PSI Vs Jokowi – PSI Partai Jokowi

MJ, Jakarta – Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, akan menggelar pemilihan umum yang diklaim terbesar di dunia pada 2024 ini. Jumlah total pemilih diperkirakan mencapai 74% dari total populasi Indonesia, sebagian di antaranya adalah pemilih pemula.

Dalam pemilu 2024 ini, generasi muda berusia usia 22-30 tahun akan mendominasi pemilih secara nasional, dengan porsi 56%, atau sekitar 114 juta. Separuh dari mereka akan menjadi pemilih pemula. Selain dinasti politik, potensi polarisasi, misinformasi dan disinformasi di media sosial masih menjadi isu utama menjelang pemilu 2024.

PSI telah berhasil menarik perhatian pemilih pemula dengan platform politik yang segar, terutama terhadap isu-isu sosial, lingkungan, anti korupsu, digitalisasi. Partai ini memanfaatkan media sosial dan komunikasi dengan efektif untuk menggapai pemilih muda. Disamping itu juga peran PSI dalam memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula, meningkatkan partisipan mereka dalam proses politik, dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam pemilu.

Mendeklarasikan diri sebagai partai baru dengan semangat keberanian orang muda, demokrasi esensial, dan politik bermartabat belum menjadi jaminan keberhasilan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam percaturan politik nasional. Ada potensi bahaya terjebak dalam ceruk politik yang sempit di tengah loyalitas yang belum terbangun.

BACA JUGA:  Presiden China Xi Jinping Turut Saksikan Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Menjawab hal ini, praktisi politik Denny Tewu sebagai Calon anggota DPR RI PSI daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Utara (Sulut) periode 2024-2029. Mengulasnya. Kata Dia mengawali ‘Siapa sih PSI ?’ Partai yang tidak lolos PT pada pemilu lalu sehingga tidak lolos ke senayan, awalnya sering mendapat cibiran dari netizen.

Denny pun saat awal menjadi caleg DPRRI PSI sempat ditanya ‘mengapa tidak ambil Provinsi saja, karena Partai nol koma sulit masuk senayan’ Namun ia berkeyakinan bahwa ada values yang baik di PSI dan seiring berjalan waktu bisa dilihat dengan nyata kata Denny Tewu, menjelang Pemilu, PSI melakukan berbagai manuver politik, dimulai dengan berbagai issue yang dilontarkan para kader sehingga menarik perhatian publik, bahkan terus menjadi trend setter hingga puncaknya Kaesang anak Presiden Jokowi menjadi Ketum PSI, melalui proses yang menggemaskan dengan diawali drama politik ‘Aku Mawar’.

Hal ini menggemparkan dunia politik, tidak percaya tapi nyata sehingga perlahan tapi pasti elektabilitas PSI terus meningkat dari waktu ke waktu, dengan adanya sentuhan keluarga Pak Jokowi, maka PSI yang bocil kini menjadi Partai menengah bahkan cenderung besar, mengingat kesukaan masyarakat Indonesia terhadap kepemimpinan Pak Jokowi masih bertahan diatas 70 %.

BACA JUGA:  Terduga Terlapor Kasus Penganiayaan di RPH Pegirian, Bakal Disidik Polisi

Jika dianalisa bahwa hubungan PSI dan keluarga Pak Jokowi memang bisa dibilang terjadi begitu rapih. Ini bisa terlihat jelas hingga saat ini kata Denny mengulas, mendekati masa kontestasi, Kaesang tiba-tiba ditunjuk jadi Ketua Umum PSI, Gibran yang mengunjungi DPP PSI sebelum ke KPU, bahkan saat berkunjung ke Sulawesi Utara sebagai Cawapres Gibran menyempatkan diri berfoto ria dengan kader PSI Sulut, di kantor DPW PSI Sulut.

Hal ini lebih memperjelas kedekatan keluarga Pak Jokowi dengan PSI sehingga slogan ‘#IkutJokowiPilihPSI ataupun PSI partai Jokowi, menjadi tidak terbantahkan lagi. Partai yang sengaja dipersiapkan Pak Jokowi untuk generasi milenial yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa, ucap Denny Tewu tegas kepada majalahjakart.id Rabu (3/1/2024)

Sebenarnya kata Denny kembali melihat bahwa dunia kagum dengan kepemimpinan Pak Jokowi yang berani dan berhasil membawa Indonesia ke level seperti sekarang ini, kekaguman itu ternyata tidak berhenti sampai disini, kehadiran PSI juga ternyata menjadi sejarah tersendiri bagi legacy yang diwariskan Pak Jokowi kepada bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  AKU Papua Dorong Pemuda dan Akselerasi Kekuasaan di Papua Harus Dimulai

Sayangnya ada yang tidak setuju dengan berbagai issue yang dilontarkan, tapi kembali kita mengingat pepatah mengatakan dari orang yg baik akan keluar rencana-rencana yang baik dan bisa dipercaya. Bahkan ada yang mempertanyakan ‘Apa kontribusi milenial terhadap Bangsa ini ?’

Mereka lupa bahwa perjuangan reformasi yang mereka lakukan lalu adalah untuk mempersiapkan generasi selanjutnya yang akan melanjutkan perjuangan tersebut, ibarat orang tua yang sudah keenakan duduk lupa berdiri dan mempertanyakan kepada anaknya sendiri ‘kamu sudah lakukan apa untuk saya ?’

Kini PSI semakin kokoh berdiri, melanjutkan mimpi-mimpi yang belum terwujud dalam rangka mempersiapkan Indonesia Emas tahun 2045 dalam kepemimpinan generasi emas buah bonus demografi dan buah dari kepemimpinan Pak Jokowi yang visioner bagi sepenuhnya kepentingan bangsa Indonesia dan kejayaan NKRI dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.

Harapannya PSI akan terbang tinggi dan menjadi partai yang diunggulkan di pemilu 2024, pungkasnya.

Pos terkait