<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AI &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/ai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Aug 2024 03:06:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>AI &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apple Intelligence Bakal Tetap Gratis hingga 2027</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/apple-intelligence-bakal-tetap-gratis-hingga-2027/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 03:06:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Intelligence]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73533</guid>

					<description><![CDATA[Saat ini, fitur-fitur Apple Intelligence pertama hanya tersedia sebagian di iOS 18.1, iPadOS 18.1, dan macOS Sequoia 15.1 beta]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Perusahaan teknologi asal AS, Apple, disebutkan tidak akan memberikan layanan berbayar untuk kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) miliknya yaitu Apple Intelligence setidaknya hingga 2027.</p>
<p>Kabar ini datang dari jurnalis senior Mark Gurman dari Bloomberg dalam buletin mingguannya bernama &#8220;Power On&#8221; dan dilaporkan oleh Macrumors, Senin (12/8).</p>
<p>Apple Intelligence yang harusnya tahun ini mulai bisa banyak dirasakan lewat kehadiran iPhone 16 series pada Oktober mendatang merupakan produk yang masih sangat baru sehingga untuk bisa menghadirkan produk dengan skema berbayar masih diperlukan pengembangan yang lebih serius.</p>
<p>Gurman memproyeksikan setidaknya pengembangan produk Apple Intelligence berbayar akan memakan waktu tiga tahun dengan waktu tersebut merupakan skenario terbaik.</p>
<p>Mengenai layanan Apple Intelligence berbayar, Mark Gurman sebenarnya pernah mengungkitnya pada bulan lalu dan menyebutkan bahwa mungkin saja perusahaan yang berbasis di Cupertino itu mengembangkan layanan bernama Apple Intelligence+.</p>
<p>Pada dasarnya itu merupakan Apple Intelligence namun disertai dengan fitur tambahan yang mengharuskan pengguna membayar biaya bulanan untuk mengaksesnya.</p>
<p>Apple telah memiliki pengaturan langganan berjenjang untuk iCloud, sehingga Apple Intelligence dapat bekerja mirip dengan itu.</p>
<p>iCloud menyediakan penyimpanan gratis sebesar 5 GB untuk semua pengguna, tetapi dengan biaya tertentu, paket langganan iCloud+ mencakup penyimpanan yang lebih besar dan juga akses ke fitur-fitur seperti iCloud Private Relay.</p>
<p>Di masa mendatang, akses dasar Apple Intelligence dapat tetap gratis, dengan fitur-fitur yang lebih canggih memerlukan langganan.</p>
<p>Hal serupa juga telah diambil kompetitornya yakni OpenAI yang mengenakan biaya untuk kueri AI dan pembuatan gambar, setelah batas gratis yang ditetapkan karena daya komputasi dan biaya yang terkait dengan AI.</p>
<p>Saat ini, fitur-fitur Apple Intelligence pertama hanya tersedia sebagian di iOS 18.1, iPadOS 18.1, dan macOS Sequoia 15.1 beta.</p>
<p>Apple telah menambahkan Writing Tools, beberapa peningkatan dasar Siri, balasan cerdas di Pesan dan Mail, dan beberapa fitur lain seperti opsi Memory Maker di Foto, tetapi Image Playground, Genmoji, dan sebagian besar peningkatan ‌Siri‌ tidak akan hadir hingga akhir 2024 dan 2025.</p>
<p>Selain meluncurkan sepenuhnya fitur Apple Intelligence pertama yang diumumkan di WWDC 2024, Apple masih perlu berupaya memperluas fungsionalitas ke lebih banyak negara, termasuk Tiongkok dan Uni Eropa.</p>
<p>Fitur-fitur yang dipamerkan Apple pada bulan Juni kemungkinan tidak akan tersedia hingga 2025, dan belum ada kabar kapan fitur ini akan diperluas ke lebih banyak negara termasuk bahasa lain jadi tidak sulit untuk melihat perlunya waktu hingga 2027 atau lebih untuk memiliki produk yang tangguh.</p>
<p>Sebagai titik referensi lainnya, Apple memperkenalkan Emergency SOS melalui satelit bersamaan dengan iPhone 14 pada 2022.</p>
<p>Fitur ini direncanakan akan menjadi layanan berlangganan, dan pemilik iPhone 14 apabila menginginkan layanan ini tetap berfungsi seharusnya mulai membayar pada 2025. Biaya Apple untuk Emergency SOS belum diumumkan.</p>
<p>Saat Apple mulai mengenakan biaya untuk Apple Intelligence, layanan tersebut dapat dimasukkan ke dalam paket ‌iCloud‌+ yang ada atau disertakan sebagai bagian dari Apple One, paket langganan Apple.</p>
<p>Analis Counterpoint Research, Neil Shah baru-baru ini berspekulasi bahwa Apple dapat mengenakan biaya antara 10-20 dolar AS (sekitar Rp159 ribuan-Rp319 ribuan) untuk Apple Intelligence, dengan biaya tersebut dimasukkan ke dalam paket ‌Apple One‌.</p>
<p>Paket dasar ‌Apple One‌ saat ini dibanderol dengan harga 19,95 per bulan (sekitar Rp318 ribuan), dan mencakup penyimpanan ‌iCloud‌+ 50 GB, Apple TV+, Apple Music, dan Apple Arcade.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQ0Lk5a8pw-d4mKboBaqjUYrSNYx5FPicAolA&#038;s&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Google: Dampak Negatif AI Pada Keamanan Internet</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/peringatan-google-dampak-negatif-ai-pada-keamanan-internet/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2024 00:14:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=71822</guid>

					<description><![CDATA[Para peneliti Google meluncurkan makalah yang menggemparkan, mengungkap sisi kelam kecerdasan buatan (AI)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Baru-baru ini, para peneliti Google meluncurkan makalah yang menggemparkan, mengungkap sisi kelam kecerdasan buatan (AI) generatif. Mereka memperingatkan potensi bahaya teknologi ini dalam merusak internet dan mengikis kepercayaan terhadap informasi digital.</p>
<p>Studi yang belum di-peer review ini menemukan bahwa AI generatif banyak disalahgunakan untuk membuat konten palsu, seperti gambar dan video yang direkayasa. Konten-konten ini dimanipulasi untuk mengaburkan batas antara kenyataan dan fiksi, dengan tujuan jahat seperti:</p>
<p><strong>Memanipulasi opini publik</strong><br />
Konten palsu dapat digunakan untuk menyebarkan propaganda, berita bohong, atau informasi yang menyesatkan untuk mempengaruhi opini publik terhadap suatu isu atau individu.</p>
<p><strong>Melakukan penipuan</strong><br />
Konten palsu yang dibuat dengan AI generatif bisa sangat meyakinkan, sehingga dapat digunakan untuk menipu orang secara online, seperti penipuan keuangan atau pencurian identitas.</p>
<p><strong>Meraih keuntungan</strong><br />
Konten palsu juga dapat digunakan untuk menarik perhatian dan traffic ke situs web tertentu, menghasilkan keuntungan finansial melalui iklan atau skema clickbait.</p>
<p>Parahnya, kemudahan akses terhadap platform AI generatif dan rendahnya literasi digital masyarakat memperparah situasi ini. Banyak pengguna internet tidak dapat membedakan konten asli dan buatan AI, sehingga mudah tertipu oleh konten palsu yang beredar. Peneliti Google menyoroti bahaya &#8220;produksi massal konten sintetis berkualitas rendah, mirip spam, dan berniat jahat&#8221; yang dapat menimbulkan dua konsekuensi serius bagi pengguna internet.</p>
<p>Pertama, hal ini dapat meningkatkan keraguan masyarakat terhadap informasi digital. Jika terus menerus dibombardir dengan konten palsu, pengguna internet akan semakin sulit untuk membedakan mana yang asli dan mana yang dimanipulasi. Hal ini dapat mengikis kepercayaan terhadap informasi online secara keseluruhan, sehingga membahayakan demokrasi dan pengambilan keputusan yang tepat.</p>
<p>Kedua, &#8220;produksi massal konten sintetis berniat jahat&#8221; ini akan membebani pengguna dengan tugas verifikasi yang rumit. Pengguna harus lebih berhati-hati dan kritis dalam memilih informasi yang mereka konsumsi. Mereka perlu memverifikasi kebenarannya dari berbagai sumber terpercaya, yang membutuhkan waktu dan usaha ekstra. Hal ini dapat menjadi beban yang signifikan bagi pengguna, terutama bagi mereka yang tidak memiliki literasi digital yang memadai.</p>
<p>Lebih mengkhawatirkan lagi, peneliti menemukan bahwa AI generatif bahkan digunakan oleh figur publik untuk membantah rumor atau berita negatif tentang mereka, dengan membuat konten palsu yang seolah-olah berasal dari sumber terpercaya.</p>
<p>Ironisnya, laporan Google ini tidak menyinggung fitur AI mereka sendiri yang menuai kontroversi, yaitu AI Overviews di Google Search. Fitur ini sebelumnya dikritik karena memberikan hasil pencarian yang aneh dan tidak masuk akal, seperti saran untuk menempelkan keju di pizza dengan lem tidak beracun atau memakan batu kecil per hari. Google telah menghapus hasil pencarian yang nyeleneh tersebut dan membatasi fitur AI Overviews.</p>
<p>Temuan Google ini bagaikan tamparan keras bagi dunia teknologi dan masyarakat digital. Di satu sisi, AI generatif menawarkan potensi luar biasa untuk kemajuan dan inovasi. Di sisi lain, teknologi ini juga membuka celah baru untuk penyalahgunaan dan manipulasi informasi.</p>
<p>Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan AI generatif secara bertanggung jawab dan etis, serta membekali masyarakat dengan literasi digital yang memadai untuk melawan konten palsu dan melindungi diri dari penipuan online.</p>
<p>Masa depan internet dan kepercayaan terhadap informasi digital bergantung pada upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk:</p>
<p>Pengembang teknologi harus merancang platform AI generatif dengan kontrol dan batasan yang jelas untuk mencegah penyalahgunaan.</p>
<p>Pemerintah perlu merumuskan regulasi dan kebijakan yang mendorong penggunaan AI generatif secara bertanggung jawab.</p>
<p>Masyarakat harus meningkatkan literasi digital dan kritis dalam menerima informasi, serta berani melaporkan konten palsu yang mereka temukan.</p>
<p>Media massa bertanggung jawab dalam memverifikasi informasi dan menyebarkan konten yang akurat dan terpercaya.</p>
<p>Masa depan internet di era AI generatif bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan peluang luar biasa untuk kemajuan dan inovasi. Di sisi lain, AI generatif juga membuka celah baru untuk penyalahgunaan dan manipulasi informasi. Penting bagi kita untuk menyadari bahaya AI generatif dan membangun internet yang sehat dan terpercaya.</p>
<p>Kolaborasi dari berbagai pihak, seperti pemerintah, pengembang teknologi, media massa, dan masyarakat umum, diperlukan untuk memastikan AI generatif digunakan untuk kebaikan dan bukan untuk kejahatan. Mari kita jadikan internet sebagai ruang yang positif dan konstruktif, di mana kita dapat belajar, bertukar informasi, dan membangun hubungan yang meaningful. Masa depan internet ada di tangan kita.</p>
<p><em>Tiara Ratna Suminar, mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika di Politeknik Astra</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/keamanan-siber-_150805052843-213.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Monitoring Kualitas Udara Menggunakan Drone Berbasis IoT</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/monitoring-kualitas-udara-menggunakan-drone-berbasis-iot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 03:26:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Drone]]></category>
		<category><![CDATA[Internet of Things]]></category>
		<category><![CDATA[IoT]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas Udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=71378</guid>

					<description><![CDATA[Drone yang dilengkapi dengan sensor canggih mampu mengukur berbagai parameter kualitas udara]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Drone, dengan kemampuan mobilitas dan akses ke area yang sulit dijangkau, dapat memberikan data kualitas udara secara real-time</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Meningkatnya laju urbanisasi dan aktivitas industri global telah menghasilkan dampak signifikan terhadap kualitas udara di berbagai wilayah. Polusi yang disebabkam oleh emisi gas berbahaya dan partikulat dari berbagai sumber, telah menjadi tantangan serius bagi kesehatan manusia.</p>
<p>Meluasnya kawasan perkotaan telah memperburuk situasi ini, menciptakan kebutuhan mendesak untuk sistem monitoring kualitas udara yang efisien dan responsif. Dalam konteks ini, penggunaan teknologi drone dan <a href="https://www.depokpos.com/2024/07/smart-garden-mengontrol-penyiraman-tanaman-berbasis-iot/">Internet of Things</a> (IoT) menawarkan potensi untuk mengatasi keterbatasan tersebut.</p>
<p>Drone, dengan kemampuan mobilitas dan akses ke area yang sulit dijangkau, dapat memberikan data kualitas udara secara real-time dengan cakupan yang lebih luas. Kombinasi sensor kualitas udara yang dipasang pada drone dengan teknologi IoT memungkinkan pengumpulan data yang akurat, sekaligus memberikan solusi yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi udara.</p>
<p>Sistem monitoring kualitas udara menggunakan drone adalah suatu sistem yang memanfaatkan teknologi drone (pesawat tanpa awak) yang dilengkapi dengan sensor kualitas udara untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memantau parameter kualitas udara di suatu wilayah atau lokasi tertentu.</p>
<p>Sistem ini biasanya terintegrasi dengan konsep Internet of Things (<a href="https://www.depokpos.com/2024/07/pengembangan-sistem-pengiriman-barang-otomatis/">IoT</a>) untuk mentransmisikan data secara real-time ke platform pusat, sehingga memungkinkan pemantauan yang akurat dan responsif terhadap perubahan kondisi udara.</p>
<p>Drone yang dilengkapi dengan sensor canggih mampu mengukur berbagai parameter kualitas udara seperti konsentrasi gas berbahaya (misalnya karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida), partikel debu, dan kelembaban.</p>
<p>Dalam konteks pemantauan kualitas udara, sensor IoT dapat dipasang pada drone untuk mengukur berbagai parameter udara. Data yang dikumpulkan oleh sensor-sensor ini dapat dikirimkan ke cloud seperti blynk, untuk dianalisis secara real-time.</p>
<p>Penggunaan machine learning dan artificial intelligence (AI) dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan analisis data, sehingga memungkinkan deteksi dini terhadap peningkatan polusi udara.</p>
<p>Penerapan drone berbasis IoT untuk memantau kualitas udara melibatkan beberapa langkah penting. Pertama, untuk pengumpulan data, drone yang dilengkapi sensor IoT terbang di atas area yang dipantau dan mengumpulkan data secara real time.</p>
<p>Sensor ini dapat mendeteksi berbagai polutan seperti partikel karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), PM2.5 dan PM10.</p>
<p>Selain itu, drone dapat dilengkapi dengan kamera dan perangkat GPS untuk memetakan area pengawasan dengan lebih akurat. Data yang dikumpulkan oleh drone dikirim ke cloud melalui koneksi internet. Di cloud, data kualitas udara yang dikumpulkan oleh drone diproses dan dianalisis menggunakan algoritma cerdas.</p>
<p>Teknologi pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tren data serta memprediksi perubahan kualitas udara di masa depan. Menganalisis data ini menghasilkan laporan kualitas udara yang akurat dan tepat waktu.</p>
<p>Informasi ini sangat berguna bagi pemerintah dan pihak berwenang untuk mengambil tindakan cepat ketika kualitas udara mencapai tingkat berbahaya.</p>
<p>Keuntungan penggunaan drone berbasis IoT untuk pemantauan kualitas udara meliputi mobilitas dan fleksibilitas, real-time monitoring, efisiensi biaya, serta kecepatan dan efisiensi. Drone dapat menjangkau area yang sulit diakses oleh alat pemantauan konvensional, yang sangat berguna di daerah perkotaan dengan banyak bangunan tinggi atau di daerah pedesaan yang sulit dijangkau.</p>
<p>Data kualitas udara dapat dikumpulkan dan dianalisis secara real-time, memungkinkan deteksi dini terhadap peningkatan polusi udara. Penggunaan drone juga mengurangi biaya operasional dibandingkan dengan metode pemantauan tradisional yang memerlukan infrastruktur dan tenaga kerja yang signifikan. Selain itu, drone dapat dengan cepat menavigasi dan memantau area yang luas dalam waktu singkat, memberikan data yang cepat dan akurat.</p>
<p>Penggunaan drone berbasis IoT untuk pemantauan kualitas udara menawarkan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan lingkungan modern. Dengan kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time, teknologi ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kualitas udara yang lebih baik dan mencegah dampak negatif polusi terhadap kesehatan dan lingkungan.</p>
<p>Pengembangan lebih lanjut dan integrasi teknologi ini ke dalam sistem pemantauan lingkungan global dapat menjadi langkah signifikan menuju masa depan yang lebih bersih dan sehat. Seiring dengan kemajuan teknologi dan penurunan biaya produksi, diharapkan bahwa drone berbasis IoT akan menjadi alat yang lebih umum digunakan dalam pemantauan lingkungan di seluruh dunia.</p>
<p><em>Muhammad Rayidha Rafsanjani Sukarya</em><br />
<em>Program Studi Mekatronika Politeknik Astra</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQt-h1b1wY5cv1owMAeU3l2xnJxwU8dtQ-mlg&#038;s&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dampak Penggunaan AI Terhadap Semangat Belajar Mahasiswa</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/dampak-penggunaan-ai-terhadap-semangat-belajar-mahasiswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 23:34:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69561</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Seiring berkembangnya zaman, teknologi semakin mengalami kemajuan. Artificial Intelligence atau yang biasa disebut AI adalah sebuah inovasi yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Seiring berkembangnya zaman, teknologi semakin mengalami kemajuan. Artificial Intelligence atau yang biasa disebut AI adalah sebuah inovasi yang dirancang untuk memudahkan manusia dalam menyelesaikan suatu masalah, baik itu permasalahan yang kompleks maupun sederhana.</p>
<p>AI ini sendiri memiliki kontribusi dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, politik, kesehatan, dan juga pendidikan. Pendidikan di era sekarang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda seiring berjalannya waktu. Baik tenaga pendidik maupun mahasiswa cenderung menggunakan AI untuk membantu kegiatan pembelajaran mereka agar dapat terselesaikan dengan baik dan dengan waktu yang instan.</p>
<p>AI ini sendiri memiliki berbagai manfaat seperti mahasiswa dapat menyelesaikan tugas mereka dengan tepat waktu, dapat melakukan brainstorming untuk mendapatkan jawaban tertentu, dan juga mahasiswa bisa mendapatkan referensi yang menjadi acuan untuk menyelesaikan tugas mereka.</p>
<p>Mahasiswa memiliki semangat yang berbeda-beda tergantung kepada tingkat kesulitan tugas yang diberikan kepada mereka, semakin sulit tugas mereka maka semakin lama mereka akan mengerjakan tugas tersebut begitupun sebaliknya jika tugas yang diberikan tergolong mudah dan cepat maka mereka akan menyelesaikan tugas tersebut secara langsung. AI ini memiliki kemampuan yang sangat luas sehingga dapat membantu menyelesaikan tugas yang kompleks maupun sederhana.</p>
<p>Di sisi lain penggunaan AI memiliki dampak negatif bagi keberlangsungan bidang pendidikan. Mahasiswa pada akhirnya cenderung bergantung pada AI dalam menyelesaikan tugas mereka. AI sendiri membuat mahasiswa memiliki jalan pintas untuk menyelesaikan suatu masalah, dengan adanya AI mahasiswa tidak memiliki daya juang dalam belajar karena mereka menganggap bahwa AI dapat memberikan semua jawaban yang mereka butuhkan secara langsung. Pemikiran singkat inilah yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas pendidikan yang dihasilkan.</p>
<p>Untuk menghadapi dampak negatif ini peneliti membuat sebuah program pendeteksi AI (AI Detector). Penemuan ini tentunya dapat memberi harapan bagi pencapaian sumber daya manusia dan pendidikan yang berkualitas untuk menimbulkan rasa semangat mahasiswa dalam studi nya. Dengan begitu, pola pikir instan masyarakat terhadap penggunaan AI akan berubah menjadi daya juang yang didukung oleh teknologi. Hal ini juga akan berdampak pada pemanfaatan teknologi yang lebih baik oleh masyarakat.</p>
<p>Dengan demikian AI sejatinya dapat memberi manfaat maupun dampak negatif kepada penggunanya tergantung dengan tujuan penggunaannya. Penggunaan AI yang berlebihan akan menimbulkan rasa ketergantungan pada diri seseorang dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.</p>
<p>Sebaliknya, AI dapat memberikan manfaat secara efektif jika penggunaannya sesuai kebutuhan. Adanya AI Detector juga menunjukkan bahwa teknologi saat ini dapat menjadi solusi bagi pemanfaatan teknologi yang kurang sesuai. Maka dari itu kita sebagai pengguna teknologi harus bijak dalam menggunakan kemajuan teknologi yang ada agar kualitas sumber daya manusia maupun pendidikan tetap terjaga.</p>
<p>Dimas Aby Harya Rizal</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/x/photo/2023/02/14/what-is-mtech-in-artificial-int-20230214023008.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
