Sepenting Apa Quality Time Bersama Keluarga?

Sepenting Apa Quality Time Bersama Keluarga?

DEPOK POS – Hidup bukan hanya tentang memikirkan kesibukan diri sediri, tapi kita harus memikirkan hal-hal eksternal dalam diri kita seperti keluarga, teman dan lingkungan sekitar. Keluarga adalah segalanya bagi semua orang yang ada di dunia ini. Menghabiskan waktu bersama keluarga adalah suatu hal yang diinginkan oleh semua orang, tapi tidak semua orang bisa selalu menghabiskan waktu untuk keluarga karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya salah satunya yaitu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Quality time adalah serangkaian kegiatan yang direncanakan dan dimanfaatkan untuk meluangkan waktu oleh setiap orang untuk menjalin kebersamaan dengan keluarga, pasangan atau teman. Dalam bahasa indonesia quality artinya kualitas dan time artinya waktu, secara harfiah quality time berarti waktu yang berkualitas, (Wakaf et al. 2019). Keluarga adalah unit terkecil dalam kelompok masyarakat, terdiri dari kepala keluarga dan ada beberapa anggota di dalamnya yang memiliki hubungan perkawinan atau hubungan darah. Setiap anggota keluarga memiliki perannya masing-masing yang saling melengkapi satu sama lain, (Rahmi and Januar 2019).

Dalam parenting islam, terdapat hak-hak yang harus penuhi oleh setiap orang di dalam keluarga, yakni menyenangkan hati keluarga. Cara untuk mengimplementasikannya yaitu salah satunya dengan memiliki quality time bersama keluarga. Dalam perspektif psikologi quality time bersama keluarga sangat perlu karena orang tua harus mendampingi dan mendukung tumbuh kembang agar prilaku anak tidak menyimpang, dengan orang tua yang selalu mendampinginya akan tumbuh kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

BACA JUGA:  Larangan Maysir dalam Transaksi

Setiap orang pasti ingin memiliki keluarga yang bahagia dan harmonis, untuk menjadi seperi keluarga tersebut setiap anggota keluarga harus saling berbagi, saling menghargai dan sering melakukan aktivitas bersama. Quality time bersama keluarga yang harus diterapkan oleh setiap orang dalam keluarga, seperti:

⦁ Kedekatan antar anggota keluarga
Setiap orang ingin kehidupan keluarga nyaman dan itu memang sangat dibutuhkan bagi setiap anggota keluarga. Keluarga yang baik adalah keluarga yang menjaga kenyamanan dan kedekatan setiap anggoata keluarga yang ada didalamnya. Ditambah ikatan keluarga yang begitu kompak, solid dan saling rangkul satu sama lain membuat keluarga menjadi lebih kuat.

⦁ Menunjukan rasa peduli antar anggota keluarga
Banyak keluarga yang memiliki rutinitas yang padat setiap harinya hal tersebut membuat fisik dan pikiran menjadi lelah, bahkan setelah pulang dari rutinitas yang sampai malam mereka ingin langsung tidur. Padahal hal tersebut dapat menyebabkan hilangnya rasa kepedulian anta anggota keluarga. Setelah makan malam seharusnya dapat digunakan untuk menunjukan rasa peduli antar anggota keluarga, misalnya seperti obrolan hangat mengenai keseharian, nonton televisi bareng, membantu mengerjakan tugas sekolah anak atau membantu membersihkan sisa makan malam.

⦁ Berbagi tugas dan tanggung jawab antar anggota keluarga
Setiap anggota keluarga memiliki kesibukannya masing-masing akan tetapi jika semua tugas dan tanggung jawab tidak dibagi perannya dengan baik, maka menjadi tidak efektif bahkan tidak berjalan. Setiap anggota keluarga perlu membagi tugas dan tanggung jawab dengan baik mereka dapat memaksimalkan waktu dengan baik dan bisa meluangkan waktunya untuk keluarga.

BACA JUGA:  Literasi Keuangan Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Ketika Memulai Investasi Saham

⦁ Melakukan aktivitas bersama
Penting sekali untuk mencari aktivitas yang bisa dilakukan bersama dengan keluarga agar meningkatkan quality time. Selain itu, penting juga mencari waktu luang bersama agar quality time dapat berjalan dengan maksimal. Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan bersama, antara lain berolahraga, menonton film, berkebun, membersihkan rumah, jalan-jalan atau makan dan minum bersama.

Memiliki waktu bersama keluarga dapat memberikan pengalaman yang berbeda pada setiap orang. Selain itu, waktu yang kita miliki merupakan suatu hal terbesar yang dapat kita berikan kepada keluarga, maka quality time yang dihabiskan bersama keluarga tentunya memberikan pengaruh positif bagi setiap anggota keluarga. Beberapa manfaat quality time bersama keluarga dalam perspektif islam dan psikologi, yaitu:

⦁ Meningkatkan keimanan
Melakukan ibadah bersama merupakan salah satu manfaat quality time Bersama keluarga agar dapat meningkatkan keimanan setiap anggota keluarga. Selai itu, untuk meningkatkan keimanan tidak hanya dari ibadah saja, tapi bisa dengan membaca Al-quran dan orang tua bisa memberikan tausiyah kepada anaknya.

⦁ Keluarga yang harmonis
Memberikan tempat setiap anggota keluarga untuk menghargai perubahan yang terjadi dan mengajarkan keterampilan berinteraksi sedini mungkin pada anak dengan lingkungan yang luas. Hal tersebut dapat memberikan dampak baik untuk anggota keluarga untuk saling menghargai agar terciptanya keluarga yang harmonis.

BACA JUGA:  5 Tips Agar Libur Semester Tetap Produktif bagi Mahasiswa

⦁ Mengurangi rasa stress
Setiap orang pasti memiliki teman yang akan datang dan pergi, tetapi keluarga akan selalu ada di samping kita dalam keadaan apapun. Kita akan selalu mempunyai tempat untuk bercerita terkait semua hal yang terjadi dikehidupan kepada keluarga. Ketika kita bercerita terdapat emosi dan pikiran yang disampaikan dan juga akan mendapat perhatian serta dukungan dari keluarga. Hal tersebut membantu setiap anggota keluarga untuk mengurangi stress.

⦁ Meningkatkan Self-Esteem
Setiap anak yang menghabiskan waktu dengan orang tuanya, seperti melakukan aktivitas bersama dapat membangun kedekatan emosional dan rasa harga diri yang positif. Ketika anak-anak merasa kedekatan emosionalnya tinggi dan dihargai oleh orang tuanya, mereka juga akan memberikan respon lebih positif terhadap orang tuanya.

⦁ Mengurangi risiko perilaku negatif
Ketika anak sering menghabiskan waktu dengan orang tuanya dan mendapat stimulus positif dari perilaku orang tuanya, hal tersebut dapat meningkatkan keinginan anak untuk terus melakukan pola perilaku positif yang diberikan oleh orang tuanya. Lalu, ketika anak berperilaku negatif orang tua akan mengarahkan untuk melakukan perilaku positif.

⦁ Meningkatkan kesehatan mental
Ketika sering menghabiskan waktu bersama dengan keluarga, khususnya terdapat komunikasi secara langsung sesama anggota keluarga. Hal tersebut memiliki pengaruh yang signifikan untuk mengurangi terjadinya depresi, kecemasan, dan penyakit mental lainnya.

Amrullah
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Pos terkait