Sambangi Bengkel motor, Polsek Purwokerto Selatan Banyumas Pasang Stiker Larangan Knalpot Brong

MJ, Banyumas – Polresta Banyumas Polda Jateng menggencarkan sosialisasi dan edukasi larangan penggunaan knalpot brong, dengan mengerahkan personel hingga jajaran Polsek untuk menyambangi bengkel motor.

Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Purwokerto Selatan Aiptu I Nengah, melaksanakan sosialisasi larangan penggunaan knalpot brong, dengan memasamg stiker larangan knlpot brong di bengkel motor di Jalan Gerilya Purwokerto Selatan.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, SIK, MH, melalui Kapolsek Purwokerto Selatan Kompol Puji Nurochman, SH, MH, mengatakan bahwa, selain menempelkan stiker hinbauan kepada para pemilik bengkel, pihaknya juga meminta mereka untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk dengan tidak membuat serta menolak order pemasangan knalpot brong.

BACA JUGA:  Peresmian Ruas Jalan Tol di Sumatra Utara Membuka Potensi Industri Pariwisata

“Personil kami mengimbau pemilik bengkel agar tidak membuat atau memasang knalpot brong atas permintaan orang lain yang dapat menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat,” kata Kapolsek.

Untuk diketahui, knalpot diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009. Didalamnya disebutkan bahwa motor berkubikasi 80-175 cc, tingkat maksimal kebisingan 80 dB, dan untuk motor di atas 175 cc maksimal bising 83 dB.

BACA JUGA:  Sat Binmas Polres Pematang Siantar Ngobrol Ringan Seputar Pemilu 2024 Bersama Warga

Kemudian untuk menindak pengendara dengan knalpot bising, Kepolisian dapat mengacu pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Pasal 285 ayat (1) mengatur tentang persyaratan teknis dan laik jalan di jalan yang tidak memenuhi standar. Dalam ketentuan tersebut salah satunya adalah larangan penggunaan knalpot bising.

BACA JUGA:  Indikasi Politik Uang Oknum Caleg PAN Dilaporkan ke Bawaslu

“Jadi aturanya sudah jelas, apa bila ada yang melanggar atau kedapatan menggunakan klanpot brong maka dapat dikenakan sanksi kurungan satu bulan atau denda sebesar Rp. 250.000,-“, ungkap Kapolsek.

Pos terkait