Stress pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Stress pada Remaja dan Cara Mengatasinya

DEPOK POS – Dalam pengetahuan umum, stress ialah suatu tekanan atau sesuatu yang terasa menekan dalam diri individu. Sesuatu tersebut dapat terjadi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara harapan dan kenyataan yang dinginkan oleh individu, baik keinginan yang bersifat jasmaniah maupun rohaniah. Stress sendiri sudah umum dialami oleh semua orang, namun stress yang berlarut-larut juga menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Walaupun stress dialami hampir semua orang, menurut penelitian American Psychologycal Association (APA) pada tahun 2014, remaja jauh lebih rentan terkena stress ketimbang orang dewasa.

Kenali Penyebab Stress

Walaupun stress merupakan hal yang wajar dalam kehidupan, tetapi tentu tidak akan datang tanpa penyebab atau sumbernya. Penting bagi kita untuk mengenali penyebab stress, guna menghindari diri dari stress. Dengan begitu kita dapat menikmati hidup dengan lebih tenang dan bahagia. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, stress disebabkan oleh faktor luar individu (eksternal) dan faktor dalam individu (internal). Ketidaktepatan antara ekspektasi dan realita membuat konflik dalam diri individu sehingga memicu terjadinya stress. Ada beberapa hal yang dapat memicu stress, antara lain: perasaan cemas akan suatu hasil yang diharapkan, Aktivitas yang tidak seimbang, terjebak dalam situasi ketidakpastian, tekanan dari diri sendiri, perasaan cemas, perasaan bersalah dan kondisi sosial ekonomi.

BACA JUGA:  Tumbuhnya Sel Kanker Akibat Konsumsi Ikan

Kenali Gejala Stress Pada Remaja

Gejala yang umumnya dipengaruhi oleh stress adalah suasana hati, nafsu makan, energi dan waktu tidur. Lebih baik apabila orang tua lebih memperhatiakan anak-anaknya dalam hal ini, bila sang anak mengalami perubahan seperti diatas artinya ia sedang dalam keadaan stress. Selain itu remaja umumnya akan mencoba memecahkan masalahnya sendiri, apabila mereka gagal menghadapinya, mereka akan menanis seolah dunia akan hancur saat itu juga.

Apabila sang anak sudah mengalami ciri-ciri diatas, itu membuktikan bahwa stress yang dialami sudah dalam fase yang tidak biasa. Adapun tanda tanda lain yang bisa diamati oleh orang tua yaitu:

⦁ Porsi makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya
⦁ Waktu tidur lebih lama atau kurang dari biasanya
⦁ Bertingkah aneh atau tidak seperti biasanya
⦁ Mengalami penurunan nilai
⦁ Menjauhi teman-temannya dan membatasi diri
⦁ Berhenti mengikuti atau melakukan kegiatan yang disukainya
⦁ Sering mengeluh fisik seperti nyeri perut atau nyeri kepala
⦁ Terlihat lemas dan tidak bersemangat

BACA JUGA:  Vaksinasi HPV pada Siswi Sekolah Dasar, Haruskah?

Cara Mengurangi Stress

Setelah mengetahui penyebab awal dari stress, kita akan lebih mudah dalam menghadapinya. Cara pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan mengatur pola makan agar jauh lebih sehat. Gantilah menu makan dengan makanan yang sehat seperti buah dan sayur. Tidak lupa pula untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein agar tubuh mendapatkan asupan yang seimbang.

Cara kedua yang dapat dilakukan adalah dengan berolahraga. Apabila tubuh sehat maka pikiran-pikiran buruk akan berkurang karena badan yang rileks. Melakukan latihan pernafasan akan membuat pikiran lebih tenang dan dapat mengurangi stress yang melanda. Akan lebih baik jika olah raga dilakukan secara rutin demi kebaikan tubuh dan pikiran. Jadi diharapkan tidak bermalas-malasan dalam berolahraga.

BACA JUGA:  Diet DASH Menurunkan Tekanan Darah, Emang Bisa?

Cara ketiga yang dapat dicoba adalah melakukan aktivitas yang disukai atau mengunjungi tempat yang disukai. Hal ini dapat membantu kita melupakan hal-hal buruk yang mengganggu pikiran kita. Kita akan cenderung lebih bahagia dan bersemangat melakukan kegiatan yang kita sukai, dari semangat itu kita tersugesti untuk terus merasa ceria.

Cara terakhir yang dapat dilakukan yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan dan orang-orang yang disayangi. Sering kali kita lupa untuk meluangkan waktu untuk sekedar mengobrol dengan orang-orang terdekat kita. Hal itu membuat kita merasa sendirian dan dengan mudah mengundang pikiran-pikiran buruk. Ada baiknya lebih sering bercerita dan meluangkan waktu dengan orang-orang terdekat contohnya orang tua. Dengan mencurahkan hati dan pikiran untuk berdoa, kita akan mendapatkan ketenangan pikiran dan hati. Lupakan hal-hal yang mengganggu pikiran dan fokuskan diri kepada sang pencipta, karena semua yang ada di dunia tak luput dari izinnya.

Ni Nyoman Triyana
Mahasiswi dari Universitas Binawan

Pos terkait