Roni Adi SE, M.M Ketua MPD Pemuda ICMI Jakarta Pusat, Penerus Cita-cita H. Mahbub Djunaidi

MJ, Jakarta – “Sang Pendekar Pena”! Dan julukan itu memang pantas diberikan kepada H. Mahbub Djunaidi, mantan Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) di era 60 an yang lahir 17 Juli 1933 di Jakarta dan menghembuskan nafas terakhirnya di Bandung pada 1 Oktober 1995.

Kebetulan penulis satu komplek di perumahan yang sama dengan almarhum dan penulis adalah teman bermain dari putra bungsu beliau, Verdi Heikal (alm) mahasiswa alumnus Teknik Industri ITB.

“Sepengetahuanku, Bung Mahbub adalah tokoh besar yang tidak pernah menonjolkan dirinya sebagai tokoh besar di komplek perumahan Blok XV, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kotamadya Bandung.

“Kegiatan Iding (sebutan akrab Verdi) bareng teman tetangganya, keliling komplek ngurek belut di selokan, main bola, basket, iseng iseng masang porkas dan seperti umumnya remaja Bandung 90 an, main band! Gegara Verdi lah penulis sempat berpapasan dengan Bung Mahbub saat beliau duduk didepan mesin tik dengan kepulan asap rokoknya yang begitu sangat dinikmatinya.

“Dan aku lebih sering ngobrol bersama Verdi di Gazebo samping rumahnya yang dijadikan tempat menyimpan ular cobra! Sesekali pindah ke lantai dua di rumahnya untuk membaca buku – buku yang agak “berat”.

“Lain halnya dengan Kang Isfandiari MD, kakaknya Verdi yang kukenal justru saat beliau lagi kenceng kencengnya ngeband di tahun 1995. Setelah Band Cau kelar latihan di studio musik dimana aku bekerja, aku tak pernah ketemu lagi dengan kakak kelasku di SD Karang Pawulnag 2 Bandung ini. Beliau pindah ke Jakarta bekerja di Kompas Group sebagai jurnalis.

BACA JUGA:  Mendag Zulkifli Hasan Resmikan 5 Pasar Rakyat dan Gudang Non-SRG di Kabupaten Sambas

“Tanpa diduga pada Maret 2015 aku bertemu Kang Isfan di sebuah bengkel motor bernama Gum Custom di kawasan Bandung Timur. Sejak 2015 itulah aku semakin sering bertemu baik dalam dunia literasi maupun kegiatan band dan hobby nya sejak dulu, momotoran!

“Selama 4 tahun sejak 2015 – 2019 banyak anak anak motor bilang, dimana ada Kang Isfan, disitu ada Mang Yankee. Terakhir aku bertemu beliau November 2019 di sebuah cafe di jalan Cikawao Bandung, ketika itu penulis dan beberapa rekan menggelar acara NgoPI (Ngobrol Perkara Inspiratif) dengan narasumber Ishaq Mustaqim, mualaf asal Kanada dan Kang Isfan juga jadi salah satu nara sumbernya, selain narasumber yang lain Kang Denni Hamdani, murid ideologisnya H.Mahbub Djunaidi, seorang alummi SMA N 3 dan ITENAS Bandung. Kang Denni adalah founder Bale Rancage di Majalaya.

“Sejak akhir 2019 praktis aku gak pernah lagi bertemu dengan Kang Isfan, karena kesibukan masing masing. Seingatku beliau pernah kirim pesan via WhatsApp mengabarkan bahwa dirinya diangkat menjadi Wasekjen PBNU di awal 2021. Aku mengucapkan selamat atas diangkatnya beliau sebagai Wasekjen PBNU. Jabatan yang cukup layak diterima setelah beliau berkiprah di PBNU.

Awal tahun 2023 penulis memberanikan diri untuk lebih mengetahui Tanah Abang! Setelah H. Abraham Lunggana alias Haji Lulung (Politisi PPP) wafat, praktis aku sibuk mencari siapa tokoh Tanah Abang yang harus ditemui berkaitan dengan kegiatan lembaga yang aku dirikan yaitu; Mahbub Djunaidi Centre (MDC). Walaupun penulis kenal dekat dengam Kang Isfan yang kebetulan menjabat sebagai Wasekjen PBNU, jujur agak “gengsi” kalau mau masuk Tanah Abang harus “merepotkan” Kang Isfan yang jadwalnya sangat padat!

BACA JUGA:  Pemerintah Dorong Kolaborasi dan Sinergi dalam Akselerasi Penyaluran KUR

“Assalamualaikum, ijin telfon lima menit bisa?” Pesan tertulis kukirim via nomer kontak What’s App nya Bang Oni alias Roni Adi SE, M.M

Beberapa menit kemudian beliau membalas chat ku. “Nanti saya telfon balik” jawab beliau singkat.

Setelah penulis selesai nyuapin Ibu (alm), selepas Magrib Bang Oni penuhi janjinya nelfon menghubungiku. Durasi ngobrol via telfon yang saya minta lima menit ternyata bertambah lebih lama menjadi 35 menit.

“Pokoknya Mang Yankee harus datang ke acara Lebaran Tenabang, 27 Mei ya. Lokasinya di deket stasiun Karet.” Ujar Bang Oni mengakhiri pembicaraan sekaligus memberi nomer telepon seluler. Nomer WhastApp yang harus aku hubungi jika jadi ke Tanah Abang. Aku gak nyangka ternyata nomer yang dikirim oleh Bang Oni adalah salah satu anggota WANADRI 976. Beliau adalah Bang Inoy! Aku dan Inoy makin akrab, apalagi kita berdua satu lingkaran yang sama sama kenal dekat dengan Mang Wonk (alm).

Di acara lebaran Tenabang, aku bertemu dengan Bang Roni sekitar 30 menit, setelah dideklarasikannya Pakta Integritas Pemilu Damai seluruh Ormas Se Kecamatan Tanah Abang pada 27 Mei 2023! Bang Oni harus terbang ke Batam. Pertemuan yang sangat singkat tapi muatannya sangat padat!

Sejak 27 Mei sampai kisah ini ditulis pada 15 Desember 2023, selama berbulan bulan aku coba “bongkar” sosok Roni Adi secara langsung dengan bertatap muka, ngobrol banyak dan tentu saja aku harus tahu lebih banyak melalui warga Tanah Abang! Perjalanan yang lumayan cukup melelahkan. Penulis harus menyajikan tulisan yang objektif.

BACA JUGA:  HNW: Pemerintah dan Ketua PSSI Harusnya Tolak Timnas Israel

Dan kesimpulanku, sosok Roni Adi SE,. M.M yang sekarang bekerja sebagai Tenaga Ahli di DPR-RI adalah seorang tokoh publik yang bisa meneruskan, memperjuangkan dan merealisasikan cita-cita nya “Sang pendekar pena” H. Mahbub Djunaidi dalam mengangkat harkat derajat masyarakat yang berdomisili di Jakarta sekaligus menata Kota Jakarta di masa depan dalam menyambut Indonesia Emas 2045!

Berlebihan? Tentu saja tidak, perjalananku selama tujuh bulan sejak Mei hingga Desember di Tanah Abang, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah jika tidak dengan disertai dengan niat.

Terakhir aku hadir di TIM (Taman Ismail Marzuki) Cikini Jakpus untuk hadir di acara bedah buku. Kebetulan Roni Adi sebagai moderator di acara itu. Sebagai founder sekaligus Ketua Betawi Kita, Roni Adi tampil sangat bijaksana sebagai moderator.

Tanah Abang, sebuah kecamatan di Jakarta Pusat memiliki peran penting yang sangat strategis bagi perkembangan bangsa dan negara ini. Banyak tokoh lahir di wilayah ini. Bung Mahbub Djunaidi menyebut Tanah Abang sebagai Betawi Pasar!

“Sangat sulit dan berat untuk bisa seperti Cing Abo” kata Roni ketika Ziarah ke makam H. Mahbub Djunaidi di Bandung pada 2 Oktober 2023 yang didamping oleh Kang Isfandiari MD (Wasekjen PBNU) dan beberapa orang warga Tanah Abang yang turut serta ikut melakukan Ziarah ke tokoh pers berkelas internasional tersebut!

Pos terkait