Rumah Dan Kantor Bupati Labuhan Batu Di Geledah, Usai Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

MJ, Labuhan Batu – Giat pertama 2024 Komisi Pemberatasan Korupsi [ KPK ] kembali menggeledah rumah dan kantor Bupati Labuhan Batu Sumatra Utara [ Sumut ] paska terjaring operasi tangkap tangan [ OTT ], Kamis siang [ 11/01/24 ].

Tim yang berjumlah delapan orang langsung menyebar ke beberapa lokasi selepas OTT, menyegel sejumlah tempat, kantor dinas kesehatan Kabupaten Labuhan Batu di Jalan KI. Hajar Dewan Tara, Kecamatan Rantau Selatan, Kantor Dinas Cipta Karya di Jalan WR.
Supratman, Kecamatan Rantau Utara.

BACA JUGA:  Bupati Sidoarjo Bekali Ratusan Petani, Gunakan Alat Pertanian dan Obat Hama Nabati

Lembaga KPK juga menyeser rumah pribadi Bupati Labuhan Batu, dr.Erik Atrada Ritonga di Jalan WR.Supratman, Kecamatan Rantau Utara, rumah pribadi milik anggota DPRD Kabupaten Labuhan Batu, Rudi Ritonga dari partai Bulan Bintang juga calon legislatif dari partai Nasdem di Jalan Kampung Baru Kecamatan Rantau Utara.

Saat penggeledahan berlangsung, tim KPK mengamankan, dr.Erik Atrada Ritonga kedalam mobil jenis minibus warna putih dengan nopol BK 1997 BRU, bersama Plt Kepala Dinas brinisial [ M ] anggota DPRD inisial [RR] serta pihak swasta [EK] dan [T].

BACA JUGA:  Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

Elya Rosa Siregar, Wakil Bupati Labuhan Batu saat di hubungi media terkait penggeledahan dan operasi tangkap tangan [ OTT ] oleh tim lembaga KPK, dirinya belum tau pasti terjadinya penggeledahan tersebut.

Dengan alasan, Elya Rosa [Wakil Bupati] lagi berobat di luar kota” saya belum tau pasti imformasi itu, saya masi di sibolga Tapanuli Tengah [ Tapteng ] untuk berobat, terakhir saya bertemu tanggal 09/01/24″ ujar Elya.

BACA JUGA:  Oknum Komunitas Wartawan Gresik Langgar UU Pers, Ini Kata Ketua DPD FWJI Jawa Timur

KPK terus melakukan pendalaman pemeriksaan, karna lembaga KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan tindak lanjut dari giat OTT tersebut.hal itu termasuk gelar perkara guna menentukan apakah kasus itu bakal di naikkan ke tahap penyidikan sampai penentuan pihak-pihak yang jadi tersangka” pungkas Nurul Ghufron.

Pos terkait