<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Kampus &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/dunia-kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Aug 2024 01:23:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>Dunia Kampus &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Kesalahan Mahasiswa Rantau Mengelola Uang, Kamu Termasuk?</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/5-kesalahan-mahasiswa-rantau-mengelola-uang-kamu-termasuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 01:23:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73885</guid>

					<description><![CDATA[Penelitian perusahaan pengelola keuangan, Higher One, sebanyak 20 persen mahasiswa baru terpaksa puasa karena uangnya habis untuk membeli barang yang tidak diperlukan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Penelitian perusahaan pengelola keuangan, Higher One, sebanyak 20 persen mahasiswa baru terpaksa puasa karena uangnya habis untuk membeli barang yang tidak diperlukan</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Banyak mahasiswa yang merantau dari daerahnya ke kota besar, bahkan ke luar negeri, untuk berkuliah. Jauh dari orang tua memang bisa melatih berbagai hal.</p>
<p>Selain melatih kedisiplinan, merantau juga bisa dijadikan perkiraan bagaimana seorang mahasiswa mengelola uangnya setelah lulus kuliah nanti.</p>
<p>Dikutip dari penelitian perusahaan pengelola keuangan, <em>Higher One</em>, sebanyak 20 persen mahasiswa baru terpaksa puasa karena uangnya habis untuk membeli barang yang tidak diperlukannya.</p>
<p>Selagi uang titipan orang tua masih tersisa, ada baiknya para mahasiswa baru menghindari hal-hal di bawah ini:</p>
<h3>1. Tidak membuat perencanaan keuangan</h3>
<p>Pengeluaran saat masih duduk di bangku sekolah akan jauh lebih berbeda ketika sudah kuliah. Buatlah perencanaan yang sesuai dengan kondisi saat ini. Setelah dibuat, taatilah rencana tersebut dengan tidak mengeluarkan uang di luar perencanaan.</p>
<h3>2. Tidak membuat tabungan kedua</h3>
<p>Banyak mahasiswa yang merasa kalau uang yang diberikan orang tua adalah hadiah, bukan pinjaman. Padahal mereka tidak mengerti kalau para orang tua juga bekerja keras untuk mengumpulkan uang tersebut. Tidak ada salahnya untuk melakukan pekerjaan sampingan saat kuliah, meski tidak boleh mengganggu pekerjaan. Walau banyak orang tua yang tidak menagih uangnya kembali, minimal ada tabungan kedua untuk melanjutkan studi.</p>
<h4>3. Tidak mencari beasiswa</h4>
<p>Sudah diterima di salah satu perguruan tinggi membuat banyak mahasiswa terlena. Padahal di luar sana banyak sekali tawaran untuk mendapatkan beasiswa. Carilah beasiswa yang bisa membantu untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, atau minimal membiayai dana kuliah saat ini.</p>
<h4>4. Memilih teman yang salah</h4>
<p>Dengan dana terbatas, seorang mahasiswa baru haruslah pandai-pandai merencanakan keuangan. Berkawanlah dengan teman &#8216;sependeritaan&#8217; agar keuangan tidak terusik. Teman yang seperti itu juga bisa bantu saling mengingatkan dan berbagi jika sedang kesulitan.</p>
<h5>5. Gagal dalam kelas</h5>
<p>Nilai yang buruk dapat memperlambat waktu kelulusan seorang mahasiswa. Seiring bertambahnya waktu, biaya kuliah pun akan semakin naik. Usahakan untuk tetap mengikuti kelas agar selalu mendapat nilai yang baik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/asset.kompas.com/crops/548-npopC1pCZakSaeb6TkmPnWI=/0x43:796x441/750x500/data/photo/2018/03/14/822347618.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Bingung Milih Kampus? Ini Cara Ambil Keputusan Mau Kuliah Dimana</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/bingung-milih-kampus-ini-cara-ambil-keputusan-mau-kuliah-dimana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 05:42:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72964</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Memilih kampus merupakan salah satu keputusan penting dan signifikan dalam hidup seorang pelajar. Keputusan ini menentukan masa depan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Memilih kampus merupakan salah satu keputusan penting dan signifikan dalam hidup seorang pelajar. Keputusan ini menentukan masa depan akademik, mempengaruhi perkembangan dan pendidikan karakter pribadi seseorang. Namun, proses pengambilan keputusan ini seringkali dihadapkan pada berbagai macam kebimbangan dan keragu-raguan.</p>
<p>Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih kampus, mulai dari reputasi institusi, biaya kuliah, program studi yang tersedia, lokasi, fasilitas, lingkungan kampus, hingga prospek karier setelah lulus. Dengan banyaknya opsi dan kriteria yang harus diperhatikan, calon mahasiswa sering kali merasa bingung dan kesulitan menentukan pilihan yang tepat.</p>
<p>Kebimbangan dalam memilih kampus berdampak signifikan terhadap perjalanan pendidikan dan masa depan seorang pelajar. Oleh karena itu, sangat penting bagi calon mahasiswa untuk memahami cara-cara membuat keputusan yang tepat dan akurat, sehingga dapat memilih kampus yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan, serta potensi diri.</p>
<h3>Memahami Faktor-faktor Penting dalam Memilih Kampus</h3>
<p>Sebelum membahas cara-cara mengatasi kebimbingan dalam memilih kampus, kita perlu memahami terlebih dahulu faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan ini.</p>
<p>Reputasi dan peringkat kampus merupakan salah satu pertimbangan utama bagi calon mahasiswa. Kampus dengan reputasi dan peringkat yang baik cenderung dianggap memiliki kualitas pendidikan, pengajaran, serta lulusan yang kompetitif. Informasi tentang reputasi dan peringkat kampus dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti website resmi, majalah pendidikan, dan sebagainya.</p>
<p>Calon mahasiswa harus memastikan apakah program studi yang ingin mereka tekuni tersedia di kampus yang sedang dipertimbangkan. Selain itu, mereka juga perlu mengevaluasi kualitas dan akreditasi program studi tersebut, serta prospek karier setelah lulus.</p>
<p>Biaya kuliah merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan, terutama bagi calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial. Selain itu, ketersediaan beasiswa dan bantuan keuangan lainnya juga menjadi pertimbangan penting dalam memilih kampus.</p>
<p>Lokasi kampus, baik dari segi geografis maupun lingkungan sekitarnya, juga menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa. Faktor-faktor seperti jarak dari tempat tinggal, ketersediaan fasilitas umum, serta suasana dan budaya kampus dapat mempengaruhi pengalaman belajar dan kehidupan mahasiswa.</p>
<p>Calon mahasiswa perlu mempertimbangkan ketersediaan dan kualitas fasilitas kampus, seperti perpustakaan, laboratorium, pusat kesehatan, organisasi kampus dan lain-lain. Selain itu, ketersediaan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menjadi pertimbangan penting, terutama bagi calon mahasiswa yang ingin terlibat dalam berbagai aktivitas di luar kelas perkuliahan.</p>
<p>Salah satu tujuan utama memilih kampus adalah untuk mempersiapkan diri menuju karier yang diinginkan. Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan prospek karier setelah lulus, termasuk tingkat keberhasilan lulusan dalam memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi pascasarjana.</p>
<p>Dengan memahami faktor-faktor penting di atas, calon mahasiswa dapat lebih terarah dalam melakukan evaluasi dan perbandingan berbagai opsi kampus yang tersedia.</p>
<h3>Mengatasi Kebingungan dalam Memilih Kampus</h3>
<p>Setelah memahami faktor-faktor penting dalam memilih kampus, selanjutnya kita akan membahas cara-cara untuk mengatasi kebingungan dan membuat keputusan yang tepat serta akurat.</p>
<p>Langkah pertama dalam mengatasi kebimbingan adalah dengan menentukan prioritas dan kriteria utama yang harus dipenuhi dalam memilih kampus. Calon mahasiswa harus mengevaluasi dengan cermat apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, dan aspirasi mereka, serta menyusun daftar kriteria berdasarkan tingkat kepentingannya.</p>
<p>Beberapa contoh kriteria utama yang dapat dipertimbangkan antara lain, Reputasi dan peringkat kampus, Program studi yang tersedia, Biaya kuliah dan beasiswa, Lokasi dan lingkungan kampus, Fasilitas, Prospek karier setelah lulus</p>
<p>Dengan menetapkan prioritas dan kriteria utama, calon mahasiswa dapat lebih fokus dalam melakukan pencarian dan evaluasi berbagai opsi kampus yang sesuai.</p>
<p>Setelah menentukan prioritas dan kriteria, langkah selanjutnya adalah melakukan riset secara mendalam mengenai berbagai kampus yang dipertimbangkan. Calon mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi, seperti: website resmi kampus, brosur dan materi promosi kampus, artikel dan ulasan di media online, forum diskusi dan komunitas mahasiswa, wawancara dengan mahasiswa atau alumni.</p>
<p>Melalui riset yang mendalam, calon mahasiswa dapat memperoleh informasi yang komprehensif tentang berbagai aspek kampus, mulai dari program studi, biaya kuliah, fasilitas, hingga prospek karier lulusan. Informasi ini akan sangat berguna dalam proses evaluasi dan pembandingan berbagai opsi yang ada.</p>
<p>Setelah melakukan riset, langkah selanjutnya adalah membandingkan dan mengevaluasi berbagai opsi kampus yang dipertimbangkan. Calon mahasiswa dapat membuat tabel perbandingan yang mencakup kriteria-kriteria utama, lalu memberikan penilaian dan skor untuk masing-masing kampus.</p>
<p>Proses evaluasi dan perbandingan ini akan membantu calon mahasiswa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari setiap opsi, serta membuat keputusan yang lebih objektif dan terukur. Hal ini juga dapat menghindarkan mereka dari kebimbangan yang berlarut-larut.</p>
<p>Dalam proses pengambilan keputusan, calon mahasiswa juga dapat melibatkan orang-orang terdekat, seperti orang tua, guru, atau teman-teman yang telah mengalami proses memilih kampus. Masukan dari mereka dapat memberikan perspektif yang berbeda dan membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin belum dipertimbangkan sebelumnya.</p>
<p>Selain itu, orang-orang terdekat juga dapat memberikan dukungan emosional dan motivasi bagi calon mahasiswa yang sedang mengalami kebimbangan. Mereka dapat membantu menenangkan pikiran, memberikan saran, serta mendorong calon mahasiswa untuk tetap optimis dan yakin dengan keputusan yang akan diambil.</p>
<p>Setelah melalui proses evaluasi yang matang, calon mahasiswa akhirnya harus membuat keputusan akhir mengenai kampus mana yang akan dipilih. Pada tahap ini, selain mempertimbangkan informasi dan data yang telah diperoleh, calon mahasiswa juga perlu mendengarkan suara hati dan intuisinya.</p>
<p>Intuisi sering kali memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kampus mana yang paling sesuai dengan diri kita. Meskipun tidak mudah, namun mendengarkan dan mempercayai intuisi dapat membantu calon mahasiswa membuat keputusan yang lebih tepat dan akurat.</p>
<p>Selain itu, calon mahasiswa juga perlu meyakini bahwa tidak ada pilihan yang sempurna, tetapi mereka dapat memilih opsi terbaik yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan potensi diri. Dengan demikian, kebimbingan yang sebelumnya dialami dapat diatasi, dan keputusan yang diambil akan membawa dampak positif sehingga dapat memperoleh pengalaman belajar dan masa depan yang sesuai.</p>
<p><em>Oleh : Syifa Kurnia S</em><br />
<em>Mahasiswi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Depok.</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/assets-a1.kompasiana.com/items/album/2021/01/11/pilih-kampus-640x381-5ffc706bd541df43947c1782.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>10 Jurusan Kuliah yang Paling Disesali Para Alumninya, Nomor 1 Jurnalistik</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/10-jurusan-kuliah-yang-paling-disesali-para-alumninya-nomor-1-jurnalistik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 01:38:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Jurusan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72782</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Dalam survei yang dilakukan ZipRecruiter terhadap 1.500 lulusan universitas yang sedang mencari pekerjaan, ternyata ada beberapa jurusan kuliah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dalam survei yang dilakukan ZipRecruiter terhadap 1.500 lulusan universitas yang sedang mencari pekerjaan, ternyata ada beberapa jurusan kuliah paling disesali para alumninya.</p>
<p>Survei ini juga menunjukkan bahwa selama masa kuliah orang-orang tersebut memang tertarik dengan bidang yang dipilih, namun setelah lulus, mereka dihadapkan pada kenyataan soal gaji yang tergolong minim pada pekerjaan terkait jurusan tersebut.</p>
<p>Hal itu membuat jurusan-jurusan ini paling banyak disesali lulusannya.</p>
<p>Berikut adalah sepuluh jurusan tersebut.</p>
<p><strong>1. Jurnalistik (87%)</strong><br />
Jurnalistik adalah cabang studi dari Ilmu Komunikasi yang mempelajari bagaimana cara memproduksi, mengumpulkan, menyeleksi, dan mengelola informasi yang didistribusikan melalui media massa.</p>
<p>Dalam survei tersebut, peringkat tertinggi jurusan yang paling banyak disesali lulusannya adalah jurnalistik. Jurusan ini memperoleh posisi pertama dengan jumlah persentase sebesar 87 persen.</p>
<p><strong>2. Sosiologi (72%)</strong><br />
Sosiologi adalah studi yang berfokus pada perilaku dan sifat masyarakat, mulai dari sistem kehidupan, interaksi, karakteristik, dan perkembangannya dari masa ke masa. Sosiologi menempati posisi kedua dalam survei jurusan kuliah yang disesali para lulusannya.</p>
<p><strong>3. Jurusan Seni (72%)</strong><br />
Ada banyak jurusan kesenian yang tersedia di sejumlah kampus di Indonesia dengan pilihan konsentrasi yang bervariasi, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior, Produksi Industri, Desain Grafis, dan lainnya.</p>
<p>Meski termasuk desain yang banyak dipilih, akan tetapi seni merupakan salah satu jurusan kuliah yang disesali alumninya. Jurusan Seni menduduki posisi ketiga dengan persentase yang sama dengan jurusan Sosiologi yakni 72 persen.</p>
<p><strong>4. Komunikasi (64%)</strong><br />
Ilmu komunikasi merupakan program studi yang mempelajari proses penyampaian pesan secara efektif. Jurusan ini berada di posisi keempat dalam survei jurusan yang paling disesali.</p>
<p><strong>5. Pendidikan (61%)</strong><br />
Jurusan Pendidikan adalah jurusan kuliah yang mempelajari teori, metodologi, hingga praktik keilmuan dari berbagai aspek kependidikan.</p>
<p>Jurusan Pendidikan memperoleh posisi kelima jurusan yang paling disesali dengan persentase sebesar 61 persen.</p>
<p><strong>6. Manajemen Marketing + Riset (60%)</strong><br />
Di posisi keenam adalah jurusan Marketing Manajemen dan Penelitian yang meraih persentase sebesar 60 persen. Jurusan ini fokus pada perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga ke tahap evaluasi semua proses pemasaran.</p>
<p><strong>7. Pendamping Medis (56%)</strong><br />
Pendamping Medis atau Clinical Assisting adalah jurusan yang berada di posisi ketujuh. Jurusan kesehatan sendiri terdiri atas berbagai pilihan bidang.</p>
<p>Adapun yang dimaksud jurusan Pendamping Medis adalah jurusan-jurusan pelengkap yang membantu dalam kegiatan bidang medis atau kesehatan. Jurusan Pendamping Medis berada di posisi ketujuh dengan persentase sebesar 56 persen.</p>
<p><strong>8. Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)</strong><br />
Ilmu Politik dan Pemerintahan adalah cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai aspek terkait politik, pemerintahan, kebijakan publik, dan hubungan internasional.</p>
<p>Ilmu Politik dan Pemerintahan adalah salah satu jurusan yang paling disesali dengan persentase 56 persen.</p>
<p><strong>9. Biologi (52%)</strong><br />
Biologi adalah cabang Ilmu Pengetahuan Alam yang mengkaji tentang sel, struktur organ, fungsi organ, dan berbagai fenomena yang terkait dengan makhluk hidup.</p>
<p>Biologi menjadi salah satu jurusan yang banyak disesali lulusannya dengan jumlah persentase sebesar 52 persen.</p>
<p><strong>10. Sastra Inggris (52%)</strong><br />
Sastra Inggris adalah jurusan yang disesali lulusannya. Jurusan ini menempati posisi kesepuluh dengan jumlah persentase sejumlah 52 persen</p>
<p>Program studi Sastra Inggris mempelajari berbagai aspek dari karya-karya sastra Inggris, mulai dari sejarah, teori, kritik, hingga analisisnya.</p>
<p>Demikian jurusan kuliah yang paling disesali para lulusannya. Semoga kamu memilih jurusan dengan sepenuh hari agar tidak menyesalinya di kemudian hari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/kbeonline.id/wp-content/uploads/2024/01/pilih-jurusan-kuliah.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
