PUPUS STUNTING Berbasis ATUR POLAMU  dengan Konsep “Sehat itu Milik Kita”

PUPUS STUNTING Berbasis ATUR POLAMU  dengan Konsep “Sehat itu Milik Kita”

 

“Tubuh manusia adalah gambaran terbaik dari jiwa manusia.”
– Tony Robbins

Kata-kata bijak tersebut mengandung makna bahwa tubuh adalah harta terbaik yang harus di jaga, karena terdapat jiwa sehat didalamnya yang harus dijaga juga. Kesehatan hal yang harus lebih diutamakan dari apapun. Perlu diketahui, menurut WHO kesehatan adalah keutuhan kondisi sejahtera fisik, mental, sosial dan tidak selalu tentang absennya suatu penyakit ataupun gangguan lain. Keutuhan kondisi fisik, mental dan sosial secara global akan menciptakan perdamaian di dunia ini. Namun, tentu saja berbagai virus dan penyakit tidak akan lepas dari kehidupan kita. Salah satunya yang sedang dibicarakan berbagai sudut dunia yaitu pandemi virus SARS-CoV-2 atau Covid-19. Pandemi Covid-19 ini adalah satu dari penyebab krisis kesehatan global lainnya seperti HIV, tuberculosis, hepatitis dan penyakit menular lainnya. Menurut Koplan (2009) kesehatan global adalah bidang studi, penelitian, dan praktik yang bertujuan untuk meningkatkan dan mencapai kesetaraan status kesehatan seluruh masyarakat dunia. Sebab kesehatan global ini bersifat transnasional, maka kesehatan global fokus terhadap permasalahan kesehatan yang menyangkut banyak negara. Sejak 2 tahun lebih, pandemi Covid-19 ini menjadi tokoh utama penyebab krisisnya kesehatan global. Sehingga selama 2 tahun lebih ini, penanganan terfokus pada pandemi Covid-19.

Namun di tengah-tengah kesibukan menghadapi masalah pandemi Covid-19 kesehatan global harus tetap mengprioritaskan penanganan dan pencegahan stunting. Jika penanganan stunting dibiarkan begitu saja ini akan berdampak terhadap kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Menurut WHO, kondisi stunting adalah ketika panjang atau tinggi badan anak berada di bawah 2 samping baku yang diklasifikasikan sebagai stunted dalam grafik WHO, yang disebabkan kekurangan gizi kronik. Anak yang kekuranagan gizi kronik 1000 hari kehidupannya dihitung dari masa janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Jika anak kekurangan gizi berkepanjangan stunting tidak hanya berdampak pada tubuh tetapi juga gangguan-gangguan lain, termasuk kurangnya kecerdasannya. Di Indonesia prevalensi anak stunting masih tergolong tinggi. Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) 2013 menunjukkan angka stunting pada balita Indonesia 37,2%. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai macam penganekaragaman makanan dengan kadar kandungan yang bisa membantu melindungi anak dari stunting. Penganekaragaman konsumsi pangan menjadi salah satu pilar utama dalam penanganan masalah pangan dan gizi untuk mencegah stunting. Dari segi fisiologis, manusia untuk dapat hidup aktif dan sehat memerlukan lebih 40 jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan. Dari berbagai jenis pangan yang ada, tidak ada satupun jenis pangan yang lengkap gizinya kecuali ASI (Martianto, 2005). Penganekaragaman konsumsi pangan bagi penduduk terutama bayi maupun anak-anak adalah aspek penting bagi perwujudan SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia yang berkualitas. Lalu, bagaimana cara yang tepat membantu menghadapi penanganan dan pencegahan stunting selama krisis kesehatan global?
Berdasarkan uraian di atas, penulis yang dikemas dalam sebuah karya yang berjudul “PUPUS STUNTING” (Paguyuban untuk Patahkan dan Hapus Stunting) Berbasis “ATUR POLAMU (Atur Secara Teratur Pola Makan dan Nutrisimu)” dengan Konsep “Sehat itu Milik Kita” merupakan suatu komunitas yang diprakarsai oleh para remaja yang bertujuan untuk menangani dan mencegah stunting selama krisis kesehatan global.

Pihak-pihak yang nantinya akan terlibat dalam komunitas ini adalah:

Kementerian Kesehatan
Bertugas sebagai penanggung jawab dan pengarah kebijakan dalam penanganan dan pencegahan stunting di masyarakat selama krisis kesehatan global. Sekaligus sebagai pengayom bagi komunitas PUPUS STUNTING.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Berperan sebagai fasilitator dan juga pengambil arah kebijakan dalam bidang pendidikan yang berkaitan dengan menjaga kesehatan guna mencegah stunting bagi masyarakat terutama ibu rumah tangga, ibu hamil maupun menyusui sejak dini.
Peran Dokter dan Bidan
Berperan sebagai konsultan kesehatan bagi masyarakat. Sekaligus sebagai motivator dalam acara menangani dan mencegah stuntin. Selain itu, Dokter dan Bidan juga berperan sebagai sahabat atau relasi utama dan juga pemateri bagi komunitas PUPUS STUNTING dalam menjalankan semua program kegiatannya.
Pengurus dan Anggota Komunitas PUPUS STUNTING
Bertugas sebagai pelopor dan pelaksana kegiatan komunitas PUPUS STUNTING.
Masyarakat
Berperan sebagai objek dan partisipan setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas PUPUS STUNTING.

BACA JUGA:  Sakit Perut? Hati-hati dengan Telur yang Dimasak Setengah Matang

Metode atau tahapan untuk merekrut anggota baru yang dapat dilakukan oleh pengurus komunitas ini adalah sebagai berikut:

Sosialisasi

Sosialisasi yaitu tindakan yang dilakukan untuk memperkenalkan seluruh program kegiatan komunitas PUPUS STUNTING kepada masyarakat. Cara dengan melakukan penyebaran pamflet atau brosur, banner hingga pengiklanan lewat instagram, twitter, google, facebook dan lain-lain.

Registrasi

Setelah mendapatkan respon positif dan partisipasi dari masyarakat, maka akan dilanjutkan ke tahap registrasi. Tahap registrasi merupakan tahap pendaftaran bagi masyarakat yang ingin bergabung dengankomunitas PUPUS STUNTING.

Seleksi

Tahap selanjutnya merupakan proses seleksi bagi seluruh peserta calon anggota komunitas PUPUS STUNTING atau masyarakat yang ingin bergabung dengan komunitas PUPUS STUNTING yang telah melakukan tahap registrasi. Seleksi dilakukan melalui beberapa tahap, seperti uji wawasan, kepribadian dan tingkat kepedulian. Hal ini dilakukan guna mendapatkan anggota komunitas yang benar-benar setia, tanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.

Diklat Anggota Baru

Kegiatan diklat merupakan kegiatan lanjutan bagi peserta yang telah lolos seleksi anggota komunitas PUPUS STUNTING. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memupuk rasa kebersamaan dan menjalin silaturahmi antara pengurus dan anggota baru agar saling mengenal watak, sikap, karakter dan kepribadian antara yang satu dengan yang lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan sarana untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja darikomunitas PUPUS STUNTING. Tidak hanya itu, kegiatan diklat ini juga sebagai sarana untuk meningkatkan kekompakan dan kesolidan seluruh anggota komunitas PUPUS STUNTING. Visi dari PUPUS STUNTING (Paguyuban untuk Patahkan dan Hapus Stunting) yaitu mencetak pemuda yang peduli dan tanggap terhadap kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya serta berpartisipasi aktif dalam rangka mencegah penanganan dan pencegahan stunting selama krisis kesehatan global di Indonesia. Sedangkan misi dari komunitas PUPUS STUNTING ini tertuang dalam program kegiatan PUPUS STUNTING di bawah ini.

Adapun program kegiatan dari komunitas PUPUS STUNTING antara lain sebagai berikut:

Consume Healthy Food

Kegiatan yang bertujuan memberikan wawasan tentang pentingnya makanan bergizi untuk mencegah stunting. Bahwasannya mengonsumsi makanan bergizi dapat menjaga tubuh tetap ideal dan membantu pertumbuhan tinggi badan terutama bayi dan anak-anak. Dalam kegiatan ini, masyarakat akan dibantu untuk memilih bahan makanan yang sesuai dengan prinsip “Tumpeng Gizi Seimbang” cara mengolah dan memasak makanan sehat dan bergizi. Pola makan sehat bergizi Tumpeng Gizi Seimbang ini tidak hanya meliputi makana dan minuman saja akan tetapi juga meliputi aktivitas keempat parameter. Selain itu maksud dari prinsip, Tumoeng Gizi Seimbang ini memilki empat prinsip yaitu, konsumsi makanan beragam, hidup bersih, aktivitas fisik, dan memantau berat badan.

BACA JUGA:  Makanan Ultra Proses Perlahan Membunuhmu!

Nutrition Daily Schedule

Kegiatan yang bertujuan memberikan wawasan cara mengatur nutrisi harian. Melalui kegiatan ini masyarakat akan diberi pengarahan tentang nutrisi atau gizi seimbang menu makan yang baik untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Mengatur waktu makan ini mampu memberikan pengaruh langsung terhadap berat badan. Wawasan yang akan disampaikan di kegiatan ini tentang menu makan dan asupan gizi yang tepat contohnya untuk sarapan pagi, penggunaan nasi harus dikombinasikan dengan perbandingan 1:1 atau bisa diganti ubi jalar ataupun nasi merah karena lebih kaya serat daripada nasi putih untuk memenuhi karbohidrat sebagai energi di pagi hari. Selain itu juga dibutuhkan tambahan asupan yaitu protein sebagai zat pembangun untuk produktif seharian. Untuk makan siang dapat mengonsumsi makanan berat dengan memodifikasi beragam bahan. Sedangkan untuk makan malam, menurut ahli gizi dan Head of Food Sesa Indonesia, Putri Puncak Anjani di malam hari asupan yang diutamakan adalah yang mengandung protein, vitamin dan mineral serta diusahakan jangan mengonsumsi makanan yang tinggi gula atau karbohidrat berlebih.

Cooking Nutritional Ingredients

Kegiatan ini bertujuan memberikan cara atau tutorial memasakan makanan dengan beragam bahan yang memenuhi gizi seimbang. Jika dalam satu makanan mampu memenuhi semua gizi yang dibutuhkan tumbuh, sehingga pemenuhan kecukupan gizi makanan rumah. Contoh makanannya seperti sup outmeal, sup daging sayur dan makan gizi seimbang lainnya.

Cropping Production

Di dalam kegiatan ini masyarakat kususnya ibu rumah tangga di beri pengarahan. Prngarahan ini berupa cara menjadi produsen tanam makan sehat. Maksudnya di kegiatan ini khususnya ibu rumah tangga akan dibimbing untuk bisa menjadi produsen yang memproduksi makanan sehat dengan menanam berbagai keanekaragaman tanaman yang penuh gizi seimbang. Sehingga pemenuhan makanan akan dapat terpenuhi di rumah.

Environmental Health

Kegiatan yang bertujuan memberikan wawasan tentang perilaku hidup sehat yang dimulai dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya pengkonsumsian yang diperlukan lingkungan sehat juga harus dijaga. Jika lingkungan sehat, makanan yang akan di makan juga ikut sehat. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan modal awal mencegah stunting. Salah satu contoh program kegiatannya ialah mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Jika lingkungan bersih, tubuh kita tidak akan terjangkiti oleh virus dan bakteri. Allah SWT juga sangat menyukai kebersihan, ini merupakan salah satu wujud ketakwaan kita kepada Allah SWT seperti hadits riwayat Tirmidzi yang berbunyi:
“Dari Rasulullah SAW: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.”

Self Health

Kegiatan ini juga bertujuan memberikan wawasan tentang perilaku hidup bersih sehat yang mengarah kepada kebersihan diri. Tidak hanya lingkungan, kebersihan diri juga perlu diperhatikan untuk mencegah stunting. Dalam kegiatan ini masyarakat akan diajarkan cara mencuci tangan dengan benar, menggosok gigi yang tepat yaitu 2 kali sehari, serta etika bersin dan batuk.

Mother’s Coaching

Kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan ibu hamil dan menyusui. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan wawasan tentang cara mencegah stunting sejak dini. Menurut Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB Universitas Hardiansyah mengatakan pencegahan awal yang bisa dilakukan adalah jangan sampai penambahan berat badan ibu hamil tidak mencukupi. Jadi dari penambahan bera badan yang lambat bisa menjadi indikator utama. Dalam pencegahan stunting sejak dini, ibu memiliki peran penting dalam menentukan menu makanan pada saat hamil dan pemenuhan gizi serta pola asuh pada anak setelah lahir. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini ibu hamil maupun menyusui akan diajarkan cara mencegah stunting antara lain, bagi calon ibu hendaknya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum hamil dan rutin melakukan pemeriksaan saat hamil, ketika bayi lahir, yang harus diperhatikan ibu dan seorang ibu juga wajib memberikan ASI dan MP ASI eksklusif yaitu diberikan 6 bulan sampai 23 bulan. Tidah hanya itu, dibutuhkan juga susu pertumbuhan, telur, ikan, pangan hewani, lauk pauk dan berbagai MP-ASI yang diperkaya gizi (MP-ASI program atau MP-ASI Komersial).

BACA JUGA:  Aksesibilitas Fasilitas Pelayanan Kesehatan Berpengaruh terhadap Penurunan Angka Kematian Bayi di Indonesia

Health Consultation

Kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan beberapa dokter dan bidan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada masyarakat memeriksa kesehatan mereka, tinggi badan agar tetap ideal. Setelah itu, bidan akan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan masyarakat. Kemudian masyarakat akan diarahkan untuk bertemu dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain melakukan pemeriksaan masyarakat juga bisa berkonsultasi masalah makanan bergizi atau penganekaragaman makanan di rumah yang tepat. Dengan cara tersebut diharapkan masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan dan wawasan tentang penganekaragaman makanan yang lebih baik untuk mengurangi stunting.

Sport and Physical Health

Selain melakukan penganekaragaman makanan untuk menangani dan mencegah stunting selama krisis kesehatan global ini, cara mencegah stunting yaitu dengan berolahraga. Tujuan dari kegiatan ini, untuk membiasakan masyarakat agar senantiasa menjaga kesehatan jasmani dan rohaninya melalui olahraga. Kegiatan ini dilakukan sebab melalui olahraga juga dapat membantu mencegah stunting. Dalam kegiatan ini masyarakat akan diajak melakukan olahraga yang diawali dengan pemanasan, lalu dilanjutkan kegiatan olahrga lainnya seperti bola voli secara teratur setiap hari sabtu ataupun minggu dan memberikan kepada masyarakat agar melakukan olahraga setiap hari pada pagi sebelum berangkat kerja atau beraktivitas. Kegiatan ini dilakukan karena menganut hadis riwayat at-Thabrani yang menyebutkan bahwa:
“Segala aktivitas yang tidak ada unsur ritual, zikir kepada Allah SWT, dikategorikan kelalaian dan pengalihan kecuali empat aktivitas, yakni belajar panahan, latihan berkuda, bermain dengan keluarga, dan belajar renang.”

Komunitas juga memiliki strategi untuk merealisasikan program yang telah direncanakan dan dirancang. Adapun strategi yang dilakukan untuk merealisasikan program PUPUS STUNTING ini adalah:

Membuka sumbangan sukarela atau donasi dari berbagai relawan.
Iuran uang kas anggota setiap pertemuan.
Mengadakan kerjasama dalam bentuk sponsorship dengan berbagai perusahaan.
Biaya masuk atau uang pendaftaran bagi anggota baru.
Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dokter, Bidan dan Dinas Kesehatan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komunitas PUPUS STUNTING merupakan komunitas yang bertujuan menangani dan mencegah stunting dengan berbagai program kegiatan yang bisa membantu penanganan kesehatan dan pencegahan stunting.

Apabila PUPUS STUNTING (Paguyuban untuk Patahkan dan Hapus Stunting) mendapatkan dukungan dari pemerintah dan beberapa instansi yang berkompeten di bidang kesehatan, maka tujuan penanganan dan pencegahan stunting selama krisis kesehatan global di Indonesia dapat tercapai secara optimal. Selain itu, akan menciptakan generasi muda Indonesia yang sehat, tanggap dan peduli terhadap masalah kesehatan.

Istanti Hardian Rahmadani

Pos terkait