<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Damkar Depok &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/damkar-depok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jul 2024 02:05:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>Damkar Depok &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK Mulai Lirik Dinas Damkar Depok</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/kpk-mulai-lirik-dinas-damkar-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 02:05:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72914</guid>

					<description><![CDATA["Bisa terjadi korupsi di situ, nah, ini siapa yang bertugas, tentunya apabila ada audit dari BPKP bisa dilihat," tegasnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>&#8220;Bisa terjadi korupsi di situ, nah, ini siapa yang bertugas, tentunya apabila ada audit dari BPKP bisa dilihat,&#8221; tegasnya.</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kisruh permasalahan peralatan rusak dan tak kunjung diperbaiki hingga menyebabkan terhambatnya penanganan kebakaran di Gereja GST Agape Depok mendapat perhatian khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</p>
<p>KPK bisa turun tangan jika ditemukan praktik lancung di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok.</p>
<p>Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK Tessa Mahardika menanggapi video viral petugas DPKP Kota Depok, Sandi Butar Butar yang menunjukkan dan mengkritisi peralatan kerja rusak dan tak kunjung diperbaiki. Meski belum dapat informasi tentang kondisi di sana tapi dia menduga kejadian tersebut berkaitan dengan pengelolaan anggaran.</p>
<p>&#8220;Ya, itu mungkin kaitannya dengan pengelolaan anggaran,&#8221; kata Tessa mengawali pernyataannya dalam acara &#8216;Kepoin Jubir&#8217; yang dikutip dari akun Instagram resmi KPK RI, Senin, 29 Juli.</p>
<p>Tessa mengatakan lembaganya tentu saja tak bisa sembarangan menyebut ada praktik korupsi terkait kondisi alat yang terbengkalai. Audit perlu dilakukan lebih dulu, misalnya oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).</p>
<p>&#8220;Bisa terjadi korupsi di situ, nah, ini siapa yang bertugas, tentunya apabila ada audit dari BPKP bisa dilihat,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&#8220;Apabila ada penyimpangan atau kerugian di situ sehingga terjadi hal-hal yang disampaikan salah satu kawan kita yang viral itu, nah, itu bisa ditindaklanjuti oleh KPK, kepolisian, atau kejaksaan. (Jadi, red) ditelusuri dulu,&#8221; sambung juru bicara berlatar belakang penyidik tersebut.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, petugas Damkar Depok bernama Sandi Butar Butar yang mengeluhkan kondisi peralatan rusak melalui video &#8216;room tour&#8217; viral di media sosial. Dia juga meminta maaf bila tak bisa merespons kebutuhan masyarakat karena kondisi yang tak maksimal.</p>
<p>Masih dalam video yang sama, Sandi merekam satu per satu mulai dari gergaji mesin yang rusak hingga rem tangan mobil damkar yang tidak berfungsi dengan baik. Katanya, dia sudah berbulan-bulan minta perbaikan agar bisa menolong masyarakat secara maksimal tapi tak ada respons.</p>
<p>Hanya saja, setelah aksinya ini viral bukan perbaikan yang justru dilakukan Pemkot Depok. Sandi justru diberikan pembinaan dan menyatakan masalah internal ini harusnya diselesaikan dan tak dibeberkan ke publik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/assets-a1.kompasiana.com/items/album/2021/04/18/kasus-dugaan-korupsi-damkar-depok-viral-kepala-dinas-enggan-temui-wartawan-o8sl7ukois-607bd0b28ede4817a247cb42.jpg?t=o&#038;v=770&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Wahai Kadis Damkar, Bencana Tak Menunggu Sparepart Datang!</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/wahai-kadis-damkar-bencana-tak-menunggu-sparepart-datang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 05:37:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72731</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Keputusan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok memanggil dan membina sejumlah petugas Damkar Depok usai viral video &#8220;Room...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Keputusan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok memanggil dan membina sejumlah petugas Damkar Depok usai viral video &#8220;Room Tour&#8221; menjadi sorotan di media sosial.</p>
<p>Netizen menyorot bahwa seharusnya yang &#8220;dibina&#8221; itu peralatan pemadam kebakaran (Damkar), karena bencana tak menunggu sparepart datang.</p>
<p>Hal tersebut langsung terbukti saat Petugas Damkar mengalami kendala saat mencoba memadamkan kebakaran Gereja GST Agape Ministry di Jalan Raya Bogor, Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok pada Selasa (23/7/2024) malam.</p>
<p>Mobil pemadam yang mencoba menjangkau titik kebakaran namun tidak dapat mencapainya karena jalanan yang sempit. Petugas di dalam mobil pemadam sempat berteriak panik dan mengaku mobil pemadam unit kecil <strong>masih dalam perbaikan</strong>.</p>
<p>Tak hanya itu, sesampainya di lokasi, pompa mobil pemadam juga <strong>tidak berfungsi kurang lebih selama 20 menit</strong> hingga seluruh bangunan gereja ludes terbakar.</p>
<p>“Buat Kadis Damkar Kota Depok itu ada anak buahnya lagi speakup kenapa dipanggil untuk dibina bapak?,” ujar konten kreator @komisi.co.</p>
<p>“Yang harus dibina itu ‘kan alat-alat Damkar bapak, dan yang harusnya dibina itu ‘kan kelakuan bapak jadi Kadis,” cetusnya.</p>
<p>“Dan buat bapak wakil walikota Depok itu anak buahnya lagi ngomong kenapa dibilang jangan diomongin keluar, ngomongin internal aja?”</p>
<p>“Terus alasannya itu sparepart lagi nunggu dikirim, mohon maaf bapak yang namanya bencana kagak nunggu sparepart datang, eh kalau diajak ngobrol dengerin”.</p>
<p>“Dan buat bapak juga sebelum bapak ganti yang namanya chainsaw dan rem mobil Damkar, mending yang harus diganti itu Kadis dan Wakil Walikota Depok”.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/C9wLEc0yRqh/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/reel/C9wLEc0yRqh/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Komisi.co (@komisi.co)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/asset-2.tstatic.net/depok/foto/bank/images/Petugas-Damkar-memadamkan-api-yang-membakar-gereja-di-Sukmajaya.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Penanganan Kebakaran Gereja di Depok Terkendala Alat Rusak, Omongan Sandi Terbukti!</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/penanganan-kebakaran-gereja-terkendala-alat-rusak-omongan-sandi-terbukti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 03:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72722</guid>

					<description><![CDATA[Pompa mobil pemadam juga tidak berfungsi kurang lebih selama 20 menit hingga seluruh bangunan gereja ludes terbakar]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Pompa mobil pemadam juga tidak berfungsi kurang lebih selama 20 menit hingga seluruh bangunan gereja ludes terbakar</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengalami kendala saat mencoba memadamkan kebakaran Gereja GST Agape Ministry di Jalan Raya Bogor, Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok pada Selasa (23/7/2024) malam.</p>
<p>Mobil pemadam yang mencoba menjangkau titik kebakaran namun tidak dapat mencapainya karena jalanan yang sempit. Petugas di dalam mobil pemadam sempat berteriak panik dan mengaku mobil pemadam unit kecil masih dalam perbaikan.</p>
<p>“Ini ada kebakaran, karena mobil unit kecil kita masuk mobil yang gede, tapi sulit gang sempit kita bawa mobil besar,” teriak petugas Damkar, dikutip dari rekaman video amatir, Rabu (24/7/2024).</p>
<p>Tak hanya itu, sesampainya di lokasi, pompa mobil pemadam juga tidak berfungsi kurang lebih selama 20 menit hingga seluruh bangunan gereja ludes terbakar.</p>
<p>Anggota Damkar UPT Cimanggis, Sandi Butar Butar sangat menyesali peristiwa tersebut. Sambil terbata-bata menahan tangisan, ia meminta maaf kepada umat Kristen karena tidak bisa menyelamatkan tempat ibadahnya yang terbakar.</p>
<p>“Untuk masyarakat Kristen di Depok saya minta maaf, teman-teman Saya muslim madamin, saya juga madamin,” kata Sandi usai memadamkan kobaran api.</p>
<p>“Ini buktinya, mobil 1000 liter masih perawan enggak bisa dipakai Pak,” sambungnya.</p>
<p>Kata Sandi, karena terkendala teknis gereja yang terbakar tidak bisa diselamatkan. Harusnya, gereja tersebut dapat diselamatkan jika peralatan yang digunakan sesuai dan memadai.</p>
<p>“Itu terhambat Pak, jadi terhambat, jadi lama makan waktu, akhirnya satu gereja habis Pak,” ujarnya.</p>
<p>Belum lama ini, Sandi membuat video ”room tour” memperlihatkan alat-alat kerja yang rusak.</p>
<p>Dalam video itu, ia juga meminta maaf kepada warga karena tidak bisa memberikan pelayanan dan bantuan dengan baik karena alat-alat yang rusak tersebut.</p>
<p>Pria yang telah bekerja sejak 2015 itu menunjukkan alat-alat yang rusak, seperti dua mesin mesin pompa apung portabel dan selang.</p>
<p>Selain dua alat itu, ada pula masker self contained breathing apparatus (SCBA), mesin pemotong pohon atau chain saw, rem tangan mobil pemadam kebakaran.</p>
<p>Hingga kini, alat-alat yang baru saja diperbaiki, antara lain perahu karet dan rem tangan mobil.</p>
<p>Menurut Sandi, alat-alat yang rusak itu merupakan perlengkapan yang sangat penting dalam menunjang pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Mesin pompa apung portable, misalnya, meringankan petugas untuk mengambil air dari sumber untuk dihubungkan ke selang mobil pemadam kebakaran.</p>
<p>Alat kerja penting lainnya adalah masker khusus SCBA untuk mengevakuasi korban kebakaran. Begitu pula dengan mesin chain saw yang justru tak bisa digunakan saat ada pohon tumbang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/asset-2.tstatic.net/depok/foto/bank/images/Petugas-Damkar-memadamkan-api-yang-membakar-gereja-di-Sukmajaya.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kadis Akui Usia Mobil Damkar Depok Sudah Tua</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/kadis-akui-usia-mobil-damkar-depok-sudah-tua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 03:57:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72651</guid>

					<description><![CDATA[Sebagian besar adalah produksi tahun 2008 hingga 2016, dengan dua unit terbaru dari tahun 2019]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Sebagian besar adalah produksi tahun 2008 hingga 2016, dengan dua unit terbaru dari tahun 2019</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Menanggapi viralnya video yang tersebar di dunia maya terkait kondisi mobil dinas pemadam kebakaran (Damkar), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Adnan Mahyudin, memberikan klarifikasi resmi mengenai situasi sebenarnya.</p>
<p>Adnan menjelaskan bahwa saat ini, beberapa unit mobil pemadam kebakaran memang sedang dalam proses perawatan dan menunggu kedatangan suku cadang dari luar negeri.</p>
<p>&#8220;Kami mengakui bahwa ada beberapa kendaraan yang saat ini sedang dalam proses perawatan, termasuk mesin, oli, dan alat-alat lainnya seperti gergaji mesin serta rem tangan. Perawatan ini juga mencakup perbaikan pada mesin PTO yang digunakan untuk mengambil air,&#8221; ungkap Adnan saat ditemui di Mako Grand Depok City (GDC), Sukmajaya, Kota Depok.</p>
<p>Dari total 29 unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki Kota Depok, sebagian besar adalah produksi tahun 2008 hingga 2016, dengan dua unit terbaru dari tahun 2019.</p>
<p>Anggaran pemeliharaan yang dialokasikan dalam APBD 2024 sebesar Rp700 juta harus dibagi untuk seluruh kendaraan, sehingga setiap unit memerlukan perhatian yang terjadwal.</p>
<p>Adnan juga mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pemeliharaan adalah usia kendaraan yang relatif tua dan kesulitan dalam mendapatkan suku cadang yang sesuai dengan karoseri mobil tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami menghadapi kendala ini dengan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perawatan sesuai anggaran yang tersedia,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selama periode perawatan, Adnan menegaskan bahwa unit-unit damkar yang sedang diperbaiki digantikan oleh kendaraan standby yang ada di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT).</p>
<p>&#8220;Setiap UPT dilengkapi dengan tiga unit pemadam kebakaran dan satu unit komando double cabin. Jadi, meskipun ada beberapa kendaraan yang sedang diperbaiki, kami tetap memiliki unit lain yang siap digunakan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Adnan juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan bahwa setiap UPT memiliki kendaraan cadangan yang siap digunakan.</p>
<p>&#8220;Kami memahami keluhan dari petugas dan masyarakat. Namun, kami memastikan bahwa proses perbaikan dan pemeliharaan kendaraan damkar tetap dilakukan sebaik mungkin,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dengan klarifikasi ini, Adnan berharap agar masyarakat memahami kondisi yang ada dan terus memberikan dukungan kepada petugas damkar yang bekerja keras dalam menjaga keselamatan kota.</p>
<p>Kasus ini mencuat ke permukaan setelah video keluhan dari petugas damkar menyebar luas di media sosial, menarik perhatian publik terhadap kondisi peralatan dan kesiapan operasional pemadam kebakaran di Kota Depok.</p>
<p>Klarifikasi dari Kepala DPKP diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi serta langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki kondisi tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/pict.sindonews.net/dyn/850/pena/news/2021/04/14/171/396658/viral-dugaan-korupsi-damkar-begini-kondisi-terkini-markas-pemadam-depok-srw.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tamparan untuk Pemkot Depok, Viral Warga Sumbang &#8220;Alat Tempur&#8221; ke Damkar</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/tamparan-untuk-pemkot-depok-viral-warga-sumbang-alat-tempur-ke-damkar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 00:13:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72577</guid>

					<description><![CDATA[“Keenakan pemerintahnya,,narik pajak kenceng banget ke rakyat tapi giliran ada kaya gini pura pura kaga liat semua,” cetus akun @TOMY.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>“Keenakan pemerintahnya,,narik pajak kenceng banget ke rakyat tapi giliran ada kaya gini pura pura kaga liat semua,” cetus akun @TOMY.</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Setelah viral petugas Damkar Depok &#8220;room tour&#8221; peralatan pemadam kebakaran yang rusak ternyata langsung direspon masyrakat dengan memberikan bantuan.</p>
<p>Seperti diposting akun @jabodetabek24info, bantuan masyrakat itu dari @brorondm.</p>
<p>“Terima kasih untuk @brorondm atas kepeduliannya, semoga sehat selalu dan berkah selalu,” tulis di kepsen video @depok24jam.</p>
<p>“Akhirnya ada juga yang memberikan sumbangan peralatan ‘tempur’ untuk Damkar Depok,” tulis akun tersebut.</p>
<p>“Pemerintah nya ke mana,” tanya pemilik akun @Kuntoro Mukti Wibowo di kolom komentar video @jabodetabek24info.</p>
<p>“Keenakan pemerintahnya,,narik pajak kenceng banget ke rakyat tapi giliran ada kaya gini pura pura kaga liat semua,” cetus akun @TOMY.</p>
<p>Sebelumnya, viral petugas Damkar Depok ajak room tour fasilitas pemadam kebakaran yang rusak.</p>
<p>Petugas Damkar ini mengaku sudah buat nota dinas tapi tidak ada respon dari pejabat terkait.</p>
<p>Curhat anggota Damkar ini salah satunya diunggah akun @infodepok.</p>
<p>“Selamat datang di room tour kantor pemadam kebakaran kota Depok, ya silahkan,” ajak pria yang di seragamnya tertulis nama Sandi itu.</p>
<p>“Untuk warga masyarakat kota Depok saya mohon maaf sekali, setiap ada telpon di UPT kami dan UPT-UPT lainnya mengenai pohon tumbang bukan kami tidak mau mengerjakan, tapi Sinsaw kami rusak!,” ujar Sandi seraya menunjukkan 2 unit mesin Sinsaw di lantai kantor.</p>
<p>“Ya, kami sudah bikin nota dinas berbulan-bulan yang lalu tapi belum dibenahi. Mohon maaf untuk warga kota Depok ya,” ujarnya.</p>
<h3>Rem Mobil Damkar Kerap Tak Berfungsi</h3>
<p>Selanjutnya, petugas Damkar ini menuju ke mobil pemadam di lokasi yang sama.</p>
<p>“Ya, silahkan untuk warga kota Depok apabila pemadam lagi ada di jalan ya tolong jangan dibelakang dan jangan di depan,” imbaunya.</p>
<p>Karena rem tangan mobil Damkar itu sedang dol. “Dobol ini rem tangannya dobol…dobol…berarti rem tangannya tidak berfungsi bapak, Iya tidak berfungsi. Tanyakan saja operator-operator di UPT lainnya ya. Ini sebagian tidak berfungsi rem tangannya,” bebernya.</p>
<p>Jadi kalau operator Damkar itu, lanjut Sandi, ada sopir pemadam itu kalau ditanjakan selalu was-was.</p>
<p>“Segini aja rasanya dag dig dug pengen copot, mobil mundur,” ungkapnya.</p>
<p>Kalau untuk laporan atau nota dinas, kata Sandi, sudah dibuatkan semuanya.</p>
<p>“Kalau dikata untuk lapor kami sudah lapor kemarin ya, sama seperti kemarin solar ya bapak diramaikan dulu baru dibenahi,” tandasnya.</p>
<p>Video diunggah akun @infodepok ini langsung ramai di kolom komentar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/sumeks.disway.id/upload/4221861f659679fcc83f004b64cdd86f.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mobil Damkar Kehabisan BBM, Kadis Damkar Malah Sebut Anggotanya Bikin Onar</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/mobil-damkar-kehabisan-bbm-kadis-damkar-malah-sebut-anggotanya-bikin-onar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 06:17:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Damkar Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72058</guid>

					<description><![CDATA[Adnan juga akan melakukan pembinaan kepada petugas Damkar yang telah membuat keonaran perihal saldo uang elektronik yang minim untuk pembelian BBM]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Kadis Damkar Adnan Mahyudin disebut juga akan melakukan pembinaan kepada petugas Damkar yang telah membuat keonaran</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Beberapa hari ini, media sosial dihebohkan dengan deretan mobil pemadam kebakaran (damkar) yang kehabisan saldo uang elektronik untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU wilayah Kota Depok, Jawa Barat.</p>
<p>Dalam video yang beredar, nampak petugas damkar tersebut mengeluh karena saldo uang elektronik untuk mengisi bahan bakar minim.</p>
<p>Sambil menunjukkan fuel meter, petugas damkar tersebut mengungkapkan kondisi bahan bakar mobilnya yang tinggal setengah.</p>
<p>“Solar di bawah setengah kalau ada kebakaran, hitung waktu, hitung waktu,” kata petugas sambil menggerutu.</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-captioned="" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/C9PJRxZyioV/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/reel/C9PJRxZyioV/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Depok Update | Info Seputar Kota Depok (@depok.update)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h3>Anggaran BBM Rp 60 Juta per Unit per Tahun</h3>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Adnan Mahyudin mmenyebut peristiwa tersebut hanyalah kesalahpahaman dan kurangnya koordinasi antara petugas di lapangan dengan pimpinannya.</p>
<p>Dinas Damkar Kota Depok telah menganggarkan dana pembelian BBM Rp 5 juta per bulan atau Rp 60 juta per tahun untuk setiap unit pelaksana tugas (UPT).</p>
<p>“Kita punya 5 UPT dan anggaran itu ada di masing-masing unit,” kata Adnan seperti dilansir dari tribunnews.com.</p>
<p>Sedangkan untuk pembelanjaan BBM disesuaikan dengan pemakaian solar tiap unit mobil pemadam yang disalurkan melalui kartu uang elektronik.</p>
<p>“Misalnya Rp 5 juta itu dipakai sebesar Rp 3.200.000,- berarti ada sisanya ada Rp 1,8 juta, oleh SPBU dan teman-teman UPT itu di-stop dulu sebagai pengendalian bahwa kita tahu selama satu bulan itu ada pengisian sebesar 3.200.000,” ungkapnya.</p>
<p>“Nah nanti yang Rp 1.200.000 itu biasanya akan dikembalikan ke kas daerah,” sambungnya.</p>
<p>Adnan menambahkan, jika kehabisan uang pengisian BBM, anggota Damkar tak perlu panik cukup menginformasikan kepada kepala UPT masing-masing.</p>
<p>Nantinya, kepala UPT akan menelepon pihak SPBU untuk mengisikan BBM terlebih dahulu dan membayarnya nanti.</p>
<p>“UPT akan nelpon ke SPBU, Pak tolong isi dulu, nanti di top-up-nya akan menyusul di bulan depannya,” ungkapnya.</p>
<p>Adnan juga akan melakukan pembinaan kepada petugas Damkar yang telah membuat keonaran perihal saldo uang elektronik yang minim untuk pembelian BBM.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
