<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dewan Dakwah Arsip - MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/dewan-dakwah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id/tag/dewan-dakwah/</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 11:57:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>Dewan Dakwah Arsip - MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id/tag/dewan-dakwah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dai Kafilah Dakwah Dampingi Penyintas Bencana Jalani Ramadhan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/dai-kafilah-dakwah-dampingi-penyintas-bencana-jalani-ramadhan/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/dai-kafilah-dakwah-dampingi-penyintas-bencana-jalani-ramadhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 11:57:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=92404</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA&#8211; &#8211; Suasana duka masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh saat masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan. Para penyintas...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dai-kafilah-dakwah-dampingi-penyintas-bencana-jalani-ramadhan/">Dai Kafilah Dakwah Dampingi Penyintas Bencana Jalani Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahekonomi.com"><strong>JAKARTA</strong></a>&#8211; &#8211; Suasana duka masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh saat masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan. Para penyintas bencana hingga kini masih berada dalam kondisi serba terbatas, baik secara fisik maupun psikis, setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, LAZNAS Dewan Dakwah melalui program Kafilah Dakwah (Kafda) mengirimkan tim dai dan daiyah untuk memberikan pendampingan kepada para penyintas di wilayah terdampak. Kehadiran mereka tidak hanya untuk menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga mendampingi masyarakat selama Ramadhan di lokasi pengungsian.</p>
<p>Tim Kafilah Dakwah memilih menetap bersama para penyintas selama bulan Ramadhan. Mereka menjalankan berbagai aktivitas keagamaan bersama masyarakat, seperti shalat berjamaah, pengajian, serta memberikan dukungan spiritual bagi warga yang masih mengalami trauma akibat bencana.</p>
<p>Selain penguatan akidah dan pembinaan keagamaan, para dai juga melakukan kegiatan pemulihan mental atau trauma healing bagi para penyintas. Program ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat menjalani Ramadhan dengan semangat meski berada di tengah keterbatasan.<br />
LAZNAS Dewan Dakwah juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan melalui tim di lapangan.</p>
<p>Bantuan tersebut meliputi paket pangan untuk sahur dan berbuka puasa, perlengkapan ibadah, serta santunan bagi anak yatim yang terdampak bencana.</p>
<p>Distribusi bantuan dilakukan secara langsung kepada para penyintas di tenda-tenda pengungsian dan permukiman yang masih mengalami kerusakan. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat selama menjalani ibadah Ramadhan.</p>
<p>Program Kafilah Dakwah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial kepada masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan pendampingan spiritual dan bantuan kebutuhan dasar selama bulan suci.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dai-kafilah-dakwah-dampingi-penyintas-bencana-jalani-ramadhan/">Dai Kafilah Dakwah Dampingi Penyintas Bencana Jalani Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/dai-kafilah-dakwah-dampingi-penyintas-bencana-jalani-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/c_scale,w_448,h_262,dpr_2/f_auto,q_auto/v1773057160/IMG-20260309-WA0023/IMG-20260309-WA0023.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Laznas Dewan Dakwah Salurkan Bantuan Tahap Kedua ke Korban Banjir dan Longsor Sibolga</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/laznas-dewan-dakwah-salurkan-bantuan-tahap-kedua-ke-korban-banjir-dan-longsor-sibolga/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/laznas-dewan-dakwah-salurkan-bantuan-tahap-kedua-ke-korban-banjir-dan-longsor-sibolga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 04:03:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Laznas Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=90525</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH JAKARTA &#8211; Senin, 20 Desember 2025, tim relawan Laznas Dewan Dakwah memulai perjalanan panjang dari Kota Medan menuju Sibolga,...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/laznas-dewan-dakwah-salurkan-bantuan-tahap-kedua-ke-korban-banjir-dan-longsor-sibolga/">Laznas Dewan Dakwah Salurkan Bantuan Tahap Kedua ke Korban Banjir dan Longsor Sibolga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://majalahjakarta.id"><b>MAJALAH JAKARTA</b></a> &#8211; Senin, 20 Desember 2025, tim relawan Laznas Dewan Dakwah memulai perjalanan panjang dari Kota Medan menuju Sibolga, Sumatera Utara, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir dan longsor.</p>
<p>Penyaluran ini merupakan tahap kedua kerja sama antara Laznas Dewan Dakwah dan PT Bio Farma (Persero) Bandung, setelah sebelumnya bantuan tahap pertama telah disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.</p>
<p>Perjalanan kemanusiaan tersebut ditempuh menggunakan dua armada, satu mobil sedan yang membawa para relawan dan satu unit mobil pick up yang mengangkut logistik sembako dengan total muatan sekitar satu ton. Tim relawan yang berangkat berjumlah enam orang, terdiri dari relawan Laznas pusat, warga lokal, serta pengemudi.</p>
<p>Tim berangkat ba’da Magrib dari Medan, menyusuri jalur yang penuh tantangan. Kondisi medan yang berat jalan berlumpur, licin, berlubang, serta longsor di beberapa titik memaksa tim bergerak ekstra hati-hati, terlebih perjalanan dilakukan pada malam hari dengan jarak pandang terbatas. Total waktu tempuh Medan–Sibolga mencapai 13 jam, dengan durasi perjalanan pulang-pergi selama dua hari.</p>
<p>Sekitar pukul 08.00 WIB, tim relawan tiba di Kota Sibolga. Namun, akses menuju kampung dengan kerusakan terparah tidak dapat dilalui karena jalan masih tertutup banjir lumpur yang cukup dalam. Demi keselamatan dan efektivitas distribusi, tim memutuskan untuk mengalihkan penyaluran ke wilayah lain yang juga terdampak cukup parah.</p>
<p>Bantuan akhirnya disalurkan di Jalan Padang Sidempuan Simpang Perdagangan, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Wilayah ini merupakan salah satu kampung yang terdampak banjir lumpur hingga menyebabkan warga kehilangan hampir seluruh harta benda mereka.</p>
<p>Alhamdulillah, proses penyaluran bantuan berjalan lancar, meski sempat diwarnai kericuhan di awal pembagian akibat tingginya kebutuhan dan keterbatasan logistik. Berkat koordinasi yang baik, pembagian sembako dapat diselesaikan dengan tertib dan aman.</p>
<p>Setelah seluruh rangkaian penyaluran bantuan selesai, tim relawan Laznas Dewan Dakwah langsung kembali ke Medan untuk melakukan persiapan penyaluran bantuan kemanusiaan berikutnya ke wilayah Aceh Tamiang.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Laznas Dewan Dakwah bersama para mitra dalam menghadirkan bantuan hingga ke wilayah terdampak bencana, meskipun harus melewati medan yang berat dan penuh risiko demi memastikan amanah para donatur sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/laznas-dewan-dakwah-salurkan-bantuan-tahap-kedua-ke-korban-banjir-dan-longsor-sibolga/">Laznas Dewan Dakwah Salurkan Bantuan Tahap Kedua ke Korban Banjir dan Longsor Sibolga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/laznas-dewan-dakwah-salurkan-bantuan-tahap-kedua-ke-korban-banjir-dan-longsor-sibolga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251223-WA0008-1.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dewan Dakwah Lepas Konvoi Kemanusiaan untuk Penyintas Banjir dan Longsor Sumatera</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-lepas-konvoi-kemanusiaan-untuk-penyintas-banjir-dan-longsor-sumatera/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-lepas-konvoi-kemanusiaan-untuk-penyintas-banjir-dan-longsor-sumatera/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 13:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=90068</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bersama LAZNAS Dewan Dakwah melepas Konvoi Kemanusiaan Banjir dan Longsor Sumatera dari Menara...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-lepas-konvoi-kemanusiaan-untuk-penyintas-banjir-dan-longsor-sumatera/">Dewan Dakwah Lepas Konvoi Kemanusiaan untuk Penyintas Banjir dan Longsor Sumatera</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bersama LAZNAS Dewan Dakwah melepas Konvoi Kemanusiaan Banjir dan Longsor Sumatera dari Menara Dakwah, Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Jumat (12/12). Keberangkatan ini menjadi wujud kepedulian masyarakat Indonesia bagi penyintas bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.</p>
<p>Sebanyak enam armada dan delapan relawan diberangkatkan pada pukul 13.30 WIB. Armada tersebut terdiri atas satu truk kemanusiaan, satu mobil tangki air, satu ambulans, serta tiga kendaraan operasional yang membawa logistik bantuan dari para donatur.</p>
<p>Konvoi mengangkut berbagai kebutuhan mendesak, meliputi logistik pangan, perlengkapan kebersihan, perlengkapan ibadah, hygiene kit, alat masak, perlengkapan tanggap darurat, hingga pakan kucing.</p>
<p>Posko LAZNAS Dewan Dakwah di Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat menjadi titik akhir sekaligus pusat koordinasi distribusi menuju wilayah terdampak. Tim relawan telah memetakan kebutuhan sejak awal dan siap menyalurkan bantuan segera setelah rombongan tiba.</p>
<p>Konvoi ini merupakan bagian dari Respon Cepat LAZNAS Dewan Dakwah dalam membantu pemulihan warga terdampak bencana. Bantuan tahap II ini dikirim melalui jalur darat, setelah sebelumnya bantuan tahap I diberangkatkan lewat jalur udara pada fase-fase awal bencana.</p>
<p>Direktur Bidang Zakat dan Wakaf Dewan Dakwah, Tjaturadi Walujo, menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan rombongan bantuan.</p>
<p>“Alhamdulillah hari ini Dewan Dakwah bersama LAZNAS Dewan Dakwah kembali melepas bantuan untuk saudara kita korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kami mohon doa restu agar para relawan diberikan kemudahan dan keselamatan selama bertugas,” ujarnya.</p>
<p>Sekretaris Umum Dewan Dakwah, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK., M.M., turut melepas konvoi. Ia mengapresiasi kontribusi donatur dan relawan.</p>
<p>“Bencana Sumatera kali ini jauh lebih dahsyat dari tsunami Aceh 2004. Penanganannya tidak cukup satu minggu atau satu bulan. Kita harus terus bahu-membahu mendukung pemulihan. Terima kasih kepada para donatur dan relawan. Semoga Dewan Dakwah terus istiqamah menebar manfaat,” katanya.</p>
<p>Memasuki hari ke-17 pasca banjir, kondisi di berbagai titik di Sumatera masih memprihatinkan. Lumpur tebal tetap menggenang, sebagian wilayah masih terendam, jaringan komunikasi dan listrik belum pulih, dan beberapa akses masih lumpuh total.</p>
<p>Hingga hari ini tercatat 990 korban meninggal dunia, 222 orang hilang, dan 5.400 warga mengalami luka-luka.</p>
<p>Situasi tersebut menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan. Dewan Dakwah menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan amanah melalui LAZNAS Dewan Dakwah.</p>
<p>Masyarakat dapat terus berkontribusi melalui donasi maupun dukungan logistik tambahan. Informasi lebih lanjut mengenai pengiriman bantuan tersedia melalui Contact Center Posko Utama: 0858-8282-4343 atau laman resmi LAZNAS Dewan Dakwah.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-lepas-konvoi-kemanusiaan-untuk-penyintas-banjir-dan-longsor-sumatera/">Dewan Dakwah Lepas Konvoi Kemanusiaan untuk Penyintas Banjir dan Longsor Sumatera</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-lepas-konvoi-kemanusiaan-untuk-penyintas-banjir-dan-longsor-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/dashboard.laznasdewandakwah.or.id/storage/image-galleries/2025/1765533113whatsapp_image_2025_12_12_at_4_46_10_pm_11zon_jpeg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dewan Dakwah Kota Bekasi Salurkan 550 Paket Sembako untuk Warga Tuna Netra dan Duafa</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-kota-bekasi-salurkan-550-paket-sembako-untuk-warga-tuna-netra-dan-duafa/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-kota-bekasi-salurkan-550-paket-sembako-untuk-warga-tuna-netra-dan-duafa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 07:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=89593</guid>

					<description><![CDATA[<p>BEKASI &#8211; Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Bekasi menyalurkan 550 paket sembako kepada ratusan warga binaan tuna netra di Masjid...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-kota-bekasi-salurkan-550-paket-sembako-untuk-warga-tuna-netra-dan-duafa/">Dewan Dakwah Kota Bekasi Salurkan 550 Paket Sembako untuk Warga Tuna Netra dan Duafa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BEKASI</strong> &#8211; Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Bekasi menyalurkan 550 paket sembako kepada ratusan warga binaan tuna netra di Masjid Al Muslimun, Pondok Ungu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12).</p>
<p>Bantuan diberikan kepada 219 anggota Bina Annisa, yang mayoritas merupakan kaum ibu dhuafa binaan, serta 235 anggota Hikmah Netra, termasuk sejumlah pengurus yang dinilai berhak menerima santunan.</p>
<p>Kegiatan sosial ini juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, yang merupakan istri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.</p>
<p>Ketua Dewan Dakwah Kota Bekasi, Ustaz Salimin Dani, dalam sambutannya menegaskan bahwa Wali Kota Bekasi memberikan perhatian besar kepada warga difabel meski berhalangan hadir. “Pak Wali pengen datang, tapi beliau sudah salam ya. Bukan enggak peduli dengan kalian, tapi beliau sangat banyak kegiatannya,” ujarnya.</p>
<p>Ustaz Salimin juga mendoakan kesehatan keluarga Wali Kota. “Mudah-mudahan sehat anak Pak Wali, sehat. Amin. Mudah-mudahan Wali Kota kita dan istrinya saleh dan salihah,” kata dia.</p>
<p>Ia berharap kegiatan semacam ini dapat berlanjut secara berkala. “Setuju enggak kalau kita adakan setiap bulan di sini? Setuju. Pokoknya hadir ya,” katanya disambut antusias jemaah.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Wiwiek Hargono menyampaikan apresiasi kepada Dewan Dak kowah dan para jemaah yang terus mendoakan keluarga Wali Kota. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ustaz dan jemaah di sini yang sudah tidak henti-hentinya mendoakan keluarga,” ucapnya.</p>
<p>Wiwiek juga mengajak masyarakat untuk terus berikhtiar dalam membangun Kota Bekasi. “Kita manusia berusaha hari ini. Berusaha, berjuang, berikhtiar dan Allah tidak tidur terhadap ikhtiar,” ujarnya.</p>
<p>Ia meminta warga tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan. “Mudah-mudahan kita selalu diketemukan dengan orang-orang baik. Membangun itu tidak mudah, butuh proses. Maka sama-sama kita nikmati prosesnya,” tuturnya.</p>
<p>Pembagian bantuan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari penerima manfaat, yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi kelompok rentan di Kota Bekasi.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-kota-bekasi-salurkan-550-paket-sembako-untuk-warga-tuna-netra-dan-duafa/">Dewan Dakwah Kota Bekasi Salurkan 550 Paket Sembako untuk Warga Tuna Netra dan Duafa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-kota-bekasi-salurkan-550-paket-sembako-untuk-warga-tuna-netra-dan-duafa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_432/f_webp,q_auto:low/v1764572217/IMG-20251201-WA0003_copy_640x480/IMG-20251201-WA0003_copy_640x480.jpg?_i=AA&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dakwah di Kampung Opang, Ketulusan Ustaz Riswan di Tengah Kentalnya Adat Aluk Todolo</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/dakwah-di-kampung-opang-ketulusan-ustaz-riswan-di-tengah-kentalnya-adat-aluk-todolo/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/dakwah-di-kampung-opang-ketulusan-ustaz-riswan-di-tengah-kentalnya-adat-aluk-todolo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 10:25:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kampung Opang, Dusun Batusara, terletak di ketinggian sekitar 1.400 mdpl di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Di daerah pegunungan yang sejuk...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dakwah-di-kampung-opang-ketulusan-ustaz-riswan-di-tengah-kentalnya-adat-aluk-todolo/">Dakwah di Kampung Opang, Ketulusan Ustaz Riswan di Tengah Kentalnya Adat Aluk Todolo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kampung Opang, Dusun Batusara</strong>, terletak di ketinggian sekitar 1.400 mdpl di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Di daerah pegunungan yang sejuk itu, hidup komunitas kecil muslim mualaf di tengah masyarakat yang masih kuat memegang adat lama. Di sanalah Ustaz Riswan, dai muda dari Dewan Dakwah, mengabdikan diri.</p>
<p>Menuju Opang bukan perkara mudah. Jalannya menanjak dan menurun, melewati bukit-bukit curam, batuan terjal, dan lumpur licin saat hujan. Jurang-jurang dalam mengapit di sisi kiri dan kanan jalan. Semua hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor yang tangguh dan keberanian yang besar.</p>
<p>Namun, semua rasa lelah itu terbayar lunas saat tiba di Dusun Batusara. Sambutan warga begitu hangat. Mereka dikenal sangat menghormati tamu.</p>
<p>“Kami sangat senang kalau ada yang mau datang ke sini memberi bimbingan. Jangan sungkan, orang di kampung ini semua saudaramu,” ujar Ambe Turu’, Kepala Adat setempat, saat pertama kali menerima Ustaz Riswan.</p>
<p>Meski jumlah muslim masih sedikit, semangat Islam di sana terus tumbuh.</p>
<h3>Dakwah yang Hangat di Tengah Keberagaman</h3>
<p>Sebagian besar warga Opang menganut kepercayaan Aluk Todolo (animisme) dan Kristen. Karena itu, pendekatan kultural menjadi jalan utama dakwah Ustaz Riswan.</p>
<p>Ia hadir dalam kegiatan adat, membantu di ladang, ikut pesta panen kopi, dan berbaur dalam keseharian masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan diberi ruang untuk menyampaikan tausiyah di tengah acara adat. Menariknya, bukan hanya muslim, warga nonmuslim pun ikut mendengarkan dengan penuh perhatian.</p>
<h4>Masjid Kayu Nurul Huda, Sumber Cahaya di Lereng Gunung</h4>
<p>Masjid Nurul Huda berdiri sederhana, berdinding kayu, dengan tangga kecil di sisi kanan dan kiri. Jamaahnya tak banyak. Saat shalat Jumat, kadang hanya enam orang yang hadir, karena sebagian besar warga sedang berada di kebun.</p>
<p>Namun, kehadiran Ustaz Riswan membawa napas baru. Bersama warga, ia memperbaiki bagian dapur masjid yang bolong agar tidak lagi dimasuki anjing. Masjid kayu itu kini menjadi pusat kegiatan keislaman di Kampung Opang.</p>
<p>Pada hari ketiganya di Opang, Ustaz Riswan mulai mengajar anak-anak TPA di Masjid Nurul Huda. Kegiatan belajar dilakukan setiap sore setelah ashar.</p>
<p>Anak-anak itu pemalu terhadap orang baru. Tapi ada satu hal yang membuat mereka cepat akrab, permen. Dari sebungkus permen, jembatan hati pun terbangun. Kini, setiap kali bertemu, mereka tak segan menyapa.</p>
<p>“Kak, nanti tinggal di sini ya, ajari kami,” ucap seorang anak polos.</p>
<p>“Kak, nanti kita ngaji lagi ya, nanti pakai kapatung,” sahut yang lain antusias.</p>
<p>Ada 19 anak yang kini dibina Ustaz Riswan, meski tak semuanya bisa hadir rutin. Sesekali, mereka diajak menginap di masjid, shalat berjamaah, dan menonton film sirah Nabi.</p>
<p>“Semoga dari kegiatan sederhana ini mereka semakin cinta masjid dan terbiasa shalat berjamaah,” ujar Ustaz Riswan penuh harap.</p>
<h5>Keterbatasan Tak Menghalangi Dakwah</h5>
<p>Medan berat, adat yang kuat, dan akses yang sulit tak membuat Ustaz Riswan surut langkah. Dengan ketulusan dan kesabaran, dakwah di pelosok itu tumbuh dari hal-hal kecil, sapaan hangat, kebersamaan memetik kopi, hingga sepotong permen yang memecah jarak.</p>
<p>Dari situlah cahaya Islam perlahan menyinari lembah-lembah sunyi di Pinrang.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dakwah-di-kampung-opang-ketulusan-ustaz-riswan-di-tengah-kentalnya-adat-aluk-todolo/">Dakwah di Kampung Opang, Ketulusan Ustaz Riswan di Tengah Kentalnya Adat Aluk Todolo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/dakwah-di-kampung-opang-ketulusan-ustaz-riswan-di-tengah-kentalnya-adat-aluk-todolo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/dashboard.laznasdewandakwah.or.id/storage/image-galleries/2025/1759829678whatsapp_image_2025_09_24_at_9_47_26_am_jpeg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lima Tahun Tanpa Pembinaan, Ustaz Awi Hadir di Pedalaman Tanpa Listrik dan Jaringan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/lima-tahun-tanpa-pembinaan-ustaz-awi-hadir-di-pedalaman-tanpa-listrik-dan-jaringan/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/lima-tahun-tanpa-pembinaan-ustaz-awi-hadir-di-pedalaman-tanpa-listrik-dan-jaringan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 10:18:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88633</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peluh membanjiri wajahnya dan napasnya mulai tersengal. Lelahnya perjalanan sudah menguras tenaga ustaz muda tersebut. “Apakah pohon petai sudah dekat?”...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/lima-tahun-tanpa-pembinaan-ustaz-awi-hadir-di-pedalaman-tanpa-listrik-dan-jaringan/">Lima Tahun Tanpa Pembinaan, Ustaz Awi Hadir di Pedalaman Tanpa Listrik dan Jaringan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Peluh membanjiri wajahnya dan napasnya mulai tersengal. Lelahnya perjalanan sudah menguras tenaga ustaz muda tersebut.</p>
<p>“Apakah pohon petai sudah dekat?” tanyanya.</p>
<p>“Ini baru permulaan, Bang. Kita masih harus melewati tiga bukit lagi.”</p>
<p>Jawaban itu membuat Ustaz Awi terdiam. Rasa terkejut bercampur takjub. Bagaimana tidak, sementara kakinya mulai berat dan tubuhnya terasa melemah, warga di depannya tetap melangkah ringan. Wajah mereka tenang tanpa gurat kelelahan sedikit pun, seolah stamina mereka tak pernah habis.</p>
<p>Hari itu, ia memutuskan mengikuti warga mencari hasil hutan, salah satunya petai di TNBT. Dalam pikirannya, perjalanan itu akan seperti pendakian biasa, mungkin melelahkan, tapi bisa diukur. Namun, kenyataannya jauh di luar dugaan.</p>
<p>Ritme berjalan para warga begitu cepat dan stabil. Mereka menanjak dan menuruni lereng curam tanpa ragu, seolah medan berat itu hanyalah jalan biasa di depan rumah. Sementara Ustaz Awi harus berjuang keras menjaga keseimbangan di antara bebatuan licin dan akar-akar besar yang melintang.</p>
<p>Suku Talang Mamak adalah suku pedalaman Riau yang menggantungkan hidupnya secara tradisional di sepanjang aliran Sungai Indragiri dan kawasan Taman Nasional Tiga Puluh (TNBT).</p>
<p>Tanpa pencahayaan dan jaringan, mereka memutar perekonomian dengan mengambil damar, getah pohon besar, serta hasil hutan lain yang bisa dijual, seperti petai.</p>
<p>Di tengah penduduk pedalaman inilah dai Dewan Dakwah, Ustaz Awi Andrizal, memulai perjalanan dakwahnya, tepatnya di Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.</p>
<p>*Perjalanan Ekstrem ke Dusun Nunusan, Desa yang Tidak Terdata di Maps*</p>
<p>Entah sudah kali keberapa Ustaz Awi dan rombongan turun dari perahu kayu yang mereka tumpangi saat menyusuri Sungai Batang Gansal agar perahu tersebut lebih ringan ketika melewati arus jeram.</p>
<p>“Perjalanan menuju lokasi dakwah sangat ekstrem karena melewati banyak batu-batu besar serta sungai yang deras. Beberapa kali kami turun dari perahu kayu agar perahu lebih ringan ketika melewati arus jeram tersebut,” ujar Ustaz Awi, awal November 2025.</p>
<p>Perjalanan lewat jalur air tersebut ditempuh beberapa jam setelah perjalanan darat dari pusat kota kabupaten, yakni Kota Rengat.</p>
<p>Dusun Nunusan terpisah jauh dari desa induknya, Desa Rantau Langsat. Hanya ada satu jalur menuju dusun itu, yaitu jalur sungai. Perjalanan hanya bisa ditempuh dengan perahu kayu selama dua sampai lima jam, tergantung kondisi ketinggian air.</p>
<p>Medan tempuh yang sulit dan letak dusun yang terpencil membuat daerah tersebut tanpa listrik dan sinyal telekomunikasi.</p>
<p>Aktivitas mandi, bersuci, mencuci, hingga buang hajat dilakukan di tepian sungai. Begitu hari mulai gelap, Dusun Nunusan bagai dusun mati.</p>
<p>Sekitar empat hingga lima tahun yang lalu, ustaz terakhir memberikan pembinaan agama di Desa Nunusan. Setelah itu, suku Talang Mamak yang telah berislam di sana hanya mendengar khutbah setiap Jumat dari musala kecil mereka.</p>
<p>Mendengar kabar kedatangan dai yang ditempatkan khusus di Desa Nunusan, mereka tak berhenti bertanya, Apakah ustaz tersebut jadi datang? Kapan ustaznya akan tiba? Dan pertanyaan-pertanyaan sejenis.</p>
<p>Kedatangannya pun disambut hangat. Banyak di antara mereka yang menawarinya untuk menetap di rumah masing-masing.</p>
<p>“Respon masyarakat sangat terbuka dan menerima dengan baik. Bahkan seminggu sebelum saya datang, mereka sudah bertanya kepada salah satu mahasiswa STID M. Natsir apakah saya jadi datang ke dusun mereka,” terang dai muda asal Aceh tersebut.</p>
<p>*Dari Musala Kecil Pedalaman, Dakwah Tetap Menyala*</p>
<p>Tidak mudah membentuk rutinitas masyarakat pedalaman untuk mengikuti kajian rutin, terlebih mereka sangat bergantung pada hasil hutan.</p>
<p>Dari pagi pukul 07.00 hingga petang hari, masyarakat desa masuk hutan untuk mencari damar. Bukan hanya para orang tua, anak-anak pun ikut keluar masuk hutan mengambil damar. Namun demikian, tidak setiap saat mereka memperoleh hasil.</p>
<p>“Terkadang masyarakat tidak dapat membeli beras karena tidak mendapat hasil dari hutan,” kata Ustaz Awi.</p>
<p>Karena itu, Ustaz Awi beberapa kali ikut menyusuri hutan belantara, selain memusatkan dakwahnya di musala kecil Nurul Huda dan berdakwah dari rumah ke rumah.</p>
<p>Mengajar anak-anak Talang Mamak menjadi aktivitas dakwah utama Ustaz Awi. Dari pagi hingga siang hari, ia mengajar anak-anak SD.</p>
<p>Sebuah sekolah rintisan, kelas filial, berdiri di Dusun Nunusan. Di sanalah anak-anak suku Talang Mamak mengenal pendidikan. Namun, banyak dari mereka yang tidak bisa melanjutkan pendidikan bahkan harus berhenti di tengah jalan karena keterbatasan biaya.</p>
<p>Meski demikian, anak-anak tersebut sangat bersemangat datang ke sekolah. Setiap hari mereka berjalan kaki, ada yang menempuh jarak lebih dari satu jam tanpa menggunakan sepatu atau alas kaki.</p>
<p>Anak-anak itu tidak hanya belajar, tetapi juga keluar masuk hutan sepulang sekolah untuk mencari damar.</p>
<p>*Belajar Mengaji di Temaram Malam*</p>
<p>Meski kelelahan sepulang dari hutan, anak-anak pedalaman tersebut tetap hadir mengaji selepas Magrib bersama Ustaz Awi.</p>
<p>Diterangi lampu LED atau lampu darurat portabel, mereka mengeja huruf demi huruf di papan tulis kapur.</p>
<p>Dusun yang tadinya sunyi tersebut perlahan hidup sejak kehadiran Ustaz Awi. Suara lantunan doa dari musala kecil di tengah hutan terpencil mengisi malam-malam hening Dusun Nunusan.</p>
<p>Perjalanan dakwah menuntut seorang dai untuk bisa melakukan apa saja yang masyarakat butuhkan. Bukan hanya mengisi rohani mereka, tapi juga siap sedia hadir dalam keseharian mereka.</p>
<p>Terlebih, pengabdian di dusun terpencil yang sangat jauh dari dunia luar membutuhkan penyesuaian diri yang luar biasa.</p>
<p>Selain turut membantu masyarakat mencari hasil alam dengan menyusuri hutan, Ustaz Awi juga membaur dalam berbagai kegiatan mereka: membantu memperbaiki jalan, panen jengkol dan petai, hingga memberikan layanan cukur gratis kepada penduduk pedalaman tersebut.</p>
<p>Satu per satu anak ia cukur dengan telaten. Tak hanya anak-anak, pria dewasa pun turut meminta untuk dicukur oleh Ustaz Awi.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/lima-tahun-tanpa-pembinaan-ustaz-awi-hadir-di-pedalaman-tanpa-listrik-dan-jaringan/">Lima Tahun Tanpa Pembinaan, Ustaz Awi Hadir di Pedalaman Tanpa Listrik dan Jaringan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/lima-tahun-tanpa-pembinaan-ustaz-awi-hadir-di-pedalaman-tanpa-listrik-dan-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/dashboard.laznasdewandakwah.or.id/storage/image-galleries/2025/1762312121whatsapp_image_2025_11_01_at_11_04_49_am_jpeg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dengan Semangat Kemerdekaan, Dewan Dakwah Lepas 225 Da’i Muda Terbaik ke Pelosok Negeri dari Gedung MPR RI</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/dengan-semangat-kemerdekaan-dewan-dakwah-lepas-225-dai-muda-terbaik-ke-pelosok-negeri-dari-gedung-mpr-ri/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/dengan-semangat-kemerdekaan-dewan-dakwah-lepas-225-dai-muda-terbaik-ke-pelosok-negeri-dari-gedung-mpr-ri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 23:42:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara lembaga dakwah dengan institusi negara dalam mendorong pembangunan karakter bangsa berbasis nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dengan-semangat-kemerdekaan-dewan-dakwah-lepas-225-dai-muda-terbaik-ke-pelosok-negeri-dari-gedung-mpr-ri/">Dengan Semangat Kemerdekaan, Dewan Dakwah Lepas 225 Da’i Muda Terbaik ke Pelosok Negeri dari Gedung MPR RI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Dalam momentum menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menggelar acara pelepasan 225 da’i muda terbaik, dan terbanyak sepanjang penugasan, di Gedung Nusantara V Komplek DPR MPR RI, Senayan, Jakarta.</p>
<p>Acara yang bertajuk &#8220;Dengan Semangat Kemerdekaan, Membangun Peradaban dari Pedalaman” ini bukan hanya menjadi agenda penting bagi dunia dakwah, namun juga menjadi bagian dari langkah nyata membangun bangsa melalui pendidikan, pencerahan, dan pelayanan umat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara lembaga dakwah dengan institusi negara dalam mendorong pembangunan karakter bangsa berbasis nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Para da’i yang dilepas adalah lulusan terbaik dari lembaga pendidikan milik Dewan Da&#8217;wah, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) M. Natsir, dan telah menjalani pelatihan intensif, pembekalan dakwah, serta kesiapan menghadapi kondisi sosial dan geografis daerah tugas masing-masing.</p>
<p>Para da&#8217;i membawa misi besar dan strategis untuk dakwah dan kemajuan bangsa, salah satunya adalah menamkan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada masyarakat binaan.</p>
<p>Acara ini mempertemukan elemen-elemen penting dan strategis bangsa, di antaranya; Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc., M.A, Wakil Ketua MPR RI, Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI, Menteri Transmigrasi RI, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pembangunan &amp; Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Dr. Sigit Mustofa Nurudin, ST.MM, Menteri Pertanian Republik Indonesia, diwakili oleh Ketua BRMP Pascapanen Pertanian, Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P, Ir. H. Muhammad Noor Rifani, S.H., S.T., M.T, Bupati Tabalong, Dato’ Aneng Bupati Kabupaten Anambas, hingga Prof.(H.C.) Dr.Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI.</p>
<p>Ketua Umum Dewan Dakwah, Dr. Adian Husaini, dalam sambutannya menegaskan bahwa misi pengiriman da’i bukan sekadar aktivitas keagamaan, tetapi bagian dari membangun peradaban bangsa dari wilayah pedalaman. “Da’i adalah agen perubahan. Mereka menjalankan misi Bapak Mohammad Natsir dalam mengokohkan Indonesia dalam persatuan umat dan juga memajukan bangsa,” ujarnya.</p>
<p>Islam inilah yang mengikat nusantara, pengiriman da&#8217;i ini adalah cara kita memajukan Indonesia,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pada momen kenegaraan ini, Dewan Dakwah sekaligus melakukan penandatangan kerjasama (MoU) dengan Baznas RI dan Kabupaten Tabalong.</p>
<p>&#8220;Pelepasan dai ini juga sejalan dengan visi misi kami, Tabalong SMART (Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan), di mana salah satu poinnya adalah hadirnya para da&#8217;i di setiap desa dan pertemuan ini jadi langkah awal da&#8217;i-da&#8217;i Dewan Dakwah akan ada di setiap desa kami di Tabalong,&#8221; tutur Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong</p>
<p>Para da’i yang dilepas akan diberangkatkan menuju tempat bertugas dan mengabdi selama 1 hingga 2 tahun di 175 titik di 29 Provinsi di Indonesia, seperti Papua, NTT, pedalaman Kalimantan, pesisir Sulawesi, hingga perbatasan Sumatera dan Malaysia. Mereka akan menjadi pelopor dakwah, pendidikan, hingga penguatan ekonomi umat di komunitas-komunitas Muslim minoritas.</p>
<p>Dewan Dakwah memastikan bahwa setiap da’i tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga keteladanan. Sehingga pengiriman da&#8217;i berdampak luas terhadap masyarakat dari akar rumput.</p>
<p>“Ini adalah bukti konkret Dewan Dakwah untuk mewujudkan keadilan sosial dengan membangun indonesia dari pinggiran. Para da&#8217;i yang jadi pelita di tengah pedalaman yang bukan hanya menerangi tapi juga menghangatkan masyarakat dengan dakwah kita,&#8221; ujar Tamsil Linrung dalam sambutannya.</p>
<p>Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyampaikan nasihat untuk para dai tentang kesatuan Indonesia yang telah dilakukan oleh Bapak Mohammad Natsir saat merangkai dan memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga bisa terus berjalan hingga hari ini.</p>
<p>&#8220;Hal ini senafas dengan bagaimana dakwah yang telah dicontohkan Rasulullah SAW tentang pendekatan secara universal untuk persatuan,&#8221; kata Hidayat.</p>
<p>Lebih dari itu, Wakil Ketua MPR RI juga memberikan suntikan semangat dalam nasihatnya untuk para da&#8217;i agar bisa berdakwah, berdampak dan jadi manifestasi kebaikan yang akan digapai pada momen Indonesia Emas 2045 nanti. &#8220;Apa yang kita tanam hari ini melalui para dai yang dikirim ke penjuru negeri adalah apa yang akan kita tuai saat Indonesia Emas 2045 nanti,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Turut serta di dalam kegiatan Pelepasan Da&#8217;i ini kisah inspiratif dari Ustadz Sigit, da&#8217;i senior Dewan Dakwah, yang telah mengabdi lebih dari 21 tahun di pedalaman Morowali Utara. Ia membawa surat-surat harapan anak bangsa di Dusun Ngoyo untuk kita semua</p>
<p>&#8220;Dan hari ini, 225 dai di hadapan kita menjadi bagian tali estafet yang akan melanjutkan perjuangan untuk memerdekakan anak bangsa yang belum merasakan arti kemerdekaan di wilayah pedalaman,&#8221; tutur Ustadz Sigit menatap penuh arti para da&#8217;i dari podium tempatnya bicara.</p>
<p>Kegiatan ini menegaskan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata ke wilayah yang selama ini sering terlupa bahkan belum tersentuh secara merata. Bahwa dakwah bukan hanya domain agama, tetapi juga instrumen kenegaraan dalam membina masyarakat. Melalui dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan, LAZNAS Dewan Dakwah ikut hadir dan berkomitmen membersamai para dai dan menjadikan pedalaman sebagai titik tolak peradaban baru; kuat dalam iman, mandiri dalam ekonomi, dan kokoh dalam semangat kebangsaan.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dengan-semangat-kemerdekaan-dewan-dakwah-lepas-225-dai-muda-terbaik-ke-pelosok-negeri-dari-gedung-mpr-ri/">Dengan Semangat Kemerdekaan, Dewan Dakwah Lepas 225 Da’i Muda Terbaik ke Pelosok Negeri dari Gedung MPR RI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/dengan-semangat-kemerdekaan-dewan-dakwah-lepas-225-dai-muda-terbaik-ke-pelosok-negeri-dari-gedung-mpr-ri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQSP0fgp28AOG6frtfMZNLN5IFAcLVc2tgxKA&#038;s&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi Tolak Penghapusan Rekomendasi FKUB untuk Pendirian Rumah Ibadah</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-kabupaten-bekasi-tolak-penghapusan-rekomendasi-fkub-untuk-pendirian-rumah-ibadah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 11:35:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BODETABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74850</guid>

					<description><![CDATA[<p>BEKASI &#8211; Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi baru saja selesai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Bogor, Jawa Barat. Rakor yang dihelat...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-kabupaten-bekasi-tolak-penghapusan-rekomendasi-fkub-untuk-pendirian-rumah-ibadah/">Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi Tolak Penghapusan Rekomendasi FKUB untuk Pendirian Rumah Ibadah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BEKASI</strong></a> &#8211; Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi baru saja selesai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Bogor, Jawa Barat. Rakor yang dihelat pada Sabtu-Ahad, 31 Agustus-1 September 2024 menghasilkan beberapa poin rekomendasi eksternal.</p>
<p>Salah satu poin rekomendasi eksternal perihal penolakan Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi tentang rencana penghapusan rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam perizinan pendirian rumah ibadah.</p>
<p>Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah tetap melibatkan FKUB dalam proses perizinan pembangunan rumah ibadah.</p>
<p>Ketua Umum Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi KH Ahbab Akhfasy menilai rekomendasi FKUB sebagai salah syarat pendirian rumah ibadah sangat penting.</p>
<p>Dikatakan Kiai Ahbab, dalam memberikan perizinan pembangunan rumah ibadah, pemerintah daerah harus mengikuti Peraturan Bersama Menteri dalam Negeri dan Menteri Agama No. 8 dan 9 Tahun 2006 tentang Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pendirian Rumah Ibadah.</p>
<p>&#8220;Kesepakatan dua instansi antara Kementerian Agama dengan Kementerian Dalam Negeri yang berhubungan dengan pendirian rumah ibadah sudah cukup baik,&#8221; ungkap Kiai Ahbab kepada media, Senin (2/9/2024).</p>
<p>Rekomendasi FKUB ini diyakini Kiai Ahbab dapat menghindari konflik antar umat beragama di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;FKUB itu adalah sebuah perwakilan dari tokoh-tokoh agama agar tidak terjadi konflik. Kalau tidak ada rekomendasi dari FKUB ya akan terjadi keresahan-keresahan masyarakat,&#8221; jelas Kiai Ahbab.</p>
<p>Kiai Ahbab menegaskan, fungsi FKUB adalah bertanggung dalam menjaga ketentraman dan kerukunan umat beragama. Kalau FKUB tidak dilibatkan dalam perizinan pembangunan rumah ibadah maka bisa saja FKUB yang terdiri dari tokoh agama lepas tangan dan tidak bertanggung jawab manakala terjadi konflik di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi sangat keberatan kalau rekomendasi FKUB dihapus,&#8221; kata Kiai Ahbab.</p>
<p>Untuk diketahui, pada awal Agustus 2024 lalu Menteri Agama Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan akan ada perubahan dalam aturan pendirian rumah ibadah. Yaqut menyebut perizinan pendirian rumah ibadah hanya akan diajukan ke Kementerian Agama.</p>
<p>Yaqut mengatakan perubahan aturan itu telah disepakati bersama Menko Polhukam Hadi Tjahjanto. Yaqut menyampaikan, dalam aturan yang lama, perizinan pendirian rumah ibadah memerlukan rekomendasi dari Kemenag dan FKUB (forum kerukunan umat beragama). Namun, kata Yaqut, dalam aturan terbaru, rekomendasi dari FKUB akan dihapuskan.*</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/dewan-dakwah-kabupaten-bekasi-tolak-penghapusan-rekomendasi-fkub-untuk-pendirian-rumah-ibadah/">Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi Tolak Penghapusan Rekomendasi FKUB untuk Pendirian Rumah Ibadah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/mediaharapan.com/wp-content/uploads/2024/09/02/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-15.10.39.jpeg?resize=750%2C375&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Soliditas dan Evaluasi Program Kerja, Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi Gelar Rapat Koordinasi</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/tingkatkan-soliditas-dan-evaluasi-program-kerja-dewan-dakwah-kabupaten-bekasi-gelar-rapat-koordinasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 00:10:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74697</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Sebagai upaya peningkatan soliditas pengurus dan organisasi serta evaluasi program kerja, Pengurus Daerah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten...</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/tingkatkan-soliditas-dan-evaluasi-program-kerja-dewan-dakwah-kabupaten-bekasi-gelar-rapat-koordinasi/">Tingkatkan Soliditas dan Evaluasi Program Kerja, Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi Gelar Rapat Koordinasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sebagai upaya peningkatan soliditas pengurus dan organisasi serta evaluasi program kerja, Pengurus Daerah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Bekasi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Sabtu-Ahad, 31 Agustus-1 September 2024.</p>
<p>Rakor yang diselenggarakan di Hotel Atharraz Bogor, Jawa Barat ini diikuti jajaran pengurus daerah dan pengurus kecamatan Dewan Da’wah se-Kabupaten Bekasi.</p>
<p>Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Bekasi KH Ahbab Akhfasy dalam sambutannya mengingatkan urgensi dakwah Islam. Dakwah merupakan kewajiban bagi mereka yang mengaku muslim.</p>
<p>Kiai Ahbab menyitir ayat 125 Surat An Nahl. &#8220;Ud&#8217;u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau&#8217;iẓatil-ḥasanati. Ayat ini menjelaskan kepada kita agar kita semuanya menjadi dai. Berperan dalam mengajak orang untuk berbuat baik,&#8221; ujar Kiai Ahbab, Sabtu (31/8/2024).</p>
<p>Dalam berdakwah, jelas Kiai Ahbab, alangkah baiknya dilakukan secara berjemaah atau organisasi. &#8220;Sebuah kegiatan dakwah tidak cukup dengan perorangan tapi juga secara organisasi,&#8221; terang Kiai Ahbab.</p>
<p>Kiai Ahbab teringat pesan sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib. Disebutnya, kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan dikalahkan dengan kebatilan yang terorganisir.</p>
<p>Dalam berorganisasi, lanjut Kiai Ahbab, setidaknya ada tiga langkah yang perlu dilakukan. &#8220;Pertama, ada perencanaan program kerja. Kedua, ada actionnya. Yang ketiga evaluasi, ini salah satu fungsi Rakor, evaluasi program kerja,&#8221; ungkap Kiai Ahbab.</p>
<p>Dikatakan Kiai Ahbab, meski Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi baru berusia 2,5 tahun namun sudah banyak program kerja yang dilakukan.</p>
<p>&#8220;Di-SK kan oleh provinsi itu tanggal 1 November 2021. Dan dilantik waktu itu oleh pengurus provinsi (Jawa Barat) pertengahan Desember 2021. Alhamdulillah sudah beberapa program kerja yang telah kita laksanakan,&#8221; kata Kiai Ahbab.</p>
<p>Ketua Dewan Syura Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi Laksamana Pertama Ikhwan Syahtaria turut hadir pada kegiatan Rakor. Ikhwan Syahtaria berkesempatan memberikan sambutan.</p>
<p>Ikhwan Syahtaria mengatakan sebagai organisasi yang resmi terdaftar di Kesbangpol, Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi diharapkan dapat berperan melakukan dakwah Islam lebih optimal. &#8220;Dewan Da’wah memiliki peran penting. Sangat penting,&#8221; ujar Ikhwan Syahtaria.</p>
<p>Dalam konteks kekinian, Ikhwan meminta agar Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi memperhatikan kaum milenial.</p>
<p>&#8220;Dalam dakwah kita saat ini, kewajiban kita ke para milenial. Anak kita, cucu, lingkungan keluarga kita,&#8221; kata Ikhwan Syahtaria.</p>
<p>Di akhir sambutannya, Ikhwan Syahtaria berharap Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi terus konsisten menggemakan dakwah Islam.</p>
<p>Rakor Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi dibuka oleh Ketua Umum Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat Ustaz Roinul Balad melalui Zoom Meeting. Sebelum membuka Rakor, Ustaz Roinul memberikan sambutan.</p>
<p>Ustaz Roinul mengapresiasi kiprah Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi yang sudah banyak melakukan program kerja meski usianya masih muda.</p>
<p>Salah satu progres Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi yang diapresiasi Ustaz Roinul adalah ekspansi kepengurusan hingga tingkat Kecamatan. Ustaz Roinul akan mendorong pengurus daerah lainnya di Jawa Barat untuk melakukan hal yang sama seperti dilakukan oleh Pengurus Daerah Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi.</p>
<p>&#8220;Insyaallah ini menjadi inspirasi bagi kami di Jawa Barat untuk menyampaikan kepada Dewan Da’wah kota-kabupaten lainnya supaya mereka mendirikan Dewan Da’wah hingga tingkat kecamatan. Karena ini sangat penting,&#8221; ujar Ustaz Roinul.</p>
<p>Ustaz Roinul berharap Rakor menghasilkan keputusan yang optimal dan maksimal untuk umat.</p>
<p>&#8220;Tolong dibahas juga masukan apa yang akan diberikan Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi kepada Dewan Da’wah provinsi dan pusat. Sehingga ini bisa menjadi satu kesatuan untuk dakwah yang lebih baik,&#8221; ungkap Ustaz Roinul.</p>
<p>Rakor Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi mengundang pula Ketua Umum Dewan Da’wah Kota Bekasi Ustaz Salimin Dani. Dalam sambutannya, Ustaz Salimin menekankan pentingnya Dewan Da’wah mewarnai politik Indonesia dengan dakwah Islam. Seperti yang dilakukan pendiri Dewan Da’wah Buya Mohammad Natsir.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/tingkatkan-soliditas-dan-evaluasi-program-kerja-dewan-dakwah-kabupaten-bekasi-gelar-rapat-koordinasi/">Tingkatkan Soliditas dan Evaluasi Program Kerja, Dewan Dakwah Kabupaten Bekasi Gelar Rapat Koordinasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/koranbekasi.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240901-WA0008-1536x1152.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Warga Gagal Panen Kaget Dapat Qurban 50 Ekor Kambing dari Laznas Dewan Dakwah</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/warga-gagal-panen-kaget-dapat-qurban-50-ekor-kambing-dari-laznas-dewan-dakwah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2024 04:52:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Laznas Dewan Dakwah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=70111</guid>

					<description><![CDATA[<p>Laznas Dewan Dakwah menyalurkan hewan qurban dari para donator ke salah satu titik pedalaman di Desa Bandar AJi Jay</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/warga-gagal-panen-kaget-dapat-qurban-50-ekor-kambing-dari-laznas-dewan-dakwah/">Warga Gagal Panen Kaget Dapat Qurban 50 Ekor Kambing dari Laznas Dewan Dakwah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Hari kedua pemotongan hewan qurban, Selasa (18/6), tim Laznas Dewan Dakwah menyalurkan hewan qurban dari para donator ke salah satu titik pedalaman di Desa Bandar AJi Jaya, Kecamatan Gedung AJi, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Ini adalah titik kedua setelah penyaluran hewan qurban selesai dilaksanakan di Desa Tri Mulyo Aji, pada Senin (17/6).</p>
<p>Desa Bandar Aji merupakan kampung baru yang berdiri tahun 2010. Kondisi lingkungannya berada di kawasan rawa dan terkenal dengan sebutan Kawasan Rawa Pitu. Sebagian besar masyarakat memiliki penghasilan dari mengelola kebun dan sawah.</p>
<p>Sururi, salah satu tokoh agama masyarakat, mengatakan bahwa dari hasil panen mereka tahun lalu, warga bisa patungan membeli hewan qurban untuk dipotong di desa tersebut. Namun, tahun ini warga mengalami gagal panen sehingga tidak bisa melakukan patungan untuk membeli hewan qurban seperti tahun sebelumnya.</p>
<p>Masyarakat begitu kaget ketika dihubungi oleh tim Laznas Dewan Dakwah yang menyampaikan rencananya hendak menyalurkan pemotongan hewan qurban sebanyak 50 ekor. Banyak warga yang meragukan rencana tersebut. Apalagi jumlahnya terus bertambah, yang awalnya 25 ekor, jadi 50 ekor. Kemudian, ada info tambahan lagi kambing 30 ekor</p>
<p>“Opo iyo, iki bener opo ora? (Apa iya, ini benar apa tidak),” kata Waskito, tokoh masyarakat sekaligus ketua tim panitia dari Desa Bandar Aji.</p>
<p>“Ya namanya juga baru pertama, banyak warga yang meragukan kebenaran info tersebut. Apalagi jumlahnya terus bertambah,” lanjutnya.</p>
<p>Oleh karena itu, ketika hari itu tiba masyarakat begitu bersyukur dan bahagia sekali ketika tim Laznas Dewan Dakwah benar-benar datang membawa kambing-kambing tersebut. Sebanyak 50 ekor kambing dipotong di Desa Bandar Aji pada Selasa (18/6) dan 30 ekor lagi dipotong di desa sebelah, yakni Dusun Mulyosari, Kampung Gedung Asri, pada hari ketiga, Rabu (19/6).</p>
<p>Gotong-royong masyarakat saling membantu dalam proses pemotongan hewan qurban ini. Warga berdatangan dan antusias untuk ikut terlibat dalam proses ini. Mereka dibagi menjadi beberapa tugas, mulai dari dokumentasi, penyembelihan, pengulitan, pencacahan, hingga packing dan distribusi.</p>
<p>Tak ketinggalan, kaum ibu-ibu juga ikut terlibat dalam proses masak bersama untuk masyarakat yang ikut bergotong-royong dalam kegiatan tersebut. Sebagian daging diolah untuk dimakan bersama-sama.</p>
<p>Guyub rukun warga kompak saling membantu dalam menyelesaikan proses penyembelihan hingga packing usai. Mereka menikmati makan bersama sembari rehat sejenak pada waktu dhuhur. Kemudian, kegiatan dilanjutkan pada proses distribusi ke rumah-rumah warga dengan diikuti oleh tim untuk dokumentasi.</p>
<p>“Kami mewakili masyarakat di Desa Bandar Aji mengucapkan terima kasih kepada tim Laznas Dewan Dakwah yang telah berkenan memberikan perhatian di desa kami. Semoga qurban ini menjadi keberkahan dan manfaat, serta tetap terjalin silaturahmi dengan kami,” pungkas Waskito.</p>
<p>Artikel <a href="https://majalahjakarta.id/warga-gagal-panen-kaget-dapat-qurban-50-ekor-kambing-dari-laznas-dewan-dakwah/">Warga Gagal Panen Kaget Dapat Qurban 50 Ekor Kambing dari Laznas Dewan Dakwah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://majalahjakarta.id">MAJALAH JAKARTA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
