<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batik &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/batik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Aug 2024 00:55:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>Batik &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Meningkatkan Penjualan Batik lewat MelokalBatik</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/meningkatkan-penjualan-batik-lewat-melokalbatik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 00:55:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73489</guid>

					<description><![CDATA[Industri batik merupakan sektor padat karya yang telah menyerap jutaan tenaga kerja]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><b>DEPOKPOS </b></a>&#8211; Tokopedia dan ShopTokopedia melalui kampanye #MelokalDenganBatik berupaya memajukan industri batik lokal di era digital demi membawa dampak positif terhadap perekonomian nasional. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Pusdatin Kemenperin RI), sektor industri tekstil dan pakaian, termasuk batik, masing-masing menyumbang sebesar 1,40% dan 4,30% terhadap PDB kuartal III 2023 di Industri Pengolahan Non-Migas. Data dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) juga menyatakan industri batik merupakan sektor padat karya yang telah menyerap jutaan tenaga kerja.</p>
<p>&#8220;Melihat potensi industri batik lokal yang sangat besar, Tokopedia dan ShopTokopedia berupaya mengakselerasi pemanfaatan platform digital bagi sebanyak-banyaknya UMKM batik untuk menciptakan peluang dan berkontribusi terhadap ekonomi digital nasional. Salah satunya dengan menggencarkan kampanye #MelokalDenganBatik sejak Januari 2024 di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Solo dan Yogyakarta,&#8221; jelas Communications Senior Lead Tokopedia and ShopTokopedia, Antonia Adega.</p>
<p><strong>#MelokalDenganBatik Tokopedia dan ShopTokopedia dongkrak transaksi UMKM</strong><br />
#MelokalDenganBatik dari Tokopedia dan ShopTokopedia meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perajin batik di berbagai wilayah di Indonesia untuk lebih menghidupkan perekonomian lokal di era digital. #MelokalDenganBatik mengintegrasikan sejumlah inisiatif kunci, seperti Akselerasi Digitalisasi UMKM Lokal Batik, Halaman Khusus #MelokalDenganBatik, Shoppertainment Batik dan Peningkatan Kapasitas Produksi guna memberikan berbagai dampak positif, khususnya pada UMKM batik.</p>
<p>Tokopedia dan ShopTokopedia bersama pemerintah setempat berupaya melakukan Akselerasi Digitalisasi UMKM Lokal Batik melalui pelatihan berbisnis online yang komprehensif. Di Solo, acara ini didukung oleh Wakil Walikota Solo dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Solo, sedangkan di Yogyakarta, acara ini didukung oleh Ketua Harian Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Asisten Setda Daerah Istimewa Yogyakarta Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat.</p>
<p>&#8220;Hampir 500 UMKM batik mengikuti pelatihan bisnis online dan 50% dari peserta memutuskan membuka toko di ShopTokopedia. Selama peluncuran kampanye berlangsung (25 Januari-7 Februari 2024), ada ribuan penjual batik yang mulai bergabung dengan Tokopedia. Di Jawa Tengah sendiri jumlahnya hampir 1.000,&#8221; kata Antonia.</p>
<p>Di sisi lain, Tokopedia dan ShopTokopedia menghadirkan Halaman Khusus #MelokalDenganBatik untuk memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari pemasaran, promosi, dan eksposur eksklusif, untuk produk batik. Hampir 400 penjual batik berpartisipasi dalam kampanye ini secara online, baik melalui Tokopedia maupun ShopTokopedia. Penjual batik yang berpartisipasi dalam kampanye ini secara online mengalami peningkatan transaksi rata-rata lebih dari 90% selama kampanye berlangsung. (Sumber: ShopTokopedia, 25 Januari-7 Februari 2024)</p>
<p>Ada pula Shoppertainment Batik dimana Tokopedia dan ShopTokopedia berkolaborasi bersama sejumlah kreator konten untuk meningkatkan minat terhadap batik, dengan membantu audiens yang tertarik dengan batik menemukan konten batik yang menghibur dan informatif, sekaligus meningkatkan eksposur dan penjualan UMKM lokal batik.</p>
<p>&#8220;Hampir 200 kreator konten dari berbagai skala dilibatkan untuk meningkatkan popularitas kampanye #MelokalDenganBatik. Lebih dari 14 ribu video telah dibuat oleh kreator konten di TikTok dengan hashtag #MelokalDenganBatik untuk membantu meningkatkan penjualan para penjual batik di ShopTokopedia. Belasan ribu video ini sudah ditonton lebih dari 22 juta kali,&#8221; jelas Antonia. (Sumber: ShopTokopedia, 25 Januari-7 Februari 2024)</p>
<p>Selain itu, Tokopedia dan ShopTokopedia juga melakukan Peningkatan Kapasitas Produksi dengan bekerja sama dengan berbagai instansi untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi para pelaku UMKM lokal batik.</p>
<p>Dukungan yang diberikan kepada UMKM lokal batik antara lain: (1) melibatkan Insititut Seni Indonesia (ISI) untuk membuat ratusan desain motif baru yang bisa dipakai oleh sejumlah UMKM lokal batik untuk menambah varian produk, (2) memberikan mesin cetak yang memungkinkan produsen batik meningkatkan kapasitas produksi, (3) memberikan mesin pengering yang memungkinkan proses penjemuran batik menjadi lebih cepat, yaitu dari 12 jam (dengan sinar matahari) menjadi di bawah satu jam, dan (4) bekerja sama dengan berbagai lembaga pembiayaan resmi yang bisa memberikan modal tambahan bagi para pelaku UMKM lokal batik yang ingin memperluas bisnis dan meningkatkan penjualan.</p>
<p>&#8220;Sudah ada sejumlah UMKM batik yang berhasil mendapatkan pendanaan dari mitra keuangan resmi yang terhubung. Batik Pandansari (Kabupaten Sragen, Jawa Tengah) merupakan salah satu contoh brand lokal batik yang merasakan banyak manfaat dari kampanye #MelokalDenganBatik, antara lain peningkatan produktivitas berkat dukungan mesin cetak batik dari Tokopedia dan ShopTokopedia, hingga peningkatan penjualan,&#8221; ungkap Antonia.</p>
<p><strong>Tren belanja online batik naik berkat #MelokalDenganBatik</strong><br />
Berkat kampanye #MelokalDenganBatik, tren belanja online batik di tengah masyarakat meningkat. Di Tokopedia, selama Kuartal II dibanding Kuartal I 2024, beberapa produk batik dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi, antara lain rok batik, syal batik, dan celana batik, dengan rata-rata peningkatan jumlah transaksi hampir 1,5 kali lipat. Sedangkan selama periode yang sama di ShopTokopedia, beberapa produk dari penjual batik dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi, antara lain: aksesoris (contoh: obi), pakaian pria (contoh: kemeja), dan pakaian muslim (contoh: kaftan), dengan rata-rata peningkatan jumlah transaksi hampir 2 kali lipat.</p>
<p>&#8220;Tokopedia dan ShopTokopedia berharap dengan adanya kampanye kolaborasi seperti #MelokalDenganBatik, akan lebih banyak lagi UMKM yang merasakan kemudahan dan manfaat berbisnis online seperti Batik Pandansari, serta lebih banyak lagi masyarakat yang bangga menggunakan produk seperti batik dari pelaku usaha lokal,&#8221; kata Antonia.</p>
<p><strong>Batik Pandansari berhasil naikkan omzet 30 kali lipat berkat ShopTokopedia</strong><br />
Batik Pandansari (akun: Tokopedia dan ShopTokopedia) berdiri sejak tahun 2017 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Brand lokal ini menyediakan berbagai macam produk batik jadi, seperti blouse dan dress wanita, serta kemeja untuk pria. Jenis batik yang disediakan juga beragam, mulai dari cetak, cap, hingga tulis. Motif batik kontemporer hasil perpaduan motif abstrak dan motif batik tradisional, seperti kawung, parang, dan truntum, menjadi ciri khas Batik Pandansari.</p>
<p>UMKM Batik Pandansari didirikan oleh Pandansari, yang merupakan lulusan Desain Tekstil dari Universitas Sebelas Maret. Pandansari memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus membangun bisnis Batik Pandansari dengan modal awal Rp10 juta.</p>
<p>Pandansari, yang berasal dari keluarga perajin batik, sudah mulai belajar membatik sejak SD. Saat masih sekolah, Pandansari pun sering berjualan batik untuk menambah uang saku. Kepiawaian dalam membatik dan berjualan inilah yang mendorong Pandansari untuk serius menggarap bisnis batik sendiri.</p>
<p>&#8220;Lewat Batik Pandansari, kami fokus memberdayakan lingkungan sekitar demi menghidupkan perekonomian lokal. Batik Pandansari bekerja sama dengan UMKM batik di Jawa Tengah termasuk Solo untuk memperoleh bahan baku. Batik Pandansari juga menggandeng perajin batik dan konveksi setempat untuk mengolah kain menjadi produk batik siap pakai,&#8221; ungkap Nikhlas Gustaf Mustofa, salah satu Pemilik Batik Pandansari. Awalnya, Batik Pandansari hanya membuat dan menjual batik tulis, namun untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan, UMKM batik ini akhirnya juga menyediakan jenis batik lain, seperti cap dan print.</p>
<p>Pandansari sebagai pemilik Batik Pandansari bahkan mendirikan paguyuban batik tulis. &#8220;Paguyuban ini bertujuan melestarikan batik khususnya di Jawa Tengah. Bersama paguyuban yang kini beranggotakan sekitar 10 orang, kami aktif memberikan pelatihan membatik kepada mahasiswa dan berbagai instansi lain. Sebagai anak muda yang sangat peduli akan kelestarian batik, saya lahir dari batik, dan hidup untuk membesarkan batik,&#8221; kata Nikhlas.</p>
<p>Untuk beradaptasi di era teknologi, Batik Pandansari memanfaatkan platform digital ShopTokopedia sejak tahun 2021, dan Tokopedia sejak tahun 2023. UMKM batik ini mulai memanfaatkan fitur dan kampanye di Tokopedia, serta giat membuat konten video dan melakukan live shopping di media sosial TikTok untuk meningkatkan penjualan toko di ShopTokopedia.</p>
<p>Upaya tersebut membuahkan hasil. Omzet bulanan Batik Pandansari di ShopTokopedia naik hingga 30 kali lipat dan mencapai ratusan juta rupiah dibandingkan saat awal bergabung. Berkat pemanfaatan teknologi, Batik Pandansari membawa dampak positif bagi perekonomian lokal lewat pembukaan lapangan pekerjaan. UMKM yang telah menjadi mitra Batik Pandansari kini memiliki pemasukan tetap dan berhasil memberdayakan lebih banyak perajin serta penjahit.</p>
<p>Batik Pandansari mengikuti kampanye #MelokalDenganBatik yang diinisiasi oleh Tokopedia dan ShopTokopedia pada awal tahun 2024. Pandansari mengatakan, &#8220;Berkat ikut kampanye ini, penjualan Batik Pandasari meningkat hingga 70%. Batik Pandansari juga mendapatkan dukungan berupa mesin print batik dari Tokopedia dan ShopTokopedia.</p>
<p>Mesin tersebut membantu Batik Pandansari meningkatkan produktivitas bisnis, salah satunya memperbanyak varian produk batik Fashion Muslim. Kami sangat mengapresiasi upaya Tokopedia dan ShopTokopedia yang telah menyelenggarakan kampanye Melokal Dengan Batik. Kampanye ini menciptakan efek berkelanjutan yang positif bagi perajin batik di Indonesia, seperti Batik Pandansari.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/asset.kompas.com/crops/IoGKfXo9YoNGT-9wO8ovryVyeUQ=/55x86:903x651/750x500/data/photo/2024/01/16/65a6198ee5266.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Pacu Kualitas SDM Industri Kerajinan dan Batik Lewat Pemberdayaan IKM</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/pemerintah-pacu-kualitas-sdm-industri-kerajinan-dan-batik-lewat-pemberdayaan-ikm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 02:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[IKM]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68779</guid>

					<description><![CDATA[Upaya strategis yang dilaksanakan antara lain meningkatkan kompetensi para pengrajin]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><b>DEPOKPOS </b></a>&#8211; Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri kerajinan dan batik nasional agar semakin produktif dan inovatif sehingga bisa berdaya saing hingga kancah global. Upaya strategis yang dilaksanakan antara lain meningkatkan kompetensi para pengrajin di sektor tersebut, apalagi industri batik dan kerajinan termasuk sektor padat karya.</p>
<p>“Pemerintah bertekad untuk mengakselerasi perekonomian daerah dan nasional. Oleh karena itu, pemberdayaan sektor industri kecil dan menengah merupakan salah satu jalannya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/5).</p>
<p>Andi mengemukakan, industri kerajinan dan batikmerupakan salah satu sektor yang terbukti tangguh dan telah teruji memiliki resiliensi maupun kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap kondisi krisis. Kelebihan dari sektor kerajinan dan batik ini dibandingkan dengan sektor lainnya adalah tingkat sebaran industri yang merata di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>“Di samping itu didukung dengan potensi sumber daya yang melimpah, serta ditopang dari para pekerjanya yang cukup banyak,” ujarnya. Kemenperin mencatat, jumlah tenaga kerja di sektor industri kerajinan dan batik mencapai 1,52 juta orang dengan jumlah unit usaha lebih dari 47.700 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>“Sehingga untuk memacu pengembangan di sektor ini diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, agar kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kerajinan dan batik ini bisa meningkat secara signifikan,” tutur Andi.</p>
<p>Sinergi itu direalisasikan oleh BBSPJIKBdengan menggandeng berbagai pihak,seperti instansi pusat atau daerahmaupun BUMN dan pihak swasta, untuk meningkatkan kualitas SDM industri di bidang kerajinan dan batik.“Diharapkan dari kolaborasi ini, dapat tercipta IKM tangguh dan produktif yang masif dan merata di seluruh daerah Indonesia,” terang Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik(BBSPJIKB) Budi Setiawan.</p>
<p>Salah satu pemerintah daerah di luar Jawa yang berkomitmen untuk dapat mengembangkan industri kerajinan dan batik adalah Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Beberapa waktu lalu, Penjabat (Pj) Bupati Seruyan, Djainuddin Noor didampingi pengurus Dekranasda berkunjung ke BBSPJIKB Yogyakarta. Djainuddin mengungkapkan, banyak potensi sumber daya alam di Kabupaten Seruyan yang dapat dijadikan bahan baku industri kerajinan, seperti purun, eceng gondok, dan rotan yang perlu diolah dan dikembangkan sehinggamenjadi produk yangmemiliki nilai tambah tinggi.</p>
<p>Pada April 2024,terdapat 13 pihak yang menjalin kerjasama dengan BBSPJIKB untuk mengembangkan SDM industri kerajinan dan batik di wilayahnya. Beberapa pihak tersebut di antaranya adalah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Petrochina International Jabung Ltd, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit,serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Prov. Kalimantan Timur.</p>
<p>Selanjutnya, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka,Dinas Perindustrian dan Perdagangan D.I. Yogyakarta, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Bontang,Disperindag Kabupaten Sleman, Pemerintah Kelurahan Bokoharjo, Pemerintah Kelurahan Tirtomartani, MI Husnayain Sleman,serta Paguyuban Batik Mukti Manunggal.</p>
<p>Budi menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup pelatihan untuk SDM industri di bidang pewarnaan dan perancangan motif batik, ecoprint, tenun, anyaman dengan serat alam non-tekstil (SANT) yang berorientasi ekspor hingga pelatihan terkait sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).</p>
<p>“Kami juga berkolaborasi dengan pihak internal Kemenperin,seperti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) untuk terus mendorong kompetensi para pembatik di Sleman dan Kota Yogyakarta dengan berbagai skema yang tersedia,” paparnya.</p>
<p>Melalui kerja sama tersebut, sepanjang April 2024, telah dilatih sebanyak 420 orang dari berbagai daerah di Indonesia yang bahkan sebagiannya adalah pelatihan berbasis SKKNI, sehingga para peserta yang lulus akan mendapatkan predikat kompeten dengan diperolehnya sertifikat profesi di bidang batik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>
<p>“Kami menargetkan untuk memberikan pelatihan secara intensif kepada lebih dari 662 orang. Harapannya, dengan membangun SDM industri, akan lebih mudah untuk meningkatkan kapasitas industri kerajinan dan batik dalam negeri agar bisa lebih tangguh dan mampu bersaing dengan produk luar negeri,” pungkas Budi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/surabayapagi.com/po-content/uploads/Industri_Kerajinan_dan_Batik_Foto.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
