolak pembagian harta yayasannya. Jika wakif melarang, maka qadli berhak memaksa menyerah kepada mauquf’alaihi. Oleh karena itu, mazhab Syafi’i mendefinisikan wakaf sebagai berikut:

“Jangan melakukan operasi terhadap suatu benda yang berstatus Allah SWT yang menyumbangkan manfaatnya untuk kesejahteraan (sosial).”

Wakaf merupakan salah satu instrumen keuangan syariah yang dapat digunakan untuk memperkuat perekonomian nasional melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Karena hakekat wakaf adalah untuk melanggengkan keberadaan harta kekayaan untuk dikembangkan lebih produktif sedangkan hasil pengembangannya diwariskan kepada Mauquf Alaihi (Wakaf) sesuai dengan keinginan Waqif (Wakaf). penerima) (Siregar, 2012:275).

Sehingga harta benda wakaf tetap utuh bahkan bertambah setelah membagi harta pribadi atau lembaga menjadi harta wakaf. (menurut Huda, 2017), jenis waqf yang produktif seperti itu membuka kemungkinan untuk berinvestasi dalam pengelolaan aset perusahaan atau unit usaha.

Lalu apa itu Filantropi?

Filantropi didefniisikan sebagai perasaan cinta terhadap orang lain yang dapat dipandang sebagai pemberian kepada orang lain (Ilchman, 2006).

Filantropi juga dipahami sebagai praktik pemberian sukarela, pelayanan sukarela, dan perkumpulan sukarela untuk membantu orang lain yang membutuhkan sebagai ungkapan cinta.
Filantropi dalam hal donasi biasa juga disamakan dengan istilah filantropi (Kim Klein, 2001).

BACA JUGA:  Kerjasama Honda & POSCO untuk Pengembangan Baterai Mobil EV yang Ramah Lingkungan

Pembiayaan pendidikan merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting bagi kegiatan pendidikan. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, tentunya akan sulit bagi sekolah/lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikannya. Dengan kata lain, pengelolaan keuangan merupakan komponen yang memerlukan perhatian serius dari semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, termasuk pemerintah, penyelenggara, guru, dan tenaga kependidikan.

Pendidikan Islam berperan penting dalam membangun generasi yang berakhlak, berilmu dan cakap menghadapi tantangan zaman. Namun, pengembangan lembaga pendidikan Islam seringkali membutuhkan sumber daya keuangan yang tidak sedikit. Disini peran (Wakaf) sebagai inovasi untuk mendukung pembangunan dan pengembangan pendidikan Islam sangatlah penting.

Pembiayaan pendidikan merupakan subbidang dari ekonomi pendidikan. Menurut Elchanan Jhon dan Nanang Fatah, ekonomi pendidikan adalah studi tentang bagaimana orang, baik individu maupun kelompok, meningkatkan semua sumber daya yang terbatas untuk menghasilkan berbagai bentuk pendidikan. Teori ekonomi investasi sumber daya manusia (human capital) merupakan landasan utama ekonomi pendidikan. Dari konsep ekonomi pendidikan muncul pengertian tentang pembiayaan pendidikan dan menjadi salah satu inti dari keseluruhan proses pendidikan di jurusan yang berhubungan dengan dunia pendidikan. 6 Riset tentang pembiayaan pendidikan biasanya dilakukan oleh orang-orang terkemuka yang kemudian mengembangkan banyak konsep. Salah satunya adalah Akdon, yang menurutnya pembiayaan pendidikan adalah kegiatan yang berkaitan dengan perolehan dana (pendapatan) yang diterima dan bagaimana dana tersebut digunakan untuk membiayai semua program pendidikan yang telah ditetapkan.7 Matin mendefinisikan biaya pendidikan sebagai semua pengeluaran dalam bentuk keduanya. uang dan bukan uang. Ungkapan tanggung jawab semua pemangku kepentingan, yaitu masyarakat, orang tua dan pemerintah, terhadap pembangunan

Dengan amanat undang-undang, pemerintah mengalokasikan 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk pendidikan1, yang sebagian anggarannya dicadangkan untuk pembiayaan dan penyelenggaraan pendidikan tidak berbayar, yang diputuskan oleh pemerintah. dalam berbagai program antara lain Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan bantuan teknis lainnya. Namun, hibah pemerintah ini dianggap oleh banyak lembaga pendidikan terlalu kecil untuk membiayai kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, banyak lembaga pendidikan harus memikirkan bagaimana mereka dapat memperoleh sumber pendanaan lain selain dana yang disalurkan oleh negara. penggunaan komite sekolah, iuran pendidikan dasar (SPP), optimalisasi keuangan lembaga pendidikan dan bantuan pilihan lainnya selain alokasi wakaf sebagai sumber keuangan yang dapat digunakan lembaga pendidikan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

BACA JUGA:  5 Rekomendasi Produk Penyimpanan Serbaguna, Wujudkan Rumah Rapi & Terorganisir

Inovasi Wakaf sebagai Pembangunan Pendidikan Berkelanjutan

Dana untuk kegiatan pendidikan. Dengan jumlah umat Islam yang sangat besar (+180 juta), wakaf dapat menjadi sumber pendanaan yang kaya, melimpah, besar dan berkelanjutan. Sepintas, wakaf dapat menjadi sumber pendanaan pendidikan dasar di lembaga pendidikan.

Salah satu contoh Inovasi Wakaf sebagai Pembanguna Pendidikan Berkelanjutan adalah pendidikan dipondok pesantren dan perguruan tinggi islam swasta. Ada beberapa program yang ada yaitu:

Program Beasiswa

Kegiatan beasiswa berupa school support program yang diberikan kepada siswa sekolah dasar di perguruan tinggi. Merit Grants menawarkan donor kesempatan untuk memilih penerima program hibah pilihan mereka. Yaitu dari SD, SMP, SMA atau Universitas. Saat ini total penerima beasiswa aktif sebanyak 80 orang.

Mereka juga mendapatkan program pelatihan reguler dan program Super Camp, program pengembangan keterampilan belajar.

Program beasiswa bagi para aktivis Nusantara

Beasiswa Aktivis Nusantara atau Bakti Nusantara dilaksanakan dalam tiga bentuk kegiatan. Pertama: memberikan dukungan kegiatan bulanan dan kegiatan penunjang di dalam dan luar negeri. Kedua, kesempatan pengembangan diri yaitu pembinaan dan pelatihan. Pelatihan tersebut terdiri dari character building, leadership training, writing training, public communication training, dan pelatihan yang berharga. pelatihan adalah pendampingan kepemimpinan praktis melalui fasilitator, meliputi keterampilan agama, manajemen, kepemimpinan, akademik dan sosial, serta sebagai pertukaran Pemantauan dan evaluasi peserta program. Selain itu, kunjungan karakter yaitu kunjungan dan perbincangan dengan tokoh-tokoh bangsa tujuannya untuk memperkaya lingkungan wawasan dan gagasan bagi peserta program serta memperluas jaringan peserta dan lembaga. Beasiswa aktivis juga termasuk penugasan, baik sendiri maupun berkelompok.

BACA JUGA:  Grab Kembali Gelar Program Beasiswa bagi Ribuan Pelajar se-Indonesia

Tugas akan diselesaikan dalam bentuk artikel, diskusi kelompok dan acara yang diselenggarakan bersama dengan penerima hibah, mempererat solidaritas kemanusiaan dan meninggalkan semua keegoisan. Membantu orang lain dengan sifat kedermawanan dapat menjadi kesadaran yang menggugah baik pada individu maupun secara kolektif. Filantropi dalam konteks ini sejatinya diperlukan untuk meringankan beban orang.

Dari Inovasi Wakaf Pendidika ini adalah ide baru dalam jangka panjang dan berkelanjutan karena Filantropi pendidikan wakaf juga diharapkan memiliki dampak jangka panjang. Dengan mendirikan yayasan pendidikan yang berkelanjutan, diharapkan donasi ini juga bermanfaat bagi generasi mendatang. Misalnya, pendapatan dari dana waqf dapat digunakan untuk mendanai kegiatan pendidikan secara terus menerus, membantu menjaga keberlangsungan sistem pendidikan.

Harapannya Beasiswa pendidikan ini dapat membantu memberikan beasiswa kepada siswa berbakat namun kurang mampu secara finansial. Beasiswa ini dapat membuka pintu bagi calon individu untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau pelatihan profesional yang akan memberi mereka kesempatan yang lebih baik di masa depan.

Tri Wahyuni
STEI SEBI

Pos terkait