Remaja Juga Bisa Terkena Hipertensi

Remaja Juga Bisa Terkena Hipertensi

DEPOK POS – Tekanan darah atau hipertensi merupakan stamina yang didistribusikan oleh darah pada dinding arteri dan salah satu faktor risiko utama terkena stroke. Periode ini secara signifikan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan agresi jantung, infark miokard, heart failure, aneurisma arteri, aterosklerosis, dan sebagainya. Penyebab hipertensi pada remaja (usia 13-18 tahun) yang paling banyak adalah hipertensi primer (80%), menyertakan kidney disease. Hipertensi primer pada remaja merupakan lanjutan mulai dari periode anak-anak dan berturut-turut ke masa dewasa.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, menjelaskan sekitar 1,13 Miliar masyarakat mengidap hipertensi di bumi ini, maka 1 dari tiga orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah pengidap hipertensi ini semakin meningkat per tahunnya, diprediksi pada tahun 2025, terdapat 1,5 miliar masyarakat yang mengidap hipertensi, dan diprediksi per tahunnya 9,4 juta masyarakat meninggal dunia efek dari tekanan darah tinggi serta komplikasinya.

BACA JUGA:  Penyebab Gagal Ginjal dan Cara Pencegahannya

Hipertensi pada kurun waktu tertentu dapat memicu komplikasi. Komplikasi tersebut bisa menembus sejumlah destinasi bagian tubuh yakni o, mata, otak, jantung, pembuluh nadi, dan ginjal. Beberapa faktor yang mengakibatkan terkena hipertensi secara umum, diantaranya:

1. Riwayat hipertensi dalam keluarga

Bila salah satu anggota keluarga mempunyai riwayat tekanan darah tinggi, maka secara kontingen kita bisa terkena hipertensi. Di sisi lain, adanya abnormalitas genetis yang diturunkan dari orang tua.

2. Usia

Tekanan darah tinggi akan beranjak meningkat risikonya beriringan dengan berjalannya usia.

3. Jenis kelamis

Umumnya, tekanan darah tinggi lebih banyak menyerang laki-laki daripada perempuan.

4. Ras

Remaja dengan derma gelap memiliki tekanan darah lebih tinggi dibandingkan dengan derma putih. Disparitas tekanan darah remaja perempuan derma gelap dan derma putih dipertemukan dengan menerapkan adanya disparitas maturitas.

5. Pola hidup

BACA JUGA:  Jeruk Nipis sebagai Obat Batuk

Kurang tidur adalah salah satu faktor risiko hipertensi di remaja yang dapat diubah. Hal ini sejalan dengan menggunakan penelitian tertentu, untuk memastikan bahwa remaja dengan kurang tidur yang kurang mempunyai tekanan darah atas (sistol) dan tekanan darah bawah (diastolik) yang lebih tinggi daripada remaja yang menggunakan kurang tidur yang baik. Kurang tidur yang buruk dapat menginovasi hormon stress dan memodifikasi sistem saraf tidak sadar menggunakan aktivasi amplifikasi simpatis atau degradasi parasimpatis sehingga terjadi amplifikasi tekanan darah.

6. Banyak mengonsumsi kuliner yang mempunyai kadar garam tinggi

Mengkonsumsi garam berlebih bisa meninggikan natrium pada sel dan menghambat ekuilibrium. Sebagai akibatnya, cairan akan menyempitkan diameter pembuluh nadi. Itu membuat jantung harus memompa darah lebih berenergi yang membangkitkan tekanan darah.

7. Stress

Tubuh menciptakan gelombang hormon saat dalam kondisi tertekan.

8. Merokok

Merokok bisa menyebabkan tekanan darah meningkat, karena elemen kimia yang terdapat di dalam tembakau, yang dapat memprovokasi lapisan pada dinding arteri.

BACA JUGA:  “Screen Time“ Lama-Lama, Bikin Anak Sakit Mata dan Mental Juga

9. Obesitas

Pada orang obesitas, ginjal beraksi lebih kuat dan mengakibatkan amplifikasi tekanan darah.

10. Kurangnya kegiatan fisik.

Orang yang kurang melakukan kegiatan fisik memiliki frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi sebagai akibatnya myocardium perlu berperan lebih kuat pada setiap depresiasi.

Pengidap hipertensi tidak merasakan atau bahkan menyadari adanya indikasi. Oleh sebab itu, penyakit ini tak jarang disangka sebagai silent killer. Seseorang perlu mengaplikasikan gaya hidup sehat. Secara umum, untuk bisa menurunkan resiko permasalahan kardiovaskular yang akan berkembang. Beberapa gaya hidup sehat yang dianjurkan yaitu mengurangi berat badan, garam, dan alkohol yang berlebih, serta olahraga dan berhenti merokok. Cegah dan kendalikan hipertensi dengan tepat untuk hidup sehat lebih lama.

Andreyna Noviola Sylvandi
Mahasiswa Prodi TLM dari Universitas Binawan

Pos terkait