Sosok ‘Penjual Dawet’ di Stadion Kanjuruhan Terbongkar, Ternyata Kader PSI

Sosok ‘Penjual Dawet’ di Stadion Kanjuruhan Terbongkar, Ternyata Kader PSI

DEPOK POS – Di balik peristiwa memilukan di Stadion Kanjuruhan yang menelan korban jiwa 132 orang, muncul nama Suprapti Fauzi.

Sosoknya sempat viral beberapa waktu setelah tragedi Kanjuruhan terjadi. Ia mengaku sebagai penjual dawet di Pintu 3 Stadion Kanjuruhan.

Bacaan Lainnya

Pesan suaranya sempat beredar luas di media sosial yang memberikan kesaksian bahwa penyebab utama tragedi Kanjuruhan bukanlah gas air mata yang ditembakkan petugas. Melainkan sekelompok Aremania yang mabuk dan rusuh, bahkan hingga memukuli polisi.

BACA JUGA:  Tragedi Kanjuruhan, Mesut Ozil Sampaikan Belasungkawa dalam Bahasa Indonesia

“Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh. Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol. Saya, yang saya tolong itu, ternyata Masnawi itu, juga pemabuk. Itu (Masnawi) temannya Wenda. Wenda itu koncoku juga,” ujar “penjual dawet” dalam pesan suara yang menjadi viral tersebut.

Pengakuan “penjual dawet” tersebut sontak diragukan banyak orang, sebab terdapat sejumlah kejanggalan.

Salah satunya adalah, setelah ditelusuri di sepanjang jalan, tidak ditemukan adanya penjual dawet di sekitar Pintu 3 Stadion Kanjuruhan.

Sosok “penjual dawet” tersebut akhirnya diketagui sebagai Suprapti Fauzi akhirnya terungkap. Ia diketahui pernah menjadi salah satu kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

BACA JUGA:  Ketua Komite Kecewa Di (Formalitaskan saja) Sebagai Komite SMP Bina Bakti.

Hal itu diakui oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Malang Yosea Suryo Widodo. Menurut dia, Suprapti pernah jadi anggota dan relawan salah satu caleg PSI pada 2019 lalu.

“Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020. Kami sedang mengecek di sistem keanggotaan PSI,” kata Yosea dalam keterangan tertulis pada Rabu (12/10/2022).

Yosea menegaskan, jika Suprapti ternyata masih menjadi anggota partai, maka ia tidak segan-segan untuk memecatnya.

Yosea juga sempat mengklarifikasi mengenai pesan suara yang beredar di media sosial usai tragedi Kanjuruhan. Menurut dia, Suprapti mengakui kalau suara perempuan yang ada dalam pesan suara tersebut adalah suara dirinya.

BACA JUGA:  Komnas HAM Sebut Angka Korban Tragedi Kanjuruhan 153 Tewas

Menurut Yosea, Suprapti telah mengaku salah dan menyatakan tidak ada maksud untuk menjadi viral atau menyebarkan berita hoaks.

Suprapti Fauzi yang mengaku penjual dawet hingga memprovokasi Aremania di Tragedi Kanjuruhan meminta maaf kepada keluarga. (Twitter/@AremaniaCulture)

Setelah kedoknya terbongkar, Suprapti akhirnya mendatangi keluarga Masnawi yang ia sebut dalam pesan suaranya.

Ia meminta maaf kepada keluarga Masnawi, karena telah menyebutnya sebagai pemabuk dan penyebab kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Di hadapan keluarga korban, Suprapti bersimpuh meminta maaf dan menyesali semua perbuatannya. Momen itu terekam kamera dan diunggah di akun Twitter @AremaniaCulture.

Pos terkait