Punya Poliklinik Kesehatan Jiwa, RSUD ASA Siap Layani Caleg Gagal

DEPOK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok menambah layanan Poliklinik Spesialis Jiwa guna melengkapi fasilitas kesehatan masyarakat yang berada di wilayah barat. Poliklinik tersebut resmi dibuka per 1 Maret 2024.

Direktur RSUD ASA Depok, Enny Ekasari mengatakan, penambahan layanan tersebut juga menjadi upaya RSUD ASA untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu dan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Depok.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Mau Puasa, Tunjangan 7.350 ASN Depok Malah Belum Cair Sejak Januari

“Kami akan terus melakukan penambahan berbagai fasilitas kesehatan, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima,” tutur Enny, sapaannya, Kamis (29/02/24).

Saat ini, kata Enny, RSUD ASA sedang menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan di Poliklinik Spesialis Kesehatan Jiwa. Seperti, dokter spesialis dan sedang diajukan proses verifikasi ke BPJS Kesehatan.

“Surat Izin Praktik (SIP) dokternya sudah ada, kami tinggal mengurus kredensialnya ke BPJS kesehatan,” terangnya.

BACA JUGA:  Warga Depok: Harga Beras Mirip Lagunya Anggun "Melambung Jauh Terbang Tinggi"

Menurutnya, pembukaan Poliklinik Spesialis Kesehatan Jiwa ini di waktu yang tepat. Sebab, saat ini menjelang waktu pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menetapkan para anggota legislatif terpilih.

Lebih lanjut, ujar dia, dengan dibukanya poliklinik ini, RSUD ASA akan memiliki dokter spesialis kedokteran jiwa atau yg disebut psikiater yang siap membuka pelayanan konsultasi bagi caleg gagal.

Nantinya, dokter tersebut akan memeriksa dan mendiagnosa tingkat masalah kejiwaan yang dialami pasien.

“RSUD ASA Kota Depok siap melayani para caleg yang gagal di pemilu,” ucapnya.

BACA JUGA:  PDIP Kritisi Kebijakan Penerimaan PPPK Pemkot Depok

Dikatakan Enny, pemeriksaannya antara lain, pendampingan psikoterapi dan jika dibutuhkan pemberian obat-obatan psikofarmaka untuk memperbaiki kembali kondisi mentalnya. Tentunya agar dapat berfungsi kembali seperti sediakala.

“Fasilitas konsultasi itu bisa membentengi mental psikologis pasien, sehingga tidak mudah mengalami depresi,” kata Enny.

Namun, sambung dia, RSUD ASA tidak menyiapkan ruang rawat inap khusus bagi pasien dengan gangguan jiwa.

“Kalau masih bisa ditangani untuk terapi ya terapi dulu, tetapi kalau perlu perawatan kami bisa rujuk ke RS Marzoeki Mahdi dan rumah sakit yang ada perawatan kejiwaannya,” tutup Enny.

Pos terkait