PRK MUI DKI Jakarta Akan Gelar Workshop “Jakarta Zero Stunting”

MJ. Jakarta – Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja I di Ruang Gambir The Tavia Heritage Hotel, Kamis (16/5/2024).

Rapat kerja ini dibuka oleh Wakil Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH Yusuf Aman, dan turut dihadiri oleh Dewan Penasehat, Sylviana Murni.

Ketua Bidang PRK MUI DKI Jakarta, Hj Nuraini Syaifullah, menjelaskan bahwa bidang yang dipimpinnya memiliki delapan program kerja dengan dua program prioritas.

Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup perempuan, remaja, dan keluarga di DKI Jakarta.

BACA JUGA:  FKTP TNI AD Atambua Klinik Pertama Di NTT Meraih Bintang Tiga Madya

Hj Nuraini Syaifullah menegaskan bahwa delapan program kerja yang telah disusun mencakup berbagai aspek penting, termasuk peningkatan pendidikan dan keterampilan bagi perempuan, pengembangan potensi remaja, serta penguatan institusi keluarga. Dua program prioritas yang menjadi fokus utama adalah pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan kesehatan reproduksi.

Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) MUI DKI Jakarta menjadikan workshop sebagai program prioritas karena menilai bahwa calon pengantin dan pasangan muda belum maksimal mendapatkan edukasi yang memadai.

Hal ini berdampak pada tumbuh kembang yang tidak optimal hingga berpengaruh pada kualitas generasi yang dilahirkan.

BACA JUGA:  Resiko Sistem Manajemen Kinerja yang Buruk Terhadap Perusahaan Start Up di Indonesia

Menurut Hj Nuraini Syaifullah, kegiatan ini akan digelar pada bulan Juli 2024 dengan bermitra dengan Bidang PRK MUI Pusat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan instansi terkait.

Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang komprehensif guna mempersiapkan pasangan muda dalam menghadapi tantangan kehidupan berkeluarga.

Program prioritas kedua adalah workshop tentang Peran Pendidikan Karakter dalam Mencegah Perundungan (Bullying). Nuraini menyatakan bahwa pendidikan karakter memainkan peran yang sangat penting dalam mencegah perundungan di sistem pendidikan Indonesia.

BACA JUGA:  Terkait Korupsi Penjualan Komoditi Bulog, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Tetapkan Tiga Tersangka

“Perundungan atau bullying dapat merusak lingkungan belajar, mengganggu perkembangan siswa, dan menciptakan ketidakamanan emosional,” kata Nuraini. Pendidikan karakter, katanya, tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan moral, etika, dan nilai-nilai yang mendorong sikap positif dan penghargaan terhadap orang lain.

Kegiatan ini akan digelar pada bulan Oktober 2024 dan akan diikuti oleh remaja dari lima wilayah di DKI Jakarta. PRK MUI DKI Jakarta akan menggandeng ESQ Leadership Centre, Dinas Pendidikan, Pimpinan Pondok Pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya untuk menyukseskan program ini.

Pos terkait