Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana UMKM di Pintu Masuk Rusun Nagrak Diduga Tidak Transparan.

MJ, Jakarta – Proyek pembangunan pasar yang berlokasi di RW 04 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang notabene di atas lahan dinas perumahan daerah, diduga tidak memenuhi prosedur persyaratan, tidak transparan, karena plang proyek tidak terpampang di depan area proyek. (1/12/2023)

RJ pengurus wilayah RW 04 Kelurahan Marunda saat di konfirmasi oleh awak media, mengatakan bahwa awal pembangunan tidak ada komunikasi dengan wilayah, akan tetapi justru minta ijin ke RW 011 yang notabene bukan wilayahnya dan diduga ada permainan, saat RJ menyambangi lokasi berdasarkan laporan dari RT sekitar area proyek, RJ menuturkan bahwa lokasi proyek berada di wilayah RW 04 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

BACA JUGA:  Siswa di Depok Tak Wajib Ikut Perpisahan Sekolah

Akhirnya pihak proyek yang diwakili Humas yaitu saudara HS mempertemukan
Ketua RW 04 Marunda dan RW 11 Rusun Nagrak dan disepakati apabila pasar sudah berdiri belah semangka, separuh jatah kios untuk warga rusun Nagrak, separuh untuk warga RW 04 Marunda.

“Yang aneh adalah manuver yang dilakukan oleh RW 11, karena mengakui seolah – olah lokasi proyek wilayah yang bersangkutan, padahal papan plang jelas kelurahan Marunda, intinya selama untuk kepentingan masyarakat Kita ikuti saja,” tuturnya

BACA JUGA:  Dinilai Langgar Kode Etik, Ketum FWJI Akan Laporkan 7 Media Online

Sementara di tempat terpisah di waktu masa yang lalu Kepala UPRS rusun Nagrak pernah menyampaikan bahwa sebagai Fasum rencana Pembangunan Pasar Tradisional atau UMKM belum ada anggaran, penyampaian hal tersebut disampaikan saat rapat dengan pengurus wilayah dan para warga rusun Nagrak, akan tetapi tiba tiba ada pembangunan proyek pasar ataupun UMKM tanpa ada pemberitahuan dan sosialisasi kepada warga rusun tandas BR warga Nagrak.

BACA JUGA:  Gunakan Median Jalan Untuk Lahan Parkir, PT SMA Logistik Melanggar UU Jalan Raya No 22 Tahun 2009

“Ini terkesan tidak transparan bahkan pengerjaan proyekpun terkesan kejar target siang hingga malam hingga patut diduga ada permainan apalagi lahan tersebut sebagai resapan air dan seluruh para pekerjanyapun tidak melibatkan warga sekitar,” tandasnya

“Seharusnya pemasangan Plang proyek ada didepan agar dapat dilihat oleh semua masyarakat yang melintas, tidak di sembunyikan didalam area proyek inilah yang menimbulkan ada yang ditutupi dan tidak transparan,” tutup BR.

Pos terkait