<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Generasi Emas 2045 &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/tag/generasi-emas-2045/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jul 2024 01:53:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>Generasi Emas 2045 &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menuju Generasi Emas 2045, IBH: Pendidikan Harus Dikuatkan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/menuju-generasi-emas-2045-ibh-pendidikan-harus-dikuatkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 01:53:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[IBH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72530</guid>

					<description><![CDATA["Tahun 2045 nanti genap Indonesia berusia 100 tahun. Di mana pada masa ini, Indonesia akan menjadi negara tangguh, mandiri, dan inklusif]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>&#8220;Tahun 2045 nanti genap Indonesia berusia 100 tahun. Di mana pada masa ini, Indonesia akan menjadi negara tangguh, mandiri, dan inklusif&#8221;</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono atau IBH meminta seluruh guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menguatkan karakter dan pendidikan anak sejak dini. Menurutnya, itu perlu dipersiapkan untuk menyambut Indonesia Emas pada tahun 2045.</p>
<p>&#8220;Tahun 2045 nanti genap Indonesia berusia 100 tahun. Di mana pada masa ini, Indonesia akan menjadi negara tangguh, mandiri, dan inklusif. Pembangunan 20 tahun ke depan diharapkan dapat mendorong Indonesia bertransformasi menuju Indonesia Emas,&#8221; ujar IBH, usai membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru PAUD, di Aula Serbaguna Lantai 10, Gedung Dibaleka II, Kamis (18/07/24), dilansir situs resmi Pemkot Depok.</p>
<p>&#8220;Termasuk pendidikan yang harus dikuatkan, mulai dari usia PAUD. Peran guru menjadi sangat penting, karena ujung tombak dari pembangunan karakter anak di masa yang akan datang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>IBH menyebut, selain ilmu pengetahuan, pendidikan karakter juga harus diimbangi dengan keimanan dan ketakwaan. Untuk itu, dalam Bimtek ini, Bang Imam berharap seluruh guru PAUD dapat mengikuti kegiatan dengan baik, serta menyebarkan informasi kepada guru lainnya.</p>
<p>&#8220;Guru PAUD juga harus bisa memberikan pembelajaran holistik integratif. Yaitu model pembelajaran yang mengaplikasikan prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini, melalui kegiatan bermain yang sekaligus merupakan proses belajar bagi anak didik,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Proses pembelajarannya, menekankan pada aktivitas pembelajaran yang berpusat pada anak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Jadi harus dibuat menyenangkan. Pengasuhan serta perlindungan juga harus diberikan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak usia dini. Semoga ilmu Bimtek ini bermanfaat,&#8221; tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/berita.depok.go.id/storage/posts//c4SsxY6cBw8rdk1uhFDIsNxZk2JGiLPmlXRLbbLx.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Menuju Generasi Emas 2045, Tapi Depok Cuma Punya 15 SMA Negeri di 63 Kelurahan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/menuju-generasi-emas-2045-tapi-depok-cuma-punya-15-sma-negeri-di-62-kelurahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 12:11:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB Jabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72186</guid>

					<description><![CDATA[Bagaimana akan mewujudkan Generasi Emas 2045 jika pemuda-pemudi penerus bangsa tak bisa mengenyam pendidikan yang layak?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Muhammad Iksan, Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia Korwil Depok</strong></em></p>
<p><span style="font-size: 16px;">Indonesia pada 2045 genap berusia 100 tahun alias satu abad Indonesia. Inilah yang menjadi salah satu alasan munculnya ide, wacana, dan gagasan Generasi Emas 2045.</span></p>
<p>Disebutkan situs <em>indonesiabaik,id</em>, Generasi Masa Depan Indonesia adalah generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan harus diterapkan sejak dini menuju impian Indonesia menjadi generasi emas 2045</p>
<ul>
<li>Memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif</li>
<li>Damai dalam interaksi sosialnya, dan berkarakter yang kuat</li>
<li>Sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan</li>
<li>Berperadaban unggul</li>
</ul>
<h3>Depok Menuju Generasi Emas 2045</h3>
<p>Wali Kota Depok, Muhammad Idris, pada Pandangan terakhir Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Depok 2025-2045 telah disampaikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada Rapat Paripurna DPRD Depok, Senin (10/06/24).</p>
<p>Raperda tersebut disusun juga sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RJPN) dan RPJPD Provinsi Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Guna mewujudkan hal tersebut, visi Kota Depok Emas 2045 mencakup tiga pilar utama, yaitu Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.</p>
<p>Kemudian, untuk mencapai visi tersebut, Kiai Idris, sapaan Wali Kota Depok, menyampaikan delapan misi telah ditetapkan.</p>
<ol>
<li>Mewujudkan transformasi sosial yang inklusif, sehat, dan cerdas.</li>
<li>Mewujudkan transformasi ekonomi yang kreatif, inovatif, dan bertumpu pada ekonomi hijau.</li>
<li>Mewujudkan transformasi tata kelola pemerintahan yang melayani, berbasis digital, dan berkelas dunia.</li>
<li>Mewujudkan kota yang aman dan tertib, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.</li>
<li>Mewujudkan ketahanan sosial budaya dan ekologi yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis ketahanan keluarga.</li>
<li>Meningkatkan pembangunan wilayah yang merata dan berkeadilan.</li>
<li>Mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan dasar yang berkualitas dan ramah lingkungan.</li>
<li>Mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan.</li>
</ol>
<p>Alih-alih mewujudkan Generasi Emas 2045 yang notabene akan diisi oleh generasi muda yang saat ini masih mengenyam pendidikan dasar dan menengah, delapan program tersebut tak satupun menyinggung masalah semrawutnya sistem pendidikan di Depok.</p>
<p>Betul, pada point ketujuh disebutkan &#8220;pembangunan sarana dan prasarana&#8221;, namun hingga detik ini yang dilakukan adalah perbaikan kantor kelurahan dan kecamatan. Belum menyentuh sarana dan prasarana pendidikan secara seginifikan.</p>
<p>Pada rapat paripurna tersebut juga disebutkan akan fokus pada visi Kota Depok Emas 2045 sebagai Kota Peradaban yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, setiap tahap dirancang untuk mengarahkan kebijakan dan langkah strategis menuju pencapaian visi tersebut.</p>
<h4><strong>Tahapan tersebut antara lain:</strong></h4>
<p><strong>Tahap 1,</strong> Penguatan Pondasi (2025-2029) : Penguatan pondasi sosial, ekonomi, tata kelola untuk memasuki transformasi pembangunan yang masif dan berkesinambungan.</p>
<p><strong>Tahap 2,</strong> Akselerasi Transformasi (2030-2034) : Penerapan pembangunan berbasiskan inovasi, pemberdayaan modal sosial, digitalisasi dan pemanfaatan teknologi berkelanjutan.</p>
<p><strong>Tahap 3</strong>, Pemantapan (2035-2039): Pencapaian kemajuan dan keberlanjutan pembangunan yang menyejahterakan untuk semua.</p>
<p><strong>Tahap 4,</strong> Perwujudan (2040-2045): Perwujudan Depok sebagai Kota Peradaban yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.</p>
<p>Lagi-lagi tak menyinggung masalah carut-marutnya pendidikan untuk generasi penerus Bangsa saat ini, dimana 29 ribu lulusan SMP di Depok ditolak masuk SMA Negeri karena terbatasnya daya tampung sekolah.</p>
<p>Lalu bagaimana akan mewujudkan Generasi Emas 2045 jika pemuda-pemudi penerus bangsa tak bisa mengenyam pendidikan yang layak?</p>
<p>Yang perlu di garis bawahi disini, persiapan menuju Generasi Emas 2045 bukan hanya mempersiapka sumber daya manusia (SDM) yang cerdas saja yang dibutuhkan, tapi juga SDM yang berkarakter, Pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini.</p>
<p>Pada era ini, nilai-nilai yang diajarkan adalah cara bersosialisasi, berkomunikasi, interaksi, dan kemampuan menjadi anak mandiri dalam segala hal. Nilai-nilai religius, nasionalis, etos kerja, gotong-royong, dan integritas harus dapat ditularkan kepada peserta didik sehingga membentuk karakter kuat generasi Bangsa Indonesia di kemudian hari.</p>
<p>Saat ini Indonesia sudah memasuki era bonus demografi dan di tahun 2023 diperkirakan menjadi puncak bonus demografi. Oleh karena itu, jika SDM Indonesia tidak dibekali dengan pendidikan berkarakter, dikhawatirkan akan membahayakan kelangsungan Indonesia pada 2045.</p>
<p>Kembali ke pernyataan awal, bagaimana mempersiapkan Generasi Emas 2045 jika hanya punya 15 SMA Negeri di 63 Kelurahan di Kota Depok?</p>
<p>Bagaimana mempersiapkan Generasi Emas 2045 jika 29.200 orang lulusan SMP di Kota Depok berpotensi putus sekolah di usia wajib belajar 12 tahun di tahun ini?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Generasi Emas: Optimalisasi Kinerja Pemuda Indonesia Menuju Tahun 2045</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/membangun-generasi-emas-optimalisasi-kinerja-pemuda-indonesia-menuju-tahun-2045/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 01:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Emas 2045]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=71476</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan kebudayaan, memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan kebudayaan, memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terkemuka di dunia. Namun, untuk mewujudkan ambisi tersebut dalam cita-cita Indonesia Emas 2045, peran penting anak muda dalam meningkatkan kinerja mereka menjadi krusial. Anak muda adalah tulang punggung masa depan bangsa, dan upaya kolektif untuk mendukung serta meningkatkan kualitas kinerja mereka harus diutamakan.</p>
<p><strong>Pendidikan Berkualitas sebagai Fondasi Utama</strong></p>
<p>Pendidikan yang berkualitas adalah fondasi utama dalam membentuk kinerja yang unggul pada anak muda. Program pendidikan harus mampu mengembangkan keterampilan akademis dan nonakademis yang dibutuhkan di era globalisasi ini. Kurikulum yang relevan, fasilitas belajar yang memadai, dan pelatihan bagi para pendidik merupakan investasi yang krusial untuk memastikan anak muda siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.</p>
<p><strong>Mendorong Kreativitas dan Inovasi</strong></p>
<p>Kreativitas dan inovasi adalah mesin penggerak perubahan yang sangat dibutuhkan dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Anak muda perlu didorong untuk berpikir di luar kebiasaan (out of the box) dan mengembangkan solusi-solusi baru untuk masalah-masalah yang ada. Dukungan terhadap ekosistem startup dan kewirausahaan di Indonesia perlu diperkuat, termasuk dengan menyediakan akses mudah ke pendanaan, mentorship, dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan bisnis baru.</p>
<p><strong>Penyediaan Lapangan Kerja yang Berkualitas</strong></p>
<p>Peningkatan kinerja anak muda juga harus diiringi dengan penyediaan lapangan kerja yang berkualitas. Pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan perlu bekerja sama untuk menciptakan peluang kerja yang memadai dan memberikan kondisi kerja yang layak. Program magang, pelatihan vokasi, dan pembelajaran sepanjang hayat harus didukung untuk mempersiapkan anak muda memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang relevan.</p>
<p><strong>Pengembangan Soft Skills dan Kepemimpinan</strong></p>
<p>Selain keterampilan teknis, pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi juga penting dalam meningkatkan kinerja anak muda. Program pengembangan kepemimpinan sejak dini, seperti kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi kepemudaan, dapat membantu mengasah kemampuan tersebut. Pendidikan karakter dan nilai-nilai etika juga perlu ditanamkan untuk membangun generasi yang bertanggung jawab dan berintegritas.</p>
<p><strong>Penguatan Penggunaan Teknologi Digital</strong></p>
<p>Di era digital seperti sekarang, penguasaan teknologi digital menjadi keharusan. Anak muda perlu diberdayakan dengan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar mampu bersaing dalam pasar global yang semakin terhubung. Penyediaan akses internet yang luas dan murah serta pelatihan dalam penggunaan teknologi digital harus menjadi prioritas.</p>
<p>Meningkatkan kinerja anak muda adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia Emas 2045. Melalui pendidikan berkualitas, pengembangan kreativitas dan inovasi, penyediaan lapangan kerja yang berkualitas, pengembangan soft skills, dan penguatan penggunaan teknologi digital, kita dapat membangun generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mari bersama-sama berkomitmen untuk memberdayakan anak muda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045!</p>
<p><em>Shabrina Nurul Iman, Universitas Islam Jakarta</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/nalarpolitik.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemuda-Generasi-Emas-Indonesia-yang-Diharapkan.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Generasi Emas 2045 atau Generasi Cemas 2045? Attitude Anak Anjlok, Peran Oarangtua Perlu di Pertanyakan</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/generasi-emas-2045-atau-generasi-cemas-2045-attitude-anak-anjlok-peran-oarangtua-perlu-di-pertanyakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 01:38:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Emas 2045]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69763</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Nisa Hakim Nur Hikmah Belakangan ini banyak dijumpai di media sosial, anak-anak dan remaja melakukan cyberbullying dengan membentuk komunitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Nisa Hakim Nur Hikmah</strong></em></p>
<p>Belakangan ini banyak dijumpai di media sosial, anak-anak dan remaja melakukan cyberbullying dengan membentuk komunitas pada platform yang bernama telegram. Dengan komunitas tersebut, mereka membuat keributan dengan kegiatan SARA.</p>
<p>Tidak hanya itu, beredarnya kasus seorang anak SD yang mengirimkan pesan kepada gurunya dengan sangat tidak sopan. Dari kasus-kasus tersebut muncul kecemasan pada hati netizen, mereka mempertanyakan apakah ini yang dinamakan Generasi Emas?</p>
<p>Generasi saat ini sering kali digambarkan sebagai “Generasi Emas”, yaitu menggambarkan optimisme menuju masa depan yang gemilang, tetapi apakah mereka benar-benar demikian? Melihat perilaku anak-anak dan remaja belakangan ini, ada kecenderungan bahwa kita lebih mendekati “Generasi Cemas”.</p>
<p>Attitude mereka dalam hal sopan santun dan penggunaan media sosial menjadi sorotan utama. Kita sering melihat kurangnya kesopanan dalam interaksi sehari-hari, baik di ruang publik maupun di dunia maya. Anak-anak cenderung lebih bebas dalam menggunakan media sosial tanpa mempertimbangkan dampak yang akan terjadi kedepannya.</p>
<p>Attitude merupakan pendidikan yang paling dasar dalam kehidupan sehari-hari, maka dari itu dalam situasi seperti ini, peran orang tua menjadi sangat penting. Mereka dituntut untuk lebih aktif lagi dalam mendidik anak-anaknya tentang bagaimana bersikap sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain, baik di dunia nyata maupun di media sosial.</p>
<p>Mereka juga harus memberikan pengawasan dan bimbingan dalam menggunakan teknologi, seperti memberikan batasan-batasan dalam penggunaan media sosial. Namun faktanya, orang tua zaman sekarang tidak memperhatikan hal tersebut, banyak orang tua yang di mana lebih memilih kesibukan mereka daripada memperhatikan anak-anaknya.</p>
<p>Mereka membiarkan anak berselancar dengan bebas dalam menggunakan teknologi tersebut dan tanpa adanya pengawasan, dengan demikian anak akan terjerumus kepada hal-hal yang tidak seharusnya terjadi.</p>
<p>Pendidikan karakter juga bisa diperkuat di lingkungan sekolah, hal ini bisa disesuaikan pada nilai-nilai pendidikan kurikulum sekolah.</p>
<p>Namun, hal tersebut harus didukung oleh peran orang tua didalamnya. Oleh sebab itu, pemikiran generasi cemas bisa kita hilangkan dengan cara mewujudkan generasi emas secara bersama-sama yaitu dengan membentuk attitude anak menjadi lebih baik lagi, dengan cara memberikan perhatian yang cukup dan peran yang tepat kepada anak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.radioidola.com/wp-content/uploads/2020/08/2020-08-19_Indonesia-Emas-2045.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
