Puluhan Warga Geruduk Kafe “Foodlah Kuliner Hits”, Tolak Penjualan Miras dan Live Musik Hingga Larut Malam

MJ. Jakarta Barat – Puluhan warga mendatangi kafe “Foodlah Kuliner Hits” di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis malam (16/5/2024). Mereka menolak keras dugaan adanya penjualan minuman keras, live musik yang keras, dan konser hingga larut malam di kafe tersebut.

Aksi damai ini dilakukan dengan menegur pemilik kafe serta menempelkan tulisan di tempat tersebut yang berbunyi: “Foodlah, Warga Menolak Adanya Penjualan Miras, Live Musik, dan Konser Musik. TTD RT.001/RW.09. Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.”

Kafe “Foodlah Kuliner Hits” awalnya dikenal sebagai tempat kuliner namun belakangan ini berubah menjadi tempat live musik dan penjualan minuman keras, yang menyebabkan keresahan warga sekitar.

Kafe tersebut berlokasi di samping salah satu kampus ternama di daerah Jalan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang semakin memicu kekhawatiran warga akan dampak negatifnya terhadap lingkungan sekitar.

Masalah terkait kafe “Foodlah Kuliner Hits” bermula dari penyewaan ruko milik H. Asmat kepada manajemen kafe tersebut beberapa tahun lalu. Awalnya, usaha yang bergerak di bidang kuliner itu berjalan dengan normal tanpa ada keluhan.

BACA JUGA:  DPRD DKI Dukung Pembangunan LRT Fase 2A

Namun, pada tahun 2023, tepatnya selama bulan Ramadhan, situasi mulai berubah. Keluarga besar H. Asmat merasa terganggu setelah menerima laporan dari warga sekitar yang merasa resah dengan aktivitas kafe tersebut. Kafe Foodlah Kuliner Hits diketahui telah beralih fungsi menjadi tempat live musik dan menjual puluhan jenis minuman keras hingga larut malam.

Terganggu dengan keluhan warga yang terus-menerus, H. Asmat memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sewa dengan manajemen kafe Foodlah Kuliner Hits yang berlokasi di Jalan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Namun, manajemen kafe Foodlah Kuliner Hits menolak untuk hengkang dan bersikeras ingin memperpanjang masa sewa, yang berujung pada perselisihan. Adu mulut pun terjadi antara kedua pihak, dan ketegangan ini memicu aksi demo harian oleh warga di depan kafe tersebut.

BACA JUGA:  Launching Kantor Cabang DAJ di Kelapa Gading, Jakarta Utara: Meningkatkan Akses Keadilan Hukum bagi Masyarakat

Kafe “Foodlah Kuliner Hits” telah habis masa kontraknya sejak tahun 2023. Namun, keluarga besar H. Asmat memberikan toleransi hingga Mei 2024. Meski begitu, upaya untuk mencapai kesepakatan dengan manajemen kafe tersebut belum membuahkan hasil.

Keluarga H. Asmat telah melakukan tiga kali dialog dengan manajemen kafe Foodlah Kuliner Hits, yang didampingi oleh petugas kepolisian setempat. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai hengkangnya kafe tersebut karena pihak manajemen masih ingin memperpanjang masa sewa.

H. Asmat berharap agar petugas berwenang dapat menindaklanjuti keinginan warga sekitar yang sudah tidak menghendaki keberadaan kafe yang menjual minuman keras dan menyelenggarakan live musik hingga larut malam, karena dianggap meresahkan warga dan berdampak buruk bagi generasi muda.

“Iya, kami mendapat laporan dari warga sekitar dan keluarga besar H. Asmat. Keberadaan kafe Foodlah Kuliner Hits di daerah ini semakin meresahkan lingkungan karena sering menjadi tempat pesta miras dengan suara live musik yang keras hingga larut malam,” ucap H. Ozzy, Ketua Organisasi Masyarakat Bang Japar Jakarta Barat sekaligus tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Lokasi SIM Keliling Depok Hari Ini 17/10/2022, Biaya Perpanjang SIM C Rp 75.000

H. Ozzy menambahkan bahwa mereka bersama warga sudah berusaha berdialog dengan pemilik kafe, namun belum menemukan titik temu karena pemilik kafe masih ingin tetap beroperasi.

Warga kini berjaga di depan kafe dengan damai, menunggu tindak lanjut dari petugas kepolisian dan Satpol PP setempat. Mereka berharap penjualan minuman keras dan aktivitas yang mengganggu ketertiban segera dihentikan.

“Intinya kami meminta tempat kafe itu ditutup karena mengganggu ketertiban lingkungan dan sangat meresahkan masyarakat. Banyak anak muda nongkrong di sana sambil minum miras dan mendengar live musik yang sangat keras. Kami khawatir anak-anak kami akan terpengaruh oleh tempat yang bermodus kafe makanan namun menjual minuman keras,” tutup H. Ozzy.

Pos terkait